Mohon tunggu...
Hasto Suprayogo
Hasto Suprayogo Mohon Tunggu...

indonesian creative designer & digital marketing consultant | astayoga@gmail.com | http://www.hastosuprayogo.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Slamet dan Patok Makam yang Dipenggal

19 Desember 2018   02:56 Diperbarui: 19 Desember 2018   13:26 0 11 7 Mohon Tunggu...
Slamet dan Patok Makam yang Dipenggal
Makam Slamet - Tribunnews

Namanya Slamet, namun sayang nasibnya tak beruntung. Pria paruh baya warga Kelurahan Purbayan Kotagede Yogyakarta ini meninggal lantaran tersedak makanan. Tidak berhenti sampai di situ, nasib malang berlanjut bahkan selepas yang bersangkutan dimakamkam.

Kebetulan Slamet seorang Katolik. Dan layaknya umat agama tersebut, patok makamnya berupa tanda salib.

Namun, saat akan dimakamkan, warga sekitar tempat penguburan menolak patok tersebut ditancapkan. Mereka bahkan menggergaji patok tanda peristirahatan terakhir Slamet sehingga bentuknya mirip huruf T.

Kabarnya, pemotongan tadi atas persetujuan keluarga korban. Alasannya ada penolakan warga atas pemakaman almarhum.

Sebabnya menurut seorang tokoh warga karena kompleks makam tersebut adalah pemakaman muslim, sementara Slamet bukan.

Meski kemudian ada bantahan dari Ketua RT setempat bahwa pemakaman tersebut adalah kompleks umum.

Anda kaget? Anda shock? Anda tercengang tak percaya?

Well, ini bukan fiksi di negeri pararel entah berantah. Ini nyata terjadi di Yogyakarta.

Apa yang bisa dipetik dari kejadian memalukan itu?

Pertama bahwa pandangan eksklusifitas itu ada dan nyata. Dipegang, dipercaya dan dieksekusi nyata oleh sebagian saudara sebangsa kita.

Kedua intoleransi itu nyata dan kadang tak disadari oleh pelakunya. Sebagaimana klaim sang tokoh warga yang menyebut mereka toleran, buktinya mereka mengijinkan Slamet dimakamkam bahkan membantu proses pemakaman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2