Mohon tunggu...
Aulia ZahrotunNC
Aulia ZahrotunNC Mohon Tunggu... mahasiswa UIN KHAS Jember

Selalu bersyukur

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pengelolaan Siswa dengan Pendekatan Manajemen Berbasis Sekolah dan Pesantren

19 Juni 2021   03:46 Diperbarui: 19 Juni 2021   03:41 40 2 0 Mohon Tunggu...

Manajemen peserta didik atau yang lebih sering kita dengar dengan istila pengelolaan peserta didik atau siswa adalah suatu bidang oprasional dari Manajemen Berbasis Sekolah. Manajemen perserta didik sendiri atau peneglolaan peserta didik merupakan segala rencana aktivitas kepengurusan yang sebara langsung berhubungan dengan peserta didik atau siswa, mulai dari menciptakan suasana atau kondisi yang kondusif terhadap berlangsungnya proses pembelajaran, hingga  membina siswa yang berbada di suatu lembaga pendidikan dari siswa masuk sekolah tersebut samapai siswa tersebut menyelesaikan pendidikannya.

Konsep dasar manajemen peserta didik atupun pengelolaan siswa memiliki tujuan serta fungsi peserta diddik guna tingkatkan pemikiran dalam pengetahuan pula keterampilan dalam usaha meningkatkan kecerdasan, dan memutuskan atensi serta bakat dari peserta didik itu sendiri.  

Tujuan adanya manajemen peserta didik adalah mengurus, menyusun kegiatan-kegiatan dalam bidang kesiswaan, supaya kegitan belajar mengajar disekolah bisa berjalan dengan lancar, efektif, efisien dan tertib, sehingga kegiatan tersebut bisa menunjang proses pembelajaran serta tercapainya tujuan di suatu lembaga pendidikan. Fungsi manajemen peserta didik adalah untuk mengatur segala kegiatan yang berkaitan langsung dengan siswa supaya segala kegiatan tersebut berjalan secara optimal, mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh peserta didik yang berkaitan dengan bakat dan minat peserta didik.

Manajemen berbasis sekolah sesungguhnya ialah tren internasional, dan Indonesia ialah salah satu upaya buat membetulkan mutu pemebalajran serta sumber daya manusia. untuk menggapai tujuan tersebut, masih banyak yang butuh dicoba bangsa Indonesia supaya desentralisasi pengelolaan pembelajaran tidak dimkasud selaku otonomi pembelajaran. banyak sekali mnafaat dari manajemen berbasis sekolah. memberikan kebebasan serta kelueluasaan yang sangat besar kepada sekolah disertai seperangkat tanggung jawab, hal ini menjadi salah satu penyebabnya. Dengan terdapatnya otonomi yang memebrikan kelleluasaan tersebut sehingga sekolah lebih bisa meningkatkan kesejahteraaan guru sehingga bisa berkonsentrasi kepada tugasnya. tidak hanya itu, pengelolaan siswa dengan manajemen berbasis sekolah pula bisa mendorong profesionalisme guru serta kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah, perihal ini disebabkan konsep manajemen berbasis sekolah memeberikan kebebasan kepada guru serta kelapa sekolah dalam menyususn kurikulum serta program pendidikan sekoah. 

Lembaga pendidika dalam melaksanakan pembinaan terhadap peserta diddik lewat manajemen peserta didik yang diterapkan pastinya disesuaikan dengan visi dan misi dari lembaga pendidikan. demikian pula dengan lemabag pendidikan  semacam sekolah atau madrasah yang terletah dibawah naungan pesantren pastinya hendak mempraktikkan model manajemen peserta didik yang sanggup mengakomodir visi misai pesantren terkait output yang di harapkan.

Sistem pemebelajaran pesantren yang sejalan dengan sistem pembelajaran yang dicanangkan oleh pemerintah  untuk bisa merespon perkembangan zzaman, terdapat nilai tambah yang menempel pada pesantren ialah senantiasa mempertahankan kekhasan selaku lembaga pendidikan Islam yang mempunyai orientasi utama menanamkan nilai-nilai spriritual-keagamaan selaku modal dini pembetukan akhlak serta etika penerus bangsa. oleh karena itu, penerapan manajemen berbasis pesantren akan embantu santri dalam menyerap ilmu penegtahuan serta nilai-nilai moral sekalian, sebab tersedianya wadah berbentuk iklim pembelajaran yang membolehkan untuk bisa meningkatkan kedua aspek tersebut.

Terkait dengan pentingnya manajemen peserta didik berbasis pesantren selaku alternatif dalam mencetak output pembelaajran yang pintar intelektualitas serta moralitas, wajib senantiasa berupaya memacu pertumbuan intelektua (ide), jasmani serta rohani peserta didik dengan mengadopsi sebagian sistem pembelajaran resmi dari pemerintah. tetapi dalam aplikasi sistem pendidikan senantiasa dalam bingkain nilai-nilai budaya serta tradisi pesantren selakuk wujud upaya konkrit dalam menanamkan nilai akhlak serta moral sehingga bisa mencetak lulusan-lulusan yang pintar serta berkarakter.

Pembuatan kepribadian dalam pesantren merupakan prihal yang wajib dicoba. Dimana karakter ialah suatu watak universal yang terukir didalam jiwa peserta didik, baik sikap, prilaku, pikiran ataupum tindakan, yang menempel serta menyatu didalam diri yang mana ia dapat membuat didir berbeda dengan orang lain. terdapat 4 aspek yang mempengaruhi dalam pembuatan kepribadian seseorang, ialah: aspek hederitas, aspek lingkungan, aspek kebebasan manusi dalam memastikan kepribadian serta nasibnya, serta aspek hidayah Tuhan.

Pendidikan berbasis pesantren ialah suatu sistem pembelajaran yang berusaha/ berupaya untuk memadukan antara sistem pembelajaran formal dan sistem pemeblajaran pesantren yang setiap sistem pembelaajran tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Sistem pemeblajaran formal lebih memfokuskan pembelajaran/ pengasahan pada kemampuan akademik, walaupun demikian pembelajaran formal tetap tidak mengabaikan nilai-nilai yang bersifat spiritual. Berbeda halnya dengan sistem Pembelajaran pesantren, pada umumnya pendidikan pesantren lebih memfokuskan pemebalajran pada aspek-aspek spiritual, namun tetap tidak mengesampingkan aspek intelektual akadek. menggabungkan atau memasukan dua sistem tersebut di harapkan dapat mengahsilkan generasi muda berkarakter yang mencangkup kemampuan inteltual, emosional, dan spiritual.

VIDEO PILIHAN