Analisis

Dari Semula Pilihan Saya Ma'ruf Amin

11 Agustus 2018   03:33 Diperbarui: 11 Agustus 2018   03:54 346 2 1
Dari Semula Pilihan Saya Ma'ruf Amin
jp-news.id

"Insya Allah saya rangkul, kan mereka alumni saya juga, 212 dulu kan saya yang gerakkan," jelas Ma'ruf Amin di kediaman beliau di Koja, Jakarta Utara.

Usai deklarasi ditetapkannya beliau sebagai cawapres pendamping Jokowi (9/8), KH Ma'ruf Amin mengatakan bahwa ia akan merangkul Presidium Alumni (PA) 212 yang "berseberangan" dengan pemerintah. Beliau yakin bahwa seluruh ulama akan bersatu suara.

Ma'ruf Amin bakal mengajak para ulama yang selama ini "berseberangan" dengan pemerintah. Beliau akan menyatukan suara guna mendukung pemerintah.

"Insya Allah suara sumbang yang kita dengar selama ini tidak akan ada lagi. Mereka menghargai dan mencintai ulama, saya kan ulama, makanya mereka mengangkat saya", ucap Amin.

Ma'ruf Amin pula berterima kasih kepada Jokowi karena terpilihnya beliau sebagai cawapres adalah sebuah bentuk penghargaan buat ulama.

"Pak Jokowi sangat menghargai ulama, saya berterima kasih. Saya merepresentasikan para ulama," ujar Amin.

Dengan terpilihnya beliau sebagai cawapres, mungkin timbul perasaan, ada yang kecewa, ada yang gembira dan bersyukur, dsb. Kalau saya sendiri, saya termasuk yang bersyukur atas terpilihnya beliau sebagai cawapres.

Bahkan, pada tanggal 22 Juli 2018, saya mempublikasikan artikel di Kompasiana di kolom kandidat, diberi judul "KH Ma'ruf Amin Siap Menjadi Cawapres Jokowi". 

Pada waktu itu Jokowi mempunyai 10 nama calon yang akan mendampingi Jokowi di pilpres 2019. Dari kesepuluh nama itu, saya hanya menulis "kandidat" Ma'ruf Amin.

Melihat dari kriteria-kriteria yang dirangkum oleh Muhammad Qodari tentang cawapres yang sebaiknya diambil pak Jokowi, Qodari, sebagai Direktur Eksekutif Indo Barometer, meringkas kriteria cawapres Jokowi sebagai berikut: 

  1. Berasal dari non-parpol
  2. Dapat menjawab isu SARA
  3. Berusia senior
  4. Disetujui oleh Ketum PDIP Megawati

Utak-atik kesepuluh cawapres, saya memilih Ma'ruf Amin. Entah suitable dengan kriteria tersebut atau setidaknya yang paling mendekati, saya punya 'insting' dengan memilih Ma'ruf Amin yang bakalan dipilih pak Jokowi.

Kenyataan, benar kan Jokowi mengangkat KH Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya?

Hebat kan analisa saya? Andai ada judi taruhan mengenai siapa yang bakalan dipilih menjadi pendamping Jokowi, sudah pasti saya menang! 

Maaf jika saya berandai-andai, karena setiap warga negara mempunyai hak berpendapat. 

Beberapa saat paska deklarasi Jokowi-Ma'ruf Amin

FSN (Forum Santri Nasional) mengapresiasi keputusan Jokowi mengangkat Ma'ruf Amin, bahwa keputusan itu didasari kepekaan terhadap dinamika yang terjadi di kalangan santri.

"Ini tanda pak Jokowi serta partai pendukungnya memerhatikan dinamika yang terjadi pada umat" kata Gus Bahaudin, Sekretaris Jenderal Forum Santri Nasional. 9 Agustus.

Keputusan Jokowi memilih ketua umum MUI ini sangat tepat karena negara kita sekarang ini sedang dihadapkan pada politik identitas.

Menurut Bahaudin lagi, politik identitas sudah tidak layak di Indonesia. Bersatunya ulama-ulama dapat merajut nusantara.

Di negara kita ada 700 lebih etnis, kalau mengedepankan politik identitas, negara ini akan hancur.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2