Mohon tunggu...
asni asueb
asni asueb Mohon Tunggu... Mencoba kembali di dunia menulis

Seorang ibu rumah tangga yang senang menulis, sempat berlalu dari dunia menulis dan kembali terdampar di dunia menulis. Ternyata kerinduan untuk menulis lebih besar dibanding kisah lara. Walau masih terkesan kaku namun terus mencoba. Setidaknya menuangkan rasa

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Amarah Rindu

2 Oktober 2020   07:00 Diperbarui: 2 Oktober 2020   06:59 15 4 0 Mohon Tunggu...

Otakku tak waras, jiwaku merasuk raga
Kenapa harus bergelut dalam jiwa
Kenapa datang memenuhi rongga


Aku ingin menyapa tapi hatiku mendua
Aku ingin mendekap rindu tapi salahku tak berbilang, hingga seperti berselimut dosa


Denyut nadi terus berdetak hingga jantung meronta membuat sesak dada
Bagaimana aku harus bersikap
Sedang jiwaku ingin bersama


Aku takut!
Aku takut!
Tenggelam dalam dua bayang..
Aku paksa diri untuk melepas namun jiwa meronta
Aku berlari namun bayang tetap mengikuti


Kenapa
Kenapa
Kau belenggu raga
Kau dekap jiwa
Tapi kau hanyut kan  hati


Rasa itu rasamu
Yang terus memenuhi otak
Bahkan mendidihkan darah
Separah inikah rindu


Belasan tahun tak berkata tentang rindu apalagi  bercerita.
Seakan kata rindu menelanjangi  diri dan bergumul dalam ruang kenistaan


Apakah ini yang dibilang terpenjara hingga saat lolos meluapkan rasa
Otakku  mulai panas saat jawab tak ku dapati
Mukaku memerah saat bara itu terpampang di wajah


Ya Allah inikah neraka_Mu atau Surga_Mu. Aku lelah tubuhku terkulai dan otakku seakan meledak menghamburkan semua isinya dan aku menyadari bahwa itu satu kesalahan karena rindu tak akan pernah bertuan

Palembang,01102020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x