Mohon tunggu...
asni asueb
asni asueb Mohon Tunggu... Penjahit - Mencoba kembali di dunia menulis

menyukai dunia menulis

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Ikhlas Melepas Orang yang Kita Cintai

26 Maret 2021   23:49 Diperbarui: 27 Maret 2021   06:24 347
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpribadi, seminggu menjelang kepergiaan dirimu Bahagia kami diberi waktu  menemanimu

 Di hari kedua aku menunggu beliau, di saat fajar menyapa, ada tangis yang membanjiri hati, seakan beliau akan pergi, meninggalkan pesan, menitipkan adik adik padaku. Kita berkumpul mengelilingi beliau. 

Hati kembali tenang, setidaknya beliau telah menyampaikan amanah dan ingin anak anaknya akur walau tanpa beliau. 

Hati Mendua

Aku kembali pamit, walau sedikit berat, dengan alasan yang tepat akhirnya beliau mengiyakan namun dalam perjalanan pulang hati tidak merasa tenang, dipertengahan jalan suami pun bilang di wa, "kok pulang, tunggu saja tante," kata suamiku. 

Aku kembali ke rumah tante, walau adik adik sedikit heran, namun aku menuruti kata hatiku, seakan tak rela meninggalkan beliau dan seakan ada yang belum terselesaikan namun aku tidak tahu apa.

Pentingnya Sebuah Kata Ikhlas 

Siang itu tanpa di duka, adik  sepupuh perempuanku, menceritakan kejanggalan di hatinya, merasakan apa yang sebenarnya aku rasakan. Ternyata masih ada yang tak ikhlas untuk melepas orang yang di cintai, yang mengandung hingga membesarkan dengan penuh cinta.

Adik sepupuh perempuanku bercerita panjang lebar tentang tidak ikhlas dengan semua ini, jika semua terjadi. Dengan uraian air mata, aku mencoba menasehati adikku dengan penjelasan yang teramat sederhana dan mudah untuk dipahaminya. 

Akhirnya ya pun merasa kelegaan hati. Namun masih ada satu ganjalan di hati,bagaimana harus menyampaikan semua ini kepada anak bungsu beliau. Aku tahu berat dihatinya untuk menerima kenyataan dan cara menghindar terus.menerus, itu sudah satu isyarat bahwa si bungsu merasa berat. 

Mungkin inilah jawaban dari keresahan hatiku, aku harus menyelesaikan masalah ini dan menyampaikan semua ini. Terima tidak terima ini makna yang  aku  tangkap dari pandangan mata tante agar tidak pulang sebelum semua selesai. 

"Sebenarnya adek ikhlas dak melepas mama (tiada jawaban diam membisu), adek tega mendengar erangan mama tiap hari. Mama kesakitan dek. Kita harus mengikhlaskan mama pergi, jika mama sembuh itu keajaiban yang kita terima. Kita tidak menyalahkan kodrat dan mendahului kehendak Allah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun