Mohon tunggu...
Atiqotur royyani
Atiqotur royyani Mohon Tunggu... Belajar

Memasak, Belajar Matematika

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Ungkapkan Itu! Untuk Kembali Bangkit

4 Maret 2019   23:07 Diperbarui: 4 Maret 2019   23:20 0 3 0 Mohon Tunggu...
Ungkapkan Itu! Untuk Kembali Bangkit
Sumber: Julie McMurry/Pixabay

Keterpurukan merupakan hal yang lumrah terjadi kepada setiap individu, hal tersebut disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah ketika nilai akademik peserta didik mengalami penurunan, tidak dapat dipungkiri bahwa peserta didik tersebut akan mengalami keterpurukan yang tidak menutup kemungkinan peserta didik tersebut tak mampu bangkit kembali. Ketika hal itu terjadi, maka peserta didik tersebut akan mengalami banyak kemungkinan hal yang dilakukan antara lain akan stagnan dalam posisi terpuruk atau akan menjadi semakin buruk karena tak memiliki motivasi untuk kembali bangkit dari keterpurukan tersebut.

Lingkungan merupakan salah satu faktor penentu keadaan diri individu, dari sikap atau tingkah laku individu dapat diidentifikasi individu tersebut berasal dari lingkungan seperti apa. Contohnya: ketika kita memiliki teman yang mempunyai nada bicara tinggi maka kemungkinan besar teman kita berasal dari lingkungan pesisir, hal ini dapat dikaitkan dengan keadaan sehari-hari di daerah pesisir.

Di lingkungan pesisir pastilan angina bertiup sangat kencang oleh karena itu untuk berbicarapun harus menggunakan nada tinggi, karena ketika nada bicara rendah maka otomatis lawan bicara akan merasa kesulitan mendengarkan bahkan mengetahui maksud kita. Teman juga merupakan salah satu lingkungan yang dapat mempengaruhi keadaan diri individu. Setiap individu pastilah memiliki tujuan untuk menjadi lebih baik daripada hari kemarin, dalam hal ini teman sangatlah berpengaruh untuk mencapai tujuan tersebut. Memilih teman yang bisa menuntun kita ke jalan yang lebih baik adalah pilihan yang harus ditentukan terlebih dahulu, untuk selebihnya akan mengalir seiring berjalannya waktu.

Pengungkapan masalah yang sedang menimpa kita akan mengurangi beban dalam diri kita, ketika kita sudah memiliki teman yang kita percayai dapat mengajak kita menuju kebaikan, tak ada salahnya jika kita sedikit mengungkapkan apa yang sedang menimpa kita berharap kita akan diberikan solusi, saran, maupun motivasi untuk kembali bangkit dan memperbaiki apa yang telah tejadi. Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki suatu kesalahan yang terjadi. 

Dari solusi, saran, maupun motivasi teman kita tersebut kita akan lebih terdorong untuk bangkit karena setidaknya kita memiliki seseorang yang mengerti akan kebutuhan kita walaupun tidak seperti pengertian dari kedua orang tua kita. "Mengapa kita tidak mengutarakan kepada kedua orang tua kita?" pertanyaan tersebut pasti akan terngiang ketika membaca tulisan ini. 

Pada beberapa orang bahkan kebanyakan orang berpikir ketika kita mengungkapkan masalah kita kepada orang tua kita maka secara tidak langsung kita akan menambah beban yang ada pada kedua orang tua kita, meskipun pada dasarnya orang tua harus mengetahui keadaan anaknya secara penuh, namun dikhawatirkan ketika kita mengungkapkan semua hal yang menimpa kita kepada kedua orang tua akan menanamkan rasa manja kita, karena kita tidak dituntut untuk menyelesaikan hal yang menimpa diri kita sendiri.

Maka dari itu menurut penulis mengungkapkan hal yang menimpa kita kepada teman merupakan hal yang tepat, namun pengungkapan kepada teman harus kita batasi, dalam artian tidak semua hal yang menimpa kita harus kita ungkapkan, cukup hal yang sekiranya butuh pendapat dari orang lain. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x