Mohon tunggu...
Audrey Wijaya
Audrey Wijaya Mohon Tunggu... Hanya seorang penulis biasa

Penyuka buku, musik, travel, dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Mengatur Keuangan bagi Milenial

11 Juli 2019   13:33 Diperbarui: 11 Juli 2019   13:51 0 1 1 Mohon Tunggu...
Mengatur Keuangan bagi Milenial
digitaltrends.com

Sudah menjadi rahasia umum bahwa milenial=l kerap dianggap kurang bijak dalam mengatur keuangan. Tergerusnya budaya menabung dan melonjaknya gaya hidup seperti nongkrong di cafe, lunch atau dinner di restoran yang lagi hits serta penggunaan kartu kredit demi memenuhi kebutuhan gaya hidup masa kini merupakan salah satu yang paling sering disoroti.

Tak ayal muncul berbagai macam pemberitaan atau artikel mengenai perilaku konsumtif ini yang menyuburkan bisnis pemberi pinjaman. Lalu apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh milenial untuk dapat merencanakan masa depan agar dapat memiliki rumah maupun aset milik sendiri?

Mengutip dari beberapa sumber untuk memperbaiki kondisi keuangannya, milenial harus melakukan perubahan terhadap cara mereka mengelola keuangan dengan membaginya ke beberapa pos. Hal ini diketahui mampu memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pengeluaran apabila dilakukan dengan disiplin. Berikut tips yang dirangkum untuk mengatur keuangan bagi milenial!

1. Menyadari bahwa kamu punya hutang

Sebelum mengambil langkah lebih jauh, hal dasar yang perlu diperhatikan adalah menyadari bahwa kamu sudah punya hutang yang harus dikembalikan. Biasanya kebanyakan milenial masih tidak menyadari bahwa penggunaan kartu kredit merupakan salah satu bentuk hutang yang setiap hari gajian harus dibayarkan. 

Millennial yang belum menyadari ini akan melakukan pinjaman untuk kebutuhan lain yang biasanya tidak terlalu dibutuhkan dan akhirnya menggerus gaji yang seharusnya ditabung untuk kebutuhan mendadak.

2. Atur anggaran bulanan

Langkah selanjutnya adalah membuat anggaran bulanan. Hal ini diperlukan agar kamu lebih disiplin dalam menggunakan uang yang telah dialokasikan sesuai kebutuhan serta menghindari membeli yang tidak perlu. 

Mengutip perencana keuangan Prita Ghozie dari Kompas.com, kunci penting mengelola keuangan adalah dengan membagi pos pengeluaran yang terdiri dari Living, Saving, and Playing. Perencana keuangan OneShildt Budi Raharjo turut mengungkapkan hal yang sama, bahwa millennial harus memiliki pos tabungan dan mulai memiliki tujuan untuk sejahtera di usia produktif hingga pensiun nanti. Selain itu Budi Raharjo mengatakan bahwa idealnya orang mengalokasikan pendapatannya sebesar 60 persen untuk pos pengeluaran. Sebesar 40 persen lainnya untuk keperluan menabung, investasi hingga dana darurat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sedangkan Prita menyarankan untuk menerapkan pola 50:30:20 sebagai strategi dalam mengatur keuangan. Sebesar 50 persen dari budget dialokasikan untuk pos living yang mencakup biaya hidup selama sebulan, transportasi, komunikasi, cicilan dan pengeluaran lainnya.

Kemudian sebesar 30 persen dialokasikan untuk pos saving yang mencakup tabungan, investasi serta dana darurat. Sisanya sebesar 20 persen dialokasikan untuk pos playing yang mencakup pemenuhan kebutuhan gaya hidup, kegiatan sosial dan sebagainya.

3. Jaga hutang konsumtif

Kebanyakan millennial hanya hidup untuk saat ini yang berakhir dengan sikap konsumtif yang berlebihan dalam penggunaan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. 

Dalam hal ini, millennial harus sesuaikan gaya hidup dengan pendapatan. Tidak ada salahnya memiliki keinginan untuk pergi liburan, ganti gadget ataupun mencoba cafe/restoran yang sedang hits saat ini. Tetapi apabila dana yang dimiliki pada pos yang telah dibagi masih belum cukup, sebaiknya menabung terlebih dahulu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2