Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Harus Tanggung Jawab Terhadap Perundungan Anak

29 Juli 2022   14:37 Diperbarui: 29 Juli 2022   14:41 44 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Keterangan Foto: Ilustrasi, dok. pribadi

Perundungan atau bahasa asingnya bullying/bully yang dilakukan seorang warga  di singaparna  terhadap seorang anak kelas 6 sebuah sekolah dasar negeri tersebut disikapi sedemikian hebat  oleh para pakar perlindungan anak  di Indonesia.

Bahkan kabarnya para tokoh nasional pun ikut berkomentar ,"Usut tuntas sampai ke akarnya,dan jangan sampai terulang lagi ,,!" Kata H.Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat  dalam sebuah unggahan media online pada hari yang lalu.

Dan sadisnya  kabar pun berlanjut bahwa anak  korban perundungan itu pun kini telah meninggal oleh penyebab perundungan  yang dilakukan oleh orang yang kini telah dipenjarakan di Polres Kabupaten Tasikmalaya tersebut , dan oleh  karena setelah perundungan (Mem video kan korban yang dipaksa menyetubuhi seekor kucing itu) korban menjadi  depresi oleh sebab perundungan yang dilakukan orang iseng tersebut.

Tragis ,,,!! dan sangat mengiris hati kita semua yang mendengarnya dan mudah-mudahan hal itu tidak akan terulang lagi kedepannya,amin yaa robbal alamin.

Pertanyaannya "siapakah yang paling haq disalahkan pada arena ini?".

Bukan niat mencari-cari kesalahan ini mah  yah,,!! ,kita pertanyakan saja , apa yang terjadi sesungguhnya pada awal mulanya hal tersebut terjadi ?  hingga sebuah perundungan makan korban jiwa dan dilakukan seseorang yang mengaku bahwa laku nya itu  hanya dilakukan buat iseng-isengan  saja ?,,,,

Seorang narasumber yang nama dan identitasnya tidak ingin disebutkan menyebutkan bahwa yang harus bertanggung jawab dalam hal ini  adalah dunia pendidikan , "semua jawatan ,kementerian ,dinas pendidikan di semua lini dinas (Provinsi/Kabupaten/Kota) hingga kementerian agama dan kementrian pendidikan pusat sana  yang harus bertanggung jawab dalam hal ini,karena mereka hadir dan dihadirkan di negeri ini khususnya  untuk membetulkan,menyiasati  semua yang menjadi kendala dalam gerakan pendidikan di indonesia ini ,,!" Ucapnya.

Dia Pun mengaku punya dasar terhadap pernyataannya tersebut ," Saya mah menyikapi dengan sederhana saja , coba kaji lagi UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN ,, disitu kita akan punya pijakan , mengapa hal itu mesti dilakukan, dan mengapa hal itu terjadi ? Ya,,tidak ada asap kalau tidak ada api ,,bukan?,,hal ini terjadi karena ada yang salah bukan?" Lanjutnya.

Pada nyatanya hal-hal yang niatnya iseng lah yang justeru akan menjerumuskan seseorang kedalam hal-hal yang ujungnya bakal ada korban , maksud hanya buat suka-sukaan saja ternyata pada ujungnya menimbulkan korban jiwa , begitulah apabila pola didik di sekolah-sekolah itu ada yang  salah.

Pada kenyataannya nasehat-nasehat membumi telah tidak diindahkan oleh beberapa anak didik di sekolah-sekolah dasar kita, hina- menghina teman  telah dianggap biasa, pada hal ini tidak ada sanksi keras bagi anak didik yang melakukan perundungan kepada temannya misalnya , seorang Guru sekolah dasar di Singaparna (Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya) sempat memberikan komentarnya tentang hal ini , "Dari mulai panggilan nama dengan initial misalnya itu telah hampir jatuh ke perlakuan bercorak  perundungan, padahal nama seseorang itu telah melalui proses syukuran ,kalau di sunda mah istilahnya ,Nama si itu dan si anu  telah di bubur beureum bubur hideung (istilah tasyakuran ala sunda) ketika pada saat seorang anak telah masuk ke pase waktunya untuk  dinamai ,dan kita mesti tahu semuanya bahwa  hal itu bukan hal yang sederhana lho,,!" Ucapnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan