Mohon tunggu...
ASRI NUL AINI
ASRI NUL AINI Mohon Tunggu... Mahasiswa Sejarah

Mahasiswa Sejarah 2020

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Perekonomian Asia Tenggara

21 Juni 2021   10:51 Diperbarui: 21 Juni 2021   11:08 51 1 0 Mohon Tunggu...

Sejak muculnya Virus Covid-19 pada tahun 2019 ini membawa banyak dampak perubahan bagi dunia secara menyeluruh. Berbagai cara dilakukan pemerintah dalam mengatasi dampak dari pandemic covid-19 saat ini, tidak hanya berdampak pada bidang Kesehatan saja. Akan tetapi, dalam sekor ekonomi juga merasakan dampak akibat pandemic covid-19.

Salah satunya pada Kawasan Asia Tenggara yang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat dampak dari pandemic covid-19. Pembatasan aktivitas masyarakat selama pandemic membuat pertembuhan ekonomi dikawasan Asia Tenggara meredup dan berkurang.

Perlambatan ekonomi saat ini tidak hanya terjadi dikawasan Asia Tenggara saja, tetapi semua negara. Di Kawasan Asia Tenggara hanya Vietnam yang mampu memberikan pertumbuhan positif, keberhasilan Vietnam dalam menyelesaikan penyebarann covid-19 dapat mempercepat permulihan ekonomi dalam negaranya sendiri. sementara itu, Malaysia juga menjadi negara yang mengalami kontraksi paling mendalam di antara negara lainnya. Malaysia mulai  menerapkan karantina wilayah terbatas (lockdown partial) secara menyeluruh di negaranya sebagai upaya untuk mengatasi penyebaran covid-19 di negaranya sendiri.

Menteri luar negeri Retno Marsudi juga mengatakan bahwa kerja sama antar negara dalam mengatasi COVID-19 adalah suatu keharusan dalam memberikan cara-cara yang lebih inovatif dalam meningkatkan kerja sama antara negara-negara dengan bahan baku, teknologi, dan kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi pandemi ini. Dalam hal ini ASEAN sepakat untuk memperkuat kerja sama dengan bertukar informasi dan pengembangan riset.

Malaysia dan Singapura memutuskan untuk memberikan subsidi dana besar dalam menstabilkan perekonomian. Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin menyatakan, pemerintah akan menggelontorkan bantuan senilai 250 miliar ringgit atau setara dengan 930 triliun rupiah sebagai upaya menstabilkan perekonomian dan memerangi pandemi COVID-19.

PM Malaysia menjanjikan, sepertiga dana stimulus akan mendukung sektor bisnis, dilihat dari pertumbuhan ekonomi Malaysia yang mulai terhambat sejak diberlakukannya lockdown pada 18 Maret yang lalu. Bebanekonomi Malaysiasemakin bertambah dengan adanya perubahan mendadak dalam pemerintahan bulan lalu dan perang harga yang sedang berlangsung di pasar minyak.

VIDEO PILIHAN