Mohon tunggu...
Fathurrahman Karyadi
Fathurrahman Karyadi Mohon Tunggu...

Penikmat jazz music, reggae perform, suara adzan dan tilawah

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengagumi Prof Azyumardi Azra

26 Oktober 2017   12:24 Diperbarui: 26 Oktober 2017   13:05 702 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengagumi Prof Azyumardi Azra
Foto bersama usai kelas (doc.pribadi)

Pagi itu, saya bangun agak telat, pukul 07.00 WIB. Padahal jadwal kuliah jam pertama pukul 07.30 WIB. Saya segera bergegas menuju kampus. Saya berdiri di depan kelas, saya mendengar sudah ada suara dosen di dalam. Saya agak ragu masuk, apalagi telat 20 menit.

Tiba-tiba seorang mahasiswi senior keluar dari kelas. Saya menyapa dia, "Bu, sudah ada dosennya ya?" Dengan tergupuh-gupuh dia menjawab "Iya, Mas. Beliau disiplin, mahasiswa yang telat gak boleh masuk. Coba aja kalau gak peraya." Jantung saya semakin berdebar, ngosngos-an belum berhenti ditambah penjelasannya yang makin bikin adrenalin dag dig dug.

Hampir saja saya pergi meninggalkan kampus begitu saja. Namun kembali saya urungkan, kalau saya pulang maka perjalanan saya dari Kampung Rambutan ke Ciputat sia-sia belaka. Tiba-tiba tekad saya semakin bulat ingin masuk ketika ada seorang teman mengirim pesan di WA. "Mas, saya gak berani masuk, karena dosen sudah di dalam kelas, saya sedang di taman, saya melihat mas di depan kelas, coba deh masuk, kalau diterima dosen, saya akan ikut masuk nanti," ungkapya kurang lebih.

Saya celingak-celinguk, ternyata dia ada di taman bawah, sedangkan kelas di lantai dua. Bismillah, saya bulatkan hati masuk kelas. Gagang pintu sudah saya putar. Bunyi deritan besi pasti menjadi pusat perhatian orang-orang di dalam. Setelah berhasil, saya buka daun pintu perlahan. Terasa aura yang luar biasa, seperti tim pembutu hantu masuk ke areal mistik. Plongmeski penuh kekhawatiran.

Kemudian saya masukkan kepala, sedangkan leher dan semua tubuh masih di luar. Saya menyapu pandangan seisi ruangan. Ketika tepat beradu pandang dengan dosen, beliau langsung menegur "Maaf, saya tidak menerima mahasiswa yang telat. Silakan keluar!"

Jeggeeer... Saya bagaikan perahu yang disambar petir di tengah ombak samudera. Saya mencoba menenangkan hati lalu berlalu menuju tempat apa pun yang bisa menjadi persinggahan. Selesai kelas, seorang kawan bercerita, "Jangankan kamu yang tadi telat 20 menit, Bro. Ada yang cuma telat 2 menit aja gak boleh masuk!".  

***

Dosen yang saya ceritakan di atas tak lain ialah Prof Dr Azyumardi Azra MA. Namanya tak asing lagi di dunia akademik, politik, maupun intelekatual kontemporer dunia saat ini. Media masa sering menjadikan beliau sebagai narasumber berbagai tajuk, maklum beliau memang memiliki pandangan yang luas dan pengamatan yang cukup berbeda dari para tokoh pada umumnya.

Hampir setiap minggu, tulisannya tampil di rubrik Resonansi harian Republika dan kolom Opini harian Kompas. Di depan para mahasiswa beliau sering bercerita tentang aktivitas maupun kegemarannya menulis. Bahwa beliau menulis bisa 2-3 jam seelum subuh lalu diselingi dengan salat, dan diakhiri dengan jogging pukul 06.00. Itu dilakukannya setiap hari. Sungguh semangat yang luar biasa.

suasana di dalam kelas saat teman presentasi (doc.pribadi)
suasana di dalam kelas saat teman presentasi (doc.pribadi)
Di samping memotivasi mahasiswa untuk rajin menulis, tokoh cendekiawan Muslim ini juga menekankan agar kami menguasai bahasa asing. Beliau memberikan beberapa kasus. Suatu ketika di Brusel, seorang anggota parlemen mengejek Indonesia sebagai negara yang intoleran karena masih ada aksi kekerasan baik antarsuku maupun agama.

Melihat hal ini, Prof Azra tak tinggal diam. Beliau langsung membuka peta dan membentangkan batas wilayah Indonesia dengan Eropa. "Luas Indonesia itu jauh lebih besar, bahkan sepadan dari Turki hingga London! Di Indoneisa, ada peringatan hari raya berbagai macam agama, sedangkan di Amerika mana ada? Kami jauh lebih toleran daripada kalian!" tutur Prof Azra dengan nada emosi.

Tak lama ini, beliau juga "berhasil" memarahi wartawan dari Prancis yang mengganggu jam sibuk beliau. Si wartawan tidak membalas email dan ia datang ingin wawacara tidak sesuai waktu yang dijadwalkan. Dengan bahasa Inggris yang fasih, Prof Azra memarahi sang wartawan. "Nah, kalau kamu tidak bisa berbahasa asing, bahagimana mau memarahi orang bule?" kelakar Prof Azra.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN