Mohon tunggu...
Asita Suryanto
Asita Suryanto Mohon Tunggu... Traveler

pecinta traveling dan kuliner

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Artikel Utama

Terbang Boleh Gratis, Mendarat Harus Membayar

28 Maret 2018   10:52 Diperbarui: 29 Maret 2018   09:27 0 14 3 Mohon Tunggu...
Terbang Boleh Gratis, Mendarat Harus Membayar
Saat akan naik pesawat terbang, penumpang harus merasa aman (dok pribadi)

Pada saat ini, melakukan perjalanan dengan naik pesawat bukan merupakan transportasi yang dianggap mahal dan bergengsi. Hampir semua lapisan masyarakat di Indonesia, sudah bisa naik pesawat. Banyak maskapai penerbangan yang menawarkan tiket dengan harga promo dan terjangkau, bahkan kadang-kadang harganya sampai nol rupiah dan konsumen hanya dikenakan pembayaran pajak saja. Hal ini pernah saya alami sekitar tiga tahun yang lalu pulang-pergi Jakarta-Semarang, naik pesawat low cost dengan biaya tiket hanya Rp 10.000,00.

Di kalangan penerbangan ada pepatah, Anda bisa terbang dengan gratis, tapi mendarat harus membayar. Istilahnya dalam suatu penerbangan tidak ada yang gratis, karena sejak Anda  memasuki terminal bandara, diperlukan alat-alat detektor x ray yang mahal dan petugas khusus  yang harus digaji setiap bulannya agar penerbangan Anda sangat aman. Keamanan penumpang udara sangat diperhatikan dan menjadi perioritas  utama  pemerintah.

Menurut perkiraan di Bandara Soekano Hatta saat ini, setiap jamnya hampir melayani 80 penerbangan dan setiap tahun ada 20 juta penumpang yang diangkut oleh maskapai penerbangan. Dengan padatnya penerbangan dan banyaknya penumpang, kelaikan terbang pesawat dan keamanan penumpang amat sangat diperhatikan. Hal ini disampaikan oleh Bapak Dr Ir Agus Santoso Msc,  Dirjen Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan dalam acara Kompasiana Akademi Sobat Aviasi di Hotel Santika Teraskota, BSD City Minggu lalu.

Hal yang harus diikuti penumpang pesawat (dok djpu)
Hal yang harus diikuti penumpang pesawat (dok djpu)
Tata cara naik pesawat, sangat berbeda dengan naik bus atau kereta api. Banyak penumpang, terutama untuk penumpang yang awam dan pertama kali naik pesawat akan kerepotan, seperti bagaimana cara melakukan check-in, boarding, dan pencarian nomor kursi duduknya. Belum lagi minimnya pengetahuan tentang barang-barang apa saja yang bisa di bawa di dalam kabin dan bagasi serta berat maksimal barang yang boleh dibawa.

Pengalaman dari seorang teman Kompasianer, Adica yang bercerita ketika sedang rehat makan siang di acara Sobat Aviasi  minggu lalu. Dia pertama kali naik pesawat membawa gunting di kabin, dan langsung guntingnya disita oleh petugas ketika akan menuju ruang boarding.

Karena hal tersebut, saya akan memberi tips bagi penumpang pesawat  agar selamat, aman, dan nyaman dalam penerbangan. Terutama bagi penumpang pemula yang  naik pesawat terbang:

              * Siapkan dari rumah, barang apa saja yang akan masuk kabin dan bagasi.

Yang bisa masuk kabin adalah dompet, telepon genggam, powerbank, kamera, laptop, alat-alat colokan listrik, baju, buku, alat kosmetik yang kesemuanya beratnya kurang dari tujuh kilogram.

Yang dilarang masuk kabin adalah  peralatan kerja atau objek dengan ujung yang tajam, seperti gunting atau silet, kapak, busur panah, pedang, keris, dan cairan lebih 100 ml  harus dimasukan dalam bagasi tercatat pada saat check-in.

Juga banyak barang yang mungkin terlihat sepele seperti gunting kuku, pinset alis, pisau cukur dan sejenisnya juga masuk kategori barang yang dilarang dalam penerbangan. Barang-barang tersebut tidak diizinkan untuk dibawa masuk ke dalam kabin pesawat.

Perhatikan barang-barang mana yang tidak boleh masukkabin pesawat (dok instagram djpu)
Perhatikan barang-barang mana yang tidak boleh masukkabin pesawat (dok instagram djpu)
     * Siapkan tiket pesawat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
KONTEN MENARIK LAINNYA
x