Mohon tunggu...
Aulia Regina
Aulia Regina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Jurusan Hubungan Internasional UPN "Veteran" Yogyakarta

I love languages and cultures!!!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Gastrodiplomasi dalam Perjamuan Negara, Wujud Implementasi Politik Luar Negeri Indonesia

3 Oktober 2022   21:43 Diperbarui: 3 Oktober 2022   22:58 281
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Setiap negara di dunia mempunyai cara tersendiri dalam mewujudkan Politik Luar Negeri Negara, salah satunya yaitu melalui diplomasi. Politik Luar Negeri merupakan kebijakan, sikap, dan langkah yang diambil oleh pemerintah suatu negara dalam melakukan hubungan dengan negara lain, organisasi internasional, serta subjek hukum internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional. 

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman, mulai dari suku, budaya, bahasa, agama, dan salah satu hal yang disukai semua orang adalah kuliner. 

Sebagaimana yang kita tahu, bahwa Indonesia juga kaya akan rempah-rempah, sehingga tidak heran jika makanan Indonesia memiliki cita rasa yang luar biasa. Oleh karena hal tersebut, Indonesia memanfaatkan kekayaan kuliner Indonesia sebagai bentuk diplomasi negara yang dikenal dengan Gastrodiplomasi.

Masyarakat internasional sering kali memandang suatu negara dari produk yang dihasilkan, sehingga salah satu produk tersebut adalah berupa makanan. Makanan adalah saranan komunikasi non-verbal yang dapat dikatakan sangat kuat untuk mengubah pandangan dunia internasional dan mempromosikan negara di kancah internasional. 

Kekuatan serta hubungan makanan dan nasionalisme mampu menjadikan makanan sebagai salah satu sarana hubungan internasional. Indonesia memilki makanan yang bercita rasa enak dan beberapa diantaranya masuk dalam kategori makanan terlezat yang telah diakui oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), yaitu Rendang, Nasi Goreng, Lumpia, dan Tempe. 

Maka dari itu, Indonesia dapat memanfaatkan hal tersebut sebagai sarana diplomasi serta implementasi Politik Luar Negeri Indonesia guna mencapai tujuan nasional.

Diplomasi adalah seni dan praktek dalam melakukan negosiasi oleh negara dalam rangka mencapai tujuan serta mendapat dukungan dari prinsip-prinsip yang dianut oleh negara. Diplomasi merupakan suatu hal yang penting bagi suatu negara, salah satu yang telah disebutkan yaitu Gastrodiplomasi. 

Gastrodiplomasi merupakan bagian dari diplomasi publik dan diplomasi budaya, yaitu dimana "makanan" sebagai sarana untuk meningkatkan brand awareness suatu bangsa. Hal yang diharapkan dari Gastrodiplomasi ini adalah supaya negara dapat meningkatkan interaksi dan kerjasama internasional. Diplomasi ini juga merupakan bagian dari soft power, yaitu cara yang dilakukan oleh suatu negara untuk memperkenalkan dan memberikan informasi serta mempengaruhi negara lain dalam membangun pandangan yang positif terhadap suatu negara.

Salah satu bentuk implementasi dari Gastrodiplomasi yang dilakukan oleh Indonesia adalah melalui "perjamuan negara" yang biasanya dilakukan oleh presiden dengan mengundang tamu-tamu negara lain. 

Perjamuan negara merupakan sebuah makan malam ataupun makan siang yang dilaksanakan oleh sebuah pemerintahan yang dipimpin oleh seorang kepala negara di kediaman resmi kepala negara yang bertujuan untuk memperbaharui dan merayakan hubungan diplomatik yang dilakukan antara negara tuan rumah dan negara dari kepala negara asing yang diundang. 

Perjamuan negara biasanya dilakukan pada saat makan malam, karena waktu yang dihabiskan dalam perjamuan cukup lama, sehingga makan malam menjadi waktu yang tepat untuk mengadakan perjamuan negara yang dilakukan oleh presiden bersama tamu-tamu undangan di istana negara. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun