Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Jika Lockdown Bikin "Down" Warga Tasikmalaya

28 Maret 2020   22:14 Diperbarui: 28 Maret 2020   22:18 22 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jika Lockdown Bikin "Down" Warga Tasikmalaya
sumber: pexel.com

Singaparna,Kab Tasikmalaya---Persoalan penyikapan intruksi pihak pemerintah dan penyelenggara negara lainnya tentang intruksi "lock down" bagi para pegawai diberbagai tempat kerja guna mencegah penyebaran virus corona (covid-19) untuk warga diberbagai daerah di indonesia menjadi persoalan yang amat pelik dan serius.

Terdengar ada dilema pendapat warga dari berbagai kalangan,penulis menilai sendiri bahwa warga ada yang pura-pura pro dan adapula yang setuju lalu ada pula yang memang tak setuju atas intruksi lock down sebagai salahsatu gerakan sosial distancing (menjaga jarak) atas gerakan perang pemerintah indonesia terhadap virus corona yang dimaksudkan tersebut.

Pasalnya para warga negara indonesia dari berbagai strata sosial merasa bahwa intruksi pemerintah tentang lock down (tidak melakukan aktifitas diluar rumah) itu tidak sama sekali berpihak terhadap diri mereka karena para warga merasakan beberapa kesulitan persoalan ekonomi untuk penghidupan mereka dan usaha mereka sehari-hari untuk hidup, tersirat berbagai ungkapan warga (dari berbagai strata sosial tersebut) mereka kini dirundung kebingungan yang tak ada ujung penyelesaian masalanya.

Beberapa keluhan warga masyarakat itu terlihat jelas oleh penulis di laman-laman medsos warga , tertera dan tertulis secara jelas para warga pengguna media sosial mengeluhkan intruksi pemerintah tentang lock down yang dimaksudkan tersebut.

Warga masyarakat diberbagai daerah di indonesia seakan tidak punya pilihan lagi bahwa mereka tetap harus keluar rumah guna untuk menjemput rezeqy mereka ditengah-tengah gencarnya pihak-pihak penyelenggara negara yang terus menyampaiakan intruksi terbuka melalui sosialisasi manual (menggunakan speaker) ataupun sosialisasi pencegahan virus corona melalui berbagai saluran media (tv,media online,media cetak dan lain-lainnya).

"bukan saya tidak tunduk pada intruksi pemerintah tentang harus berdiam diri dirumah ,hanya mungkin mesti tahu dulu bahwa saya tetap harus pergi berdagang karena saya tidak akan mendapatkan uang buat beli beras bagi anak dan istri saya dirumah,,!"

Ucapan itu terlontar dari tukang bubur ayam dorong di singaparna kabupaten tasikmalaya jawa barat pada pagi tadi ketika dia sempat berpapasan dengan penulis.

"dramatis,dan dilematis,,!" ungkapan itu dilontarkan juga dari seorang pemilik rumah makan di kota setempat , lalu diapun sempat menceritakan pengalamannya ketika pada awal intruksi lock down (7 hari yang lalu) dia sangat merugi ketika rumah makan miliknya tersebut hampir tak didatangi para langgananannya yang biasa makan setiap jadwal makan siang pada hari-hari biasa tersebut.

"saya faham betul bahwa intruksi itu adalah bentuk sayangnya pemerintah terhadap rakyatnya karena kabarnya begitu ganasnya virus tersebut bila tak disikapi dengan gerakan sosial distancing dan gerakan lock down , hanya pihak pemerintah juga mesti tahu bahwa warga masyarakat juga perlu usaha guna hidup dan kehidupan mereka bukan?" lanjutnya.

Asep Muhammad Rizal.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x