Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

rindu tak berujung rasa

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Kampanye Keselamatan Berkendara Perlu Diperbanyak

7 Agustus 2018   04:44 Diperbarui: 7 Agustus 2018   04:52 0 1 1 Mohon Tunggu...
Kampanye Keselamatan Berkendara Perlu Diperbanyak
kallatoyotakendari.com

Angka pertumbuhan kendaraan bermotor yang tinggi acap kali tak disertai kesadaran akan keamanan bagi si kecil. Apa saja strategi aman berkendara bersama anak?

Suka memangku si kecil saat sedang menyetir mobil?

Menurut Rudy Novianto, Instruktur Defensive Driving, sebaiknya kebiasaan ini tak lagi Anda lakukan karena bahaya yang bisa ditimbulkan. Anda perlu tahu, risiko celaka menjadi berlipat ganda ketika pengemudi memangku anak di kursi depan mobil.

Apalagi, kadang orangtua lalai menggunakan sabuk pengaman agar bisa bergerak bebas. Akibatnya, saat terjadi kecelakaan, otomatis anak akan menghantam dashboard mobil, dan tertekan pula oleh tubuh orangtuanya.

"Belum lagi ketika airbag meletus, akan langsung mencederai anak. Sebaiknya, demi keselamatan bersama, ibu mengalah bersama anak di kursi tengah," ujar Rudy.

Pendapat senada disampaikan oleh Ratih Sondari, M.Psi, Psikolog dari Independent Consulting, yang menyebutkan pentingnya memahami standar keselamatan berkendara, terutama saat harus mengajak bayi dan anak-anak.

"Jika standar keamanan ini dibiasakan sejak dini, anak akan terbiasa dan nyaman menggunakannya. Tidak akan berontak apalagi menolak," ujar Ratih.

Jika anak tidak bisa duduk manis, pastikan ia selalu didampingi oleh orang dewasa di dalam mobil untuk memastikan pergerakannya tidak membahayakan dirinya maupun orang lain. Terutama untuk anak aktif yang biasanya banyak bergerak, bolak-balik dari kursi ke kursi.

Ratih mengingatkan pentingnya membuat aturan dan kesepakatan dengan anak sebelum berangkat, terutama saat harus menempuh perjalanan jarak jauh dalam waktu yang cukup lama. Tidak ada salahnya menjanjikan reward yang disukai bila anak mematuhi aturan tersebut.

"Sebaliknya, sampaikan pula konsekuensi bila ia melanggarnya. Jika di tengah perjalanan anak tak kunjung diam, menepilah sejenak. Ingatkan ia akan perjanjian awal tadi," tandas Ratih.

Selain menyiapkan kebutuhan anak, Ratih mengingatkan agar selama di perjalanan kita mengajak anak mengobrol santai, bercanda, bermain games, menikmati apa yang dilihat di jalan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3