Mohon tunggu...
Aulia NurShadrina
Aulia NurShadrina Mohon Tunggu... hai

halo

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Oh, tidak! Minibus macet di tengah hutan! Bagaimana cara generasi solutif keluar masalah ini?

23 November 2018   21:38 Diperbarui: 24 November 2018   07:04 0 2 1 Mohon Tunggu...
Oh, tidak! Minibus macet di tengah hutan! Bagaimana cara generasi solutif keluar masalah ini?
source: surgalambusango.blogspot.com

Situasi mulai kelihatan buruk pada jam 17:30, tapi kita memulai perjalanan mobil dan motor pada 17:45, dengan asumsi setelah 17:45, sang pemandu wisata sudah selesai mengontak bala bantuan lewat ponsel pintar-nya.

Kaki Anggi terkilir. Tidak masalah, sebelum Fred izin untuk BAB, kau sudah meminta obat-obatan di tas Fred untuk mengobati kaki Anggi dan obat nyamuk untuk semua anggota dari tas Fred.

Prita, mulai mengeluarkan snack kesukaan anaknya Kevin.

Di situasi ini, Kanaya dan Kevin adalah anggota yang paling harus dan segera dikeluarkan dari sini. Kevin memiliki asma, namun ia masih kecil, dan ia membutuhkan orang tua-nya. Tidak benar rasanya memberikan Kevin ke jemputan motor yang hanya bisa membawa 1 orang. Jika asma Kevin kambuh di jalan, tidak hanya akan bahaya untuk Kevin, namun bisa membahayakan sang pengemudi juga. 

Estimasi sampai motor ke pondok adalah 18.15, waktu matahari terbenam.

Maka, untuk pilihan siapa yang diantar dengan motor untuk diinapkan di pondok hutan konservasi, adalah Kanaya. Ia akan sampai di pondok saat matahari terbenam. Hal ini dilakukan karena ia paling takut dengan gelap dan alam liar. Di pondok, akan ada listrik, tempat tidur, dan tempat yang nyaman untuknya.

Kevin harus menunggu kedatangan mobil, yang akan sampai ada 20:00. Setidaknya, Kevin akan bersama dengan orang tuanya. Akan lebih baik jika mereka tetap berada di dalam bis untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Ayah Kevin, Lukman, memiliki sikap persuasif. Kita bisa percayakan padanya untuk menyakinkan anaknya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Totalnya akan ada 3 orang yang akan mengikuti mobil ke perkotaan, ini merupakan solusi terbaik karena keluarga ini memiliki jadwal penerbangan jam 7 pagi. Jika penerbangan dibatalkan karena kesalahan teknis ini, maka tidak hanya sang pemandu wisata yang di cap tidak profesional, bisa-bisa usaha kecil sang pemandu wisata akan dituntut untuk mengganti rugi tiket pesawat.

Karena mobil muat 4 orang, maka Her akan jadi orang ke-4 yang ikut dengan mobil. Karena usia-nya yang sudah tidak terhitung muda dan penyakit jantungnya.

Kau kemudian memutuskan untuk pergi menjemput Fred dengan ditemani Lukman.

Sebelumnya, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, kau memberitahu Prita soal penyakit jantung milik Her, namun kau memberitahunya agar tidak usah khawatir. Karena obat-obatan sudah tersedia di minibus. Kau menyuruh Kanaya untuk menyalakan senternya, yang berisi baterai 10%. HP Lukman mungkin akan berguna nanti. 

Kau mulai mengira-ngira waktu matahari terbenam, mereka butuh pencahayaan, dan meskipun jemputan akan segera datang, mereka tidak bisa terus-terusan bergantung pada alat elektronik yang memiliki baterai sedikit. Kau dengar, hewan buas takut dengan api, membuat api unggun bukan merupakan ide yang buruk untuk saat ini. 

Jadi kau menginstruksikan pada Anggi dan Prita untuk mencari kayu bakar. Mereka akan mencari kau bakar dengan HP Lukman yang berisi 70%. Dan mereka akan mempercayakan Kevin pada Her dan Kanaya, sebelumnya, Ibu Kevin menginstruksikan kepada mereka bagaimana cara menggunakan healer jika misalnya asma Kevin kambuh.

17:45, kau dan Lukman bersiap untuk menjemput Fred. Prita dan Anggi juga sudah siap untuk mencari kayu bakar, Anggi, sempat-sempatnya membuat vlog, tentu saja. Kau pergi dengan senter HP-mu yang berisi baterai 27%. Sementara Her, Kevin dan Kanaya, stay di minibus.

Maka kau bersiap untuk menjemput Fred. Dengan berbagai pengalaman yang ditempuh oleh Fred, seharusnya ia tidak terlibat masalah apa-apa. Pikiran bahwa ia yang berada dalam umurnya yang tidak terhitung muda, masih kelihatan bugar dan masih bisa menyempatkan diri berekspedisi menenangkanmu sedikit.

17:55, kau sudah sampai lokasi, kau dan Lukman melihat Fred tersungkur di dalam jurang yang tidak terlalu dalam, tas dan tongkatnya berada di atas. Kakinya terlihat terkilir. Ada lebam biru yang terlihat di kakinya.

Fred menginstuksikanmu untuk mengambil tali di dalam tasnya. Kau pun mengikatkan tali ke batang pohon terdekat, sementara Lukman dengan pelan turun dengan tali. Dengan kondisi kaki Fred yang seperti itu, tidak akan memungkinkan baginya untuk memanjat, jadi kau menginstruksikan Lukman untuk menggendong Fred di punggungnya.

Untungnya, Fred adalah orang yang kurus. Fred bepengangan erat pada Lukman, sementara kedua tangan Lukman memanjat lagi ke atas menggunakan tali, kau membantu menarik tali sedikit-sedikit.

Setelah kalian sampai di atas, kau memotong tali di pohon tadi, untungnya, Fred sudah menandai pepohonan untuk jaga-jaga, jika ia tersesat, akan bisa lebih mudah menemukan jalan pulang. Kau mematikan HP-mu, yang sudah menjadi 23%, dan menyalakan senter Fred. Kalian pun kembali ke tempat awal pada 18:10.

Kau kembali, dan bertemu Her, yang menceritakan dongeng kepada Kevin. Prita dan Anggi terlihat asyik mengobrol. Kanaya juga telah dijemput tadi saat 18:00. Kau agak sedikit lega setidaknya situasi sudah terkendali, kayu bakar juga sudah terkumpul.     

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2