Daniel Yonathan Missa
Daniel Yonathan Missa Pelayan Pendidikan

Saya anak kampung yang mengabdi sebagai pelayan pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Indonesia vs Malaysia di Final AFF U-19 2017?

13 September 2017   22:06 Diperbarui: 14 September 2017   08:54 1837 1 1

Sepakbola selalu menghadirkan cerita menarik dalam setiap evennya. Karena hampir selalu ada kejutan. Misalnya tim lemah mempecundangi tim kuat atau tim yang bermain dengan jumlah pemain tidak seharusnya sebagai imbas keputusan wasit namun mampu mengalahkan tim yang pemainnya lengkap, atau kejutan lainnya. 

Dalam ajang AFF U-19 ada kejutan. Indonesia yang dalam pertandingan sebelumnya ditaklukan Vietnam 0-3 berambisi untuk tetap melangkah babak perempat final. Catatannya, Indonesia harus mampu mengalahkan Brunei Darrussalam dengan skor telak, sekurang-kurangnya 8 berbanding 0 tanpa balas. Dan seperti drama, Indonesia berhasil mencapai target tersebut. Kita yang menyaksikan jalannya pertandingan itu menjadi saksi hidup. 

Beberapa jam kemudian, kejutan lain terjadi. Myanmar yang tak diunggulkan atas Vietnam justru merebut tiket ke semifinal untuk bersua Malaysia. Vietnam harus angkat koper setelah kalah 2 - 1 dari Myanmar. Padahal dalam pertandingan sebelumnya Vietnam mengalahkan Indonesia dengan skor 3 berbanding nol. Sementara Myanmar dikalahkan Indonesia 0:2. 

 Di semi final Indonesia akan menjamu tim kuat Thailand. Indonesia bisa mengalahkan tim gajah putih tersebut asalkan bermain dengan memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Disiplin

Beberapa kali gawang Indonesia berhasil dibobol tim lawan oleh karena kurangnya disiplin pemain dalam mengawal pemain lawan, baik yang menguasai bola maupun yang berdiri bebas. Pep Guardiola pernah mengatakan, pemain yang paliang membahayakan ialah pemain yang berdiri bebas. Kiranya hal ini mendapat perhatian para punggawa garuda muda.

2. Menguasai diri 

Bagaimana pun juga bangsa kita terkenal sebagai bangsa yang ramah. Tetapi tidak berarti tidak agresif. Apalagi bila dipancing berkali-kali. Emosi negatif dengan mudah meletup. Ini kelemahan, mesti diubah!

Kita tahu, seseorang yang berada dalam penguasaan emosi negatif, seperti marah, tidak dapat melakukan aktifitasnya dengan baik. Daya konsentrasinya berkurang. Fakta memperlihatkan kepada kita bahwa para punggawa timnas sering mengalami hal ini. Kitab orang jujur mengatakan, orang yang menguasai diri seperti pahlawan yang memenangkan peperangan.

Dengan mengingat dan menerapkan hal ini tak mustahil Indonesia ada di final. 

Saya memimpikan Indonesia bisa bersua Malaysia di final. Tentu akan menjadi pertandingan yang menarik. Indonesia vs Malaysia merupakan el clasiconya Asia Tenggara. Dan kali ini saya berharap Indonesia mampu membawa pulang tropi juara AFF U-19 2017. 


God bless Timnas Indonesia