Mohon tunggu...
Asti Sundari
Asti Sundari Mohon Tunggu... Lainnya - Berfikir adalah salah satu cara bersyukur telah diberi akal. Sebab keunggulan manusia dari akalnya.

Nikmatilah proses yang ada, karena setiap proses yang dilalui mengajarkan banyak hal.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Filosofi Cinta

9 Agustus 2021   14:16 Diperbarui: 9 Agustus 2021   15:29 347
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

“Iya-iya.”

Tiba-tiba sang dosen akhirnya datang juga, ia mulai memberikan kuliah dan aku memperhatikan dengan seksama. Filsafat adalah salah satu mata kuliah yang membuat aku cukup tertarik. Karena banyak buku-buku yang aku baca soal filsafat juga. Saking asyiknya waktu berlalu dengan cepat and then mata kuliah pun selesai. Aku memberesken semua buku-buku ku dan Rio menghampiriku.

“Abis ini, mau kemana kamu Ti?” tanya Rio sambil berlalu dari kelas.

“Ke tempat tongkrongan dong,” jawabku sambil mengikutinya keluar dari kelas.

“Halahh nongkrong di ruang HIMA aja bangga, orang-orang itu nongkrongnya di Cafe. Ini paling di warung bu Iis sama di ruang HIMA.”

“Yaelah, kalo kamu mau nongkrong disono jangan ajak aku. Nongkrong sama yang lain aja. Aku ga diajarin jadi orang Hedonis yang ngasih makan para Kapitalis.”

“Widihhh mereka juga kan cari makan.”

“Mending beli kopi di warung bu Iis, selain hemat juga membantu para kaum Proletar dalam mencari rejeki.”

“Tapi, kan sama aja ngasih duit sama Kapitalis, wong yang bikin produknya mereka. Sama aja kan?”

“Iya deh, gimana kamu aja. Yang pasti penjualnya bukan kaum Proletar.”

“Yaudah ngalah deh, nanti malem ada rapat di taman kota. Diskusi perihal kegiatan yang bakalan kita adain.”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun