Mohon tunggu...
Aspianor Sahbas
Aspianor Sahbas Mohon Tunggu...

alumni pascasarjana Jayabaya,bekerja di Indonesia Monitoring Political Economic Law and Culture for Humanity (IMPEACH)

Selanjutnya

Tutup

Politik

DPR Tidak Bisa Mengurusi Dirinya Sendiri, Apalagi Mengurusi Rakyat?

31 Oktober 2014   11:01 Diperbarui: 17 Juni 2015   19:04 0 1 1 Mohon Tunggu...

DPR TIDAK BISA MENGURUSI SENDIRI APALAGI MENGURUSI RAKYAT

Oleh : Aspianor Sahbas

Untuk mengatur dirinya sendiri saja DPR babak belur, apalagi mengurusi kepentingan rakyat. Lihat saja sejak dilantik sampai hari ini, apa yang dipertontonkan DPR kepada rakyat? Mereka membelah diri menjadi dua kelompok yaitu; Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih.

Setelah ada dua kelompok di DPR, lalu mereka rame-rame berebut kekuasaan untuk menjadi pimpinan baik di DPR maupun di MPR. Setelah perebutan kekuasaan di tingkat pimpinan selesai intrik-intrik politik perebutan kekuasaan dari pimpinan DPR dan MPR bergeser ke perebutan kekuasaan pimpinan-pimpinan komisi dan badan atau alat-alat kelengkapan Dewan.

Dalam perebutan kekuasaan pimpinan komisi atau alat kelengkapan dewan kita sempat menyaksikan adegan atau insiden yang memalukan. Ada anggota dewan yang membanting meja karena merasa aspirasinya tidak mendapat respon yang baik dari pimpinan dewan yang memimpin rapat. Berserakanlah buku,HP dan gelas pecah di lantai.

Kejadian yang diliput langsung oleh berbagai media tersebut tentu saja menyentakan naluri dan akal sehat kita, beginikah cara-cara DPR mengurusi dirinya dan memperjuangkan kepentingan politiknya.

Cara-cara seperti itu jelas memperlihatkan cara-cara yang tidak sehat dan rasional dalam menjalankan fungsi-fungsi kedewanan. Sangat jauh untuk bisa dikatakan sebagai politisi yang negarawan yang mampu bersikap dewasa dalam menyikapi persoalan-persoalan politik.

Dengan perkataan lain, kita ingin mengatakan bahwa kalau cara-cara anggota DPR bersidang dengan cara menjungkirbalikan meja untuk mencapai satu tujuan rapat atau cara pimpinan dewan dalam mengelola rapat yang mengabaikan aspirasi peserta rapat, maka mereka mirip seperti orang-orang rimba yang tidak mengenal aturan main dalam berdemokrasi.

Dan yang lebih parah lagi, di internal DPR sekarang ini ada gerakan mosi tidak percaya terhadap pimpinan Dewan yang sudah disepakati. Celakanya mosi tidak percaya ini diiringi dengan pembentukan DPR tandingan oleh Koalisi Indonesia Hebat. Alasan mereka membentuk DPR tandingan karena Koalisi Merah Putih yang mayoritas di parlemensudah tidak akomodatif lagi dengan keinginan Koalisi Indonesia Hebat untuk berbagi secara proporsional berbasis hasil Pemilu dalam pembentukan Komisi dan alat kelengkapan dewan.

Realitas adanya DPR tandingan ini sungguh hal yang sangat menggelikan, seolah-olah lembaga perwakilan DPR adalah sebuah lembaga dagelan. Sulit untuk bisa membayangkan apa yang akan terjadi terhadap bangsa dan negara ini jika legislatif terbelah dua. Bagaimana mungkin mereka bisa bekerja untuk rakyat. Yang terjadi pasti adalah menunggu saat-saat kehancuran dalam kehidupan bernegara.

Oleh sebab itu, kepada anggota DPR bersikaplah sebagai negarawan, tidak saling adu kekuatan di lembaga parlemen yang menguras energi bangsa sehingga tidak bisa berbuat hal-hal yang produktif dan bermanfaat. Jika dalam mengurusi diri sendiri saja DPR tidak bisa, bagaimana mungkin DPR bisa mengurusi rakyat dalam rangka menjalankan fungsi-fungsi kedewanan.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x