Mohon tunggu...
Aten Dhey
Aten Dhey Mohon Tunggu... Penulis - Senyum adalah Literasi Tak Berpena

Penikmat kopi buatan Mama di ujung senja Waelengga. Dari aroma kopi aku ingin memberi keharuman bagi sesama dengan membagikan tulisan dalam semangat literasi.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Misteri Sumur Bibin

28 Juni 2020   22:27 Diperbarui: 28 Juni 2020   22:16 188
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Udara dingin. Angin semakin kencang. Katrol penarik tanah dari sumur itu mulai berbunyi. Sejak pagi dia tak pernah berhenti. Mungkin oli kotor yang dioleskan semalam telah kering. 

"Tarik," teriak Fredi dari dalam sumur. 

Hari ini tepat sembilan hari sumur paroki di Bibin digali. Sudah ada tanda-tanda air. Tanah mulai becek. Kata beberapa pekerja tanah kuning sudah menunjukkan sumber mata air. 

"Besok pasti air sudah dapat," ungkap Fridus sambil mengguling rokok kreteknya. 

Suasana di tempat gali sumur semakin ramai. Beberapa orang menyempatkan waktu untuk datang melibatkan diri. Sumur kini mencapai lima meter. 

"Irgi bawakan kopi dan ubi jalarnya," pinta Pater Gabo. 

Tanah galian terus diangkat dari dalam sumur. Oka, Acong, Rius, Raka, Febro, dan Marsel mencairkan suasana dengan cerita konyol masa lalu. 

"Dulu pastoran sangat ramai. Remi, seorang anak kompas memiliki kelainan dengan tidur di sembarang tempat. Dia pernah tidur di bangku gereja," kenang Acong sembari menertawai cerita itu. 

Rius menambahkan, "Pernah sekali dia bersama Pater Seli mengikuti misa di Sukabitetek. Saat itu dia dengan Pater pergi menggunakan motor. Saat tiba, Remi tertidur nyenyak di atas motor, hahaha."

Senja mulai hilang. Langit mulai gelap. 

"Mari kita minum kopi bersama. Fredi, ayo naik. Kita cukupi pekerjaan hari ini," kata Pater Gabo. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun