Mohon tunggu...
Emmanuel Astokodatu
Emmanuel Astokodatu Mohon Tunggu... Jopless

Syukuri Nostalgia Indah, Kelola Sisa Semangat, Belajar untuk Berbagi Berkat Sampai Akhir Hayat,

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Makna Memaknai dan Nilai

10 Oktober 2019   13:25 Diperbarui: 10 Oktober 2019   13:31 0 0 0 Mohon Tunggu...

Membaca tulisan saya barusan di Kompasiana,(BerburuNilai dari Silang Pendapat)  seorangteman menanyakan menanyakan kepada saya arti kata Nilai menurut saya.

Sambil bergurau pun spontan saya jawab: Nilai itu angka 100 atau 10 tercantum didalamrapor yang selalu diharapkan oleh seorang siswa dari gurunya sebagai ukuranprestasi belajar siswa. Ukuran prestasi belajar.

Prestasi adalah hasil upayayang positip, baik, yang bisa dicapai seseorang, sehingga orang itu dikatakan"berprestasi ". Kebalikannya disebut kegagalan, orangnya dikatakan gagal karenahasil upayanya negatip, buruk. 

Baik dan buruk mewarnai nilai, suatu hasil upaya danatau perolehan. Atas dasar itu maka nilai mengandung makna suatu tataran ataugradasi. Nilai itu positip, dikatakan baik atau sempurna. Tetapi hasil upayaatau perolehan tidak selalu hitam putih baik.

Dari banyaknya orang, jeniskerja, model upaya dan seterusnya kita menemukan perolehan atau kebaikan itumengandung ketidak-sempurnaan, keburukan, cacat, gagal. Disana itu manusiamempunyai peluang untuk membuat perbandingan satu sama lain.

Di situlahnilai lebih berbicara. Nilai paling baik, kurang baik, setengah baik satengahburuk, sedikit buruk, dan nilai paling buruk. Disini ditemukan istilah popular"optimal", upaya yang paling baik yang dikerjakan. Dan "maksimal", nilaiterbesar yang bisa diperoleh.

Nilai adalah suatu kebaikan yang menjadi sasarankemauan, harapan, perjuangan, upaya, usaha untuk dicapai diperoleh.

Dengan Akal budi manusia didukung oleh segalakemampuannya untuk melihat, mendengar, mengingat, merasakan pendeknnyamengamati, menangkap dengan segala dayanya manusia memaknai dan menilai.

Terhadap lingkungannya benda, sesame manusia, peristiwasedunianya manusia memaknai menangkap arti dan menilai menangkap kebaikan,untuk menemukan apa yang pantas menjadi sasaran untuk di nikmati, dirasakan,dimilikinya.

Disana, dalam upaya memaknai arti dari segala sesuatuini manusia memperoleh arti, pengertian, kesan, bahkan pesan darilingkungannya. Dalam upaya yang lebih serius dan intensip diperolehnya suatuhikmah, pembelajaran, nilai yang tidak cukup dinikmati pada saat itu langsung,tetapi nilai yang harus diwujudkan, direalisasikan kemudiannya.

Manusia, kita ini, memang mahkluk yang selalu maunya dipuasi,yang merasa menjadi sempurna ketika kecenderungannya itu menemukan muarakepuasan dan kepenuhan. Pertanyaannya kesempurnaan dan kepenuhan macam apa,itulah hak manusia untuk memilihnya. Dan sekedar menyebut yang bisa disebut,bolehlah dikatakan disini beberapa kepuasan manusiawi, sebab semakin kepuasanitu mendekat pada titik terbaik, itu artinya ada nilai tinggi yang dicapai.

Ada orang yang dipuaskan batinnya dengan memperolehmenangkap arti makna dan manfaat dari sesuatu. Dan itu berarti orang itu akanberusaha merealiasikan arti itu olehnya, oleh lingkungannya atau dikemudiannya.Ada orang memperoleh kepuasan dengan menikmati keindahan, entah pemadangan,benda, suara, atau selera hidung dan lidah. Ada orang yang mencari berangkatdari nafsu syahwatnya mencari nilai nilai yang terkait dengan perbedaan danhubungannya lelaki dan perempuan. Ada orang yang berharap akan nilai suasana,kedamaian, ketenteraman, keheningan. Ada orang yang maunya puas hanya denganmemiliki segalanya. Setiap orang mencari nilai yang setinggi-tingginya, yangbisa /mau dicapai.

Syarat untuk dipenuhinya kepuasan dalam nilai yangoptimal dan maksimal bagi manusia berakal budi harus diikuti suatu proses. Danproses itu selain didalam alam semesta dan lingkungan manusia namun yangterutama adalah proses dalam manusia itu sendiri. Apabila Kebebasan kehendakmanusia yang merupakan hak asasi kemanusiaannya telah dikatakan dimuka makasyarat berikutnya adalah diikutinya proses. Untuk lebih jelasnya ingin sayajelaskan beberapa istilah dengan illustrasi cerita dibawah ini.

Pada suatu hari kita diundang pada suatu perayaan HariRaya Idul Fitri para Guru seKecamatan kita. Tersebut dalam Undangan acara mulaijam 10.00. Kita sebagai seorang guru datang jam 09.50. Didepan gedung pertemuandipasang spanduk berhias, "Selamat Hari Raya Idul Fitri :  Maaf lahir batin". Dengan spanduk itu hatikita dibangun suasana Lebaran. Itu Pesan dari Panitia yang mengatur tempatperayaan, agar para tamu sadar maksud dan tujuan mereka diundang datangketempat itu. Memasuki ruang pertemuan, tampak di podium tulisan berbunyi:"Dengan Perayaan Idul Fitri dan Memaafkan Lahir Batin kita Bina rasa ukkuwahdiantara Guru/Pendidik generasi penerus penuh kerukunan dan kedamaian."  Dalam mata acara yang disampaikan pengacaraada setelah pembukaan : 1. Sambutan Kesan Pesan oleh Bp. Camat,  2. Hikmah Lebaran oleh Bp.Ustadt, dst....  Memang Peristiwa Hari Lebaran pada dasarnyadiketahui umum, sebagai perayaan hari raya keagamaan. Yang berdampak budaya.Yang memberi pesan dan kesan tersendiri bagi kita kita pada umumnya. Hari itumempunyai makna dan arti dasar dan umum tahu. Hari Lebaran juga mempunyaiajakan dan pesan khusus: "Maaf Lahir Batin". Semua itu bisa menjadi peluangbagi pejabat untuk menyampaikan harapan khusus bagi pemuka masyarakat khusus diwilayahnya. Disamping itu seorang pakar di bidang dan sisi agamanya bisamenyampaikan kupasan lebih jauh makna dan arti untuk bisa diterima umat sebagaihikmah hari raya tersebut bagi kelompok khususnya.

Jadi ada makna dan arti, ada pesan dan kesan, dan adahikmah hari raya itu hasil telaah, kupasan yang disampaikan ahlinya.Keseluruhan adalah nilai nilai (kebaikan) dari suatu Peristiwa. Seorangseharusnya mengikuti proses kegiatan untuk sampai pada Nilai kebaikan yang maudicapai.

Proses diawali dengan pemikiran untuk memperoleh makna dan arti, maanfaat dan buah kebaikan.Proses pemahaman, penentuan awal posisi diri terhadap nilai. Pertimbangansituasi dan kondisi, mendengar, belajar, mengambil keputusan dan pilihan.Pengamalan dan aktualisasi nilai yang dilanjutkan kalau bisa sampai padapembiasaan atau pembudayaan nilai yang disadari, dilaksanakan dan dibiasakan.

Proses itu hal yang tidak bisa diabaikan untuk benar2suatu nilai diperoleh. Melalui proses nilai diperoleh, dikaji keasliannya, dikembangkandan disempurnakan,  tetapi juga nilaibisa melalui proses nilai bisa disimpangkan dan diabaikan akhirnya dilupakan, digantikandengan yang lain dan yang lama itu dianggap tidak ada lagi.

Nilai yang harus diperhatikan dewasa ini semisalkesadaran yang benar terhadap nilai yang semula telah disepakati bersama.Seumpama: Pancasila, UUD 1945, NKRI, BinekaTunggal ika. Dan memberi perhatian ini bukan saja PR bagi Pemerintah Jokowipriode 19-24 tetapi PR semua pihak yang mencintai Tanah Air Indonesia.

Permenungan sambil menanti terbitnya zaman menujucahaya. Maka tolong terima salam hormat saya.

Ganjuran, Oktober,10, 2019. Emmanuel Astokodatu.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x