Mohon tunggu...
Aswin
Aswin Mohon Tunggu... Lainnya - Setiap waktu adalah kata

Berusaha menjadi penulis yang baik

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop

Gila, Menyengat Rakyat dengan Aliran Listrik

25 September 2022   21:42 Diperbarui: 25 September 2022   21:48 86 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto : Design asof12-Wallpeper.com/Ilustrasi

Sekitar tiga bulan lalu, seorang petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN), mengungkapkan akan diberikannya kompor listrik kepada pelanggan (dengan cara diundi). Saya baru sadar, ternyata konversi LPG ke kompor listrik-induksi sudah direncanakan secara diam diam oleh instansi terkait jauh sebelum rumors tersebut timbul kepermukaan publik, mengundang pro dan kontra terkait dampaknya bagi rakyat kecil dan miskin

Rasionalitas, bahwasanya segala peristiwa yang terjadi didalam kehidupan ini, termasuk didalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidaklah berdiri sendiri, melainkan terkait erat dengan peristiwa yang mendahului sebelumnya. "Tak mungkin ada asap jika tak ada apinya, " demikian ungkap orantua kita menganalogikannya. 

Ada sebab dan akibatnya, hukum kausalitas. Exampleir : Secara tiba tiba saja sebuah bingkisan berada depan pintu rumah kita. Dan bingkisan itu tidak mungkin berada didepan pintu (sekonyong konyong), terkecuali ada yang telah menaruh atau meletakkannya (peristiwa yang mendahuluinya)". Demikian pula halnya dengan program konversi LPG bersubsidi ke kompor induksi-listrik.

MENYENGAT RAKYAT

Secara eksplisit, konstitusi atau Undang undang dasar 1945 telah mengamanatkan kepada kita bangsa Indonesia, bahwa kekayaan sumber daya alam dan segala isinya diperuntukan sebesar besarnya untuk (kepentingan) kesejahteraan rakyat Indonesia. 

Dan keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah seyogyanya  mampu mengelola dan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam itu, baik yang berada didarat maupun dilaut yang tersebar hingga kepelosok Nusantara, berupa gas, tambang-batu bara dan seterusnya, untuk kepentingan kesejahteraan rakyat Indonesia, termasuk didalamnya pengadaan energi listrik, dan bukan sebaliknya.

Sebagaimana diketahui dan dipahami bersama, bahwa kebutuhan dan ketergantungan rakyat Indonesia terhadap energi listrik, begitu sangat besar dan tinggi. Apalagi dalam dunia modern, yang berwawasan atau berorientasi pada kemampuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, maka ketersediaan listrik menjadi garda terdepan. 

Karena untuk dapat mengakses komunikasi dan informasi, baik berskala global, nasional maupun lokal dibutuhkan kekuatan aliran listrik yang cukup memadai dan signifikan : Aliran listrik dapat menyalakan televisi, komputer, laptop, handphone dan jaringan internet (Wi-Fi).

Kebutuhan akan listrik bagi rakyat dan bangsa Indonesia, khususnya dalam konteks mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara itu, sudah seyogyanya menjadi perhatian serius pemerintahan yang yang memerintah atau penguasa yang berkuasa. 

Karena rakyat telah memberikan kepercayaan kepada penguasa yang berkuasa dalam pesta demokrasi, supaya dapat mengelola harapan dan keinginan rakyat Indonesia sesuai dengan amanah undang-undang dasar 1945 dan Pancasila, yang terkait dengan kejahteraan hidup rakyat Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan