Mohon tunggu...
Athaya Wiratri H.
Athaya Wiratri H. Mohon Tunggu... Perencana Keuangan - Mahasiswi

.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Intip Karakter Nadiem Makarim dalam Memimpin Perusahaan Gojek

26 Juli 2021   23:37 Diperbarui: 26 Juli 2021   23:43 178 2 0 Mohon Tunggu...

Pemimpin dalam sebuah perusahaan perlu untuk memiliki gaya kepemimpinan yang sesuai dengan karakter, situasi dan nilai dari sebuah perusahaan. Gaya kepemimpinan tersebut harus bisa mempengaruhi anggota organisasinya agar dapat bekerja sama mencapai tujuan. Maka dari itu, tidak jarang gaya kepemimpinan menjadi tolak ukur dalam keberhasilan kinerja seorang pemimpin.

Para anggota atau karyawan tentunya berharap memiliki pemimpin dengan kepemimpinan yang dapat mendelegasikan tugas dengan efektif, mengarahkan pekerjaan, mengayomi, dan menghargai mereka. Tidak jarang banyak pemimpin yang menyalahgunakan jabatannya dengan memperlakukan anggota atau karyawannya dengan semena-mena seperti memberikan tugas yang overworked sehingga membuat karyawan tersebut tidak produktif. Dengan sikap dan perilaku pemimpin tersebut dapat mengarahkan ke lingkungan kerja yang tidak sehat, tidak ada rasa saling support antar anggota dan atasan, dan juga menurunkan tingkat motivasi anggota sehingga tujuan perusahaan tidak tercapai dan parahnya akan menaikkan tingkat turnover karyawan di perusahaan.

Selain gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dan kondisi, pemimpin juga perlu memiliki karakteristik personal seperti kecerdasan, kepercayaan diri, rasa bertanggung jawab, dan juga rasa komitmen terhadap hal yang sedang mereka jalankan. Hal lain seperti kejujuran dan integritas menjadi dasar kepercayaan dari anggotanya sehingga mereka tidak terbebani dengan tugas yang diberikan atasan.

Terdapat 2 pendekatan perilaku bagi seorang pemimpin yang dipaparkan oleh Richard L. Daft dalam bukunya The Leadership Experience (2018) yaitu.

  • Kepemimpinan otokratis, pemimpin cenderung untuk memusatkan otoritas dan jabatan yang mereka miliki dengan mengendalikan anggotanya secara penuh untuk menetapkan kebijakan, menentukan dan mengarahkan tujuan yang ingin dicapai, serta mengawasi seluruh kegiatan organisasi tanpa partisipasi anggotanya.

  • Kepemimpinan demokratis, kemampuan seorang pemimpin yang dapat mendelegasikan tugas dan wewenang kepada anggotanya, mempengaruhi anggotanya agar bersedia untuk bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, dan mendorong partisipasi yang aktif dari setiap anggotanya dalam pengambilan keputusan.

Beberapa penelitian mengatakan bahwa kepemimpinan demokratis merupakan kepemimpinan yang efektif karena kepemimpinan ini cenderung untuk meningkatkan moral dan produktivitas dari sebuah organisasi.

Nadiem Makarim adalah contoh dari kepemimpinan demokratis. Beliau adalah pendiri Gojek Indonesia yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Awal mulanya Nadiem membuat Gojek karena ia tidak suka bekerja untuk orang lain dan ingin mengontrol takdirnya sendiri dengan berbekal pengalaman kerja di beberapa perusahaan seperti Mckinsey & Company sebagai Management Consultant, Zalora Indonesia sebagai Managing Editor dan Co-Founder, dan menjadi Chief Innovation Officer (CIO) di perusahaan start-up Kartuku.

Beliau menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar karyawan, driver, rider, dan juga pengguna aplikasi. Nadiem memberikan kebebasan kepada karyawannya agar terus berekspresi dan berkreasi dalam menciptakan produk dan layanan yang terbaru guna memuaskan para pelanggan. 

Beliau juga fokus terhadap tujuan dan pencapaian secara nyata, dimana tujuan didirikannya Gojek adalah untuk menjadikan aplikasi ini menjadi layanan jasa dengan pengguna terbesar di Asia Tenggara.

Nadiem mendorong diskusi yang melibatkan karyawannya secara aktif untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan terhadap sebuah masalah. Beliau juga memberikan ruang aspirasi kepada karyawannya untuk menuangkan permasalahan yang sedang terjadi di perusahaan. Dengan partisipasi dari karyawannya, selain mendapatkan jalan keluar dari masalah tersebut, juga menambahkan rasa saling percaya antar karyawan untuk perkembangan perusahaan kedepannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN