Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Bahaya Lebih dari Pandemi Corona Apabila Pilkada Serentak 2020 Ditunda

21 September 2020   07:23 Diperbarui: 21 September 2020   07:30 44 4 1 Mohon Tunggu...

"Wabah corona (Covid19) telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan dimana-mana" begitulah saya pernah membaca tulisan Kang Duddy RS wartawan senior Harian Kabar Priangan.

Ya,,begitulah ,semua kini telah berubah ,semua anggaran negara (APBD/APBN ,Dana Desa dan lainnya) dipaksa pemerintahan Republik Indonesia untuk dipangkas demi menanggulangi wabah kemiskinan yang hampir mempersempit ruang gerak warga Indonesia ketika kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berscala Besar) diterapkan oleh beberapa Wilayah Pemkot/Pemkab diseluruh Indonesia.

Setelah kabar menghebohkan di Jawa Barat, karena Pilkades serentak ditunda untuk wilayah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten yang lainnya diseluruh Nusantrara pada perhelatan Pilkades Serentak 2020 ini ,kini terdengar pula dengung mengharu-biru bahwa Pilihan Kepala Daerah (Pilbup/Pilwalbup) serentak 2020 kabarnya akan ditunda pula.

Alasannya bahwa wabah gaib corona semakin mengancam dan hal itu dibuktikan dengan tindakan Pemerintah DKI Jakarta yang langsung mengaktifkan rem darurat nya di tanjakan dan menerapkan PSBB tahap dua pada Akhir bulan September 2020 kali ini ,hingga batas waktunyapun tidak bisa disebutkan mereka secara nyata.

Menyikapi hal itu , orang-orang yang berkepentingan dipihak KPU RI merasa tercengang dengan adanya kabar bahwa Ketua KPU RI katanya pula terjangkit penyakit yang mematikan itu dan dikabarkan dia terpapar Corona.

Untuk hal yang lebih jauh , saya sempat mewancarai orang-orang yang kompetent dibidang Politik di wilayah Kabupaten Tasikmalaya  terkait kabar santer (akan ditundanya perhelatan Pilkada/Pilbup diwilayah Tersebut) yang  dijadwalkan  oleh pihak  KPU RI bahwa Pilihan Bupati/Wakil Bupati diwilayah Tasikmalaya akan dilaksanakan pada tanggal 09 Desember mendatang.

"Menurut saya ,apabila Pilkada Serentak 2020 ditunda maka kehancuran system pemerintahan di Republik Indonesia akan semakin kentara , karena apabila ditundanya Pilkada serentak 2020 maka penjelasan dan kejelasan Angaran Pemerintah di Level Kabupaten/Kota  bagaimanapun itu  tergantung pada Sistem yang telah dibangun sedemikian rupa, hingga mungkin dana-dana yang belum jelas peruntukannya akan dipangkas habis untuk sekedar gerakan bernama Pengentasan Kemiskinan karena Covod-19,,!" Ucapnya ketika saya sempat bincang-bincang pada hari minggu (21/09/2020).

Kabar santer Rencana ditundanya Pilkada Serentak 2020 itupun telah mematahkan semangat para pegiat pesta demokrasi "Semua mungkin akan patah arang, dan penjelasan tentang kegiatan Pilkada era Vandemy Covid-19 yang telah hampir menyelesaikan tahapan-tahapannya  yang salah satunya  pelaksanaan sosialisasi Pilkada ala era Covid-19 dengan pelatihan dibawah bimbingan Protokol Kesehatan mungkin akan buyar dengan sendirinya,,!" Pegiat pemantau Pilkada Kabupaten Tasikmalaya itupun melanjutkan pernyataannya.

Perlu diketahui , Wilayah Kabupaten Tasikmalaya kini tengah menata kembali kinerja pemerintahannya setelah 6  bulan terachir  hampir terpuruk gara-gara Gencarnya pihak gugus tugas penanganan Covid-19 pusat melancarkan anjuran-anjuran sosial distancing dan anjuran Penanganan Covid-19 yang lainnya.

Harapan bangkit dari keterpurukan hampir terlihat geliatnya karena Proyek-proyek pemerintah yang ditunda pada ketika Covid-19 diwilayah ini mulai ada gerakan pencairan pada anggaran-anggaran bersifat khusus misalnya.

Hal itu karena pemkab tasikmalaya sangat berhati-hati menjaga Kondusifitas Wilayah Anggaran Negara pada era Pandemy tersebut , "Lalu ,kebijakan pembangunan yang memakai dana APBD/APBN itu tata administrasinyapun haruslah jelas dan  terarah ,dari sisi pengawasan anggaran negara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x