Mohon tunggu...
Aulia
Aulia Mohon Tunggu... Dosen - Dosen Universitas Andalas

Menulis untuk kesenangan dan berbagi

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Penjudi Online, Bansos dan Masalah Data Kependudukan

22 Juni 2024   22:22 Diperbarui: 22 Juni 2024   22:39 125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Fenomena judi online yang menjerat jutaan orang di Indonesia tak hanya menimbulkan dampak negatif bagi individu dan keluarga, tetapi juga memicu pertanyaan terkait program Bantuan Sosial (Bansos). 

Ketergantungan pada judi online tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga berdampak pada kesejahteraan mental dan sosial para pelakunya. 

Judi online, dengan segala kemudahannya, seringkali menjadi  bagi banyak orang yang berharap memperoleh keuntungan cepat tanpa menyadari konsekuensi panjang yang mungkin mereka hadapi. 

Pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan menolak pemberian Bansos kepada para penjudi online yang jatuh miskin. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan dan tidak disalahgunakan oleh mereka yang terlibat dalam aktivitas ilegal. Hal ini sejalan dengan aspirasi masyarakat yang menginginkan penegakan hukum yang adil dan konsisten. 

Bansos seharusnya menjadi alat untuk membantu mereka yang berada dalam kondisi ekonomi sulit akibat faktor-faktor yang tidak bisa mereka kendalikan, bukan untuk mendukung perilaku yang merugikan. 

Di tengah upaya pemberantasan judi online, pembersihan sistem data kependudukan dan sinkronisasi dengan sistem program sosial serta perbankan menjadi langkah krusial. Dengan data yang terintegrasi dan akurat, pemerintah dapat dengan mudah menyisir penerima Bansos yang terdeteksi mengikuti judi online. Sistem yang terintegrasi akan mempermudah dalam pemantauan dan pengecekan latar belakang para penerima Bansos, sehingga program ini dapat lebih tepat sasaran dan efektif.

Penghentian Bansos bagi penjudi online melalui pemberitahuan resmi dapat menjadi langkah awal yang efektif. Hal ini memberikan pesan tegas bahwa pelanggaran hukum tidak akan ditoleransi dan Bansos hanya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. 

Penghentian ini bukanlah bentuk hukuman, melainkan upaya untuk mendisiplinkan dan memberikan pelajaran kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik-praktik yang merugikan.

Namun, penghentian Bansos perlu dilakukan dengan pertimbangan matang dan hati-hati. Perlu dipastikan bahwa pendeteksian dan verifikasi data akurat, sehingga tidak ada penerima Bansos yang tidak bersalah dirugikan. 

Kesalahan dalam pendeteksian bisa berakibat fatal, mengingat Bansos merupakan tumpuan hidup bagi banyak keluarga miskin. Oleh karena itu, proses verifikasi harus dilakukan dengan cermat dan teliti.

Bebeberapa langkah yang dapat dilakukan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun