Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bisakah Bank Himbara terkait Program Sosial Penanganan Kemiskinan Update Data Miskin Baru?

23 Januari 2020   08:36 Diperbarui: 23 Januari 2020   08:52 5 0 0 Mohon Tunggu...

Menurut saya bahwa Negara ini telah berusaha "Meng-implementasikan" kehendak rakyat (Walau Belum Maksimal) tentang adanya Jaminan Sosial bagi Rakyat Miskin dan kaum tak berdaya lainnya.

Hanya saja bahwa saya katakan "Orang-orang diatas" tetap ingin Usaha meraup sebesar-besarnya keuntungan dari Upaya Pemerintah menyelenggarakan Jaminan Sosial Program Keluarga Miskin tersebut hingga mereka lupa bahwa "Bisnis Bank" pada Pola e-Buggetting, e-Banking telah hampir  menghilangkan maknanya yang dalam (idealisme)  dari Usaha Menggelontorkan Sebentuk nominal Jumlah uang kepada yang terdata sebagai Penerima Manfaat pada Program-program tersebut.

Saya bertanya "Mengapa Mereka kini melupakan Data Miskin Yang Sesungguhnya ?" Seharusnya mereka merubah pola data Miskin yang sesuai Ajuan Baru yang telah disimpulkan sekarang hasil upaya pihak Birokrasi Terbawah (RT,RW,Kepala Desa/Lurah,Kasie Kesra di Wikayah Kecamatan-kecamatan) atas upaya sesungguhnya yang telah berusaha menetralisir Katagory Miskin masa sekarang dengan beberapa kriteria Miskin yang sesuai dengan arahan pihak-pihak terkait program ternama tersebut?.

Yang saya ketahui bahwa Pendataan Katagory  Miskin oleh sebuah lembaga resmi pemerintah itu datanya Hampir tak Berubah sama sekali ,saya bilang bahwa  100-% dari Data Miskin yang dikeluarkan pada Tahun 2010-2011 yang lalu misalnya, hingga saat ini (Tahun 2020) tak berubah sama sekali hanya terdengar selentingan bahwa data KPM (Kelompok Penerima Manfaat)  akan di tambah jumlahnya saja.

Waktu berjalan panjang , dan ceritanya berbeda yang pada Nyatanya data miskin telah harus dirubah, saya nyatakan saja disini pada nyatanya  Orang terkatagory miskin itu telah rada berubah jadi Orang "sedikit kaya"  karena Jatah Beras, jatah Uang dan Jatah-jatah "Kadeudeuh (Rasa Sayang)  Pemerintah lainnya" misalnya telah berimbas secara bagus bagi Nasib si Miskin tersebut ,dan Program ini telah menciptakan mereka terlihat maju dan sedikit katagori level naik "jadi rada kaya".

Lalu sayapun berpendapat bahwa sebetulnya pendataan Katagory Kaya /Miskin harus secepatnya dirubah saat ini (sekarang), dirubah datanya (dari Hulu ke Hilirnya)  hingga Data diri  Si-Miskin di Bank-bank Himbara yang ditunjuk Pemerintah-pun harus secepatnya disesuaikan  data baru yang telah dilaporkan pihak Birokrasi Terbawah di Negara ini.

Kita ketahui dulu bahwa bank himbara yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerahnya berbeda satu sama lainnya khusus di Jawa Barat (Entah diwilayah Provinsi yang lain).

Misalnya Bank BRI Untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya mereka merekrut BRIlink- yang mungkin pass dipercaya guna keperluan Gesek ATM-Combo Program PKH dan BPNT-nya diwilayah Pemkab Tasikmalaya, Bank BNI di Kota Tasikmalaya merekapun menunjuk dan mengorganisir Kelompok BNILink-nya, dan Bank Mandiri serta merta Mengorganisir Kelompok Masyarakat yang siap dengan Mandiri-link nya, dan begitulah yang terjadi hingga data miskinpun sebetulnya ada "lengkap" terdata di Bank-bank Himbara yang ditunjuk oleh pemerintah daerahnya masing-masing.

Hemat saya "Mengapa harus secepatnya dirubah Data Miskin Tersebut?"  Saya akan ungkapkan hal ini misalnya "Ketika orang terkatagory miskin itu kini telah bergeser ke tetangga si miskin yang dulu dibilang rada kaya dan tak berhaq menerima Kadeudeuh (Kasih Sayang) pemerintah , hal itu saya ungkapkan bahwa misalnya "Karena beberapa alasan Sosial lainnya misalnya:

- "Yang dulunya terlihat rada kaya" dia telah ditinggalkan anaknya yang membantu perekonomian keluarga tersebut , dan si anak pergi dari rumah itu karena dia  kawin dan punya rumah-tangga baru  (menjadi berumahtangga) dan otomatis keluarga tersebut terimbas "Miskin" dan lalu selama  jeda waktu 10 tahun si-anak yang kawinnya itupun terpapar "imbas  kemiskinan" karena ketika pase berjalannya Rumah Tangga yang ia jalani itupun tidak mendapat Kebahagiaan karena Gagal membina Rumah Tangga yang terkatagory Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warrochmah misalnya dan otomatis pula bahwa Merekapun terpapar Bencana Kemiskinan dikehidupannya yang baru tersebut.

Dalam hal ini saya berpendapat bahwa "Bank-bank Himbara yang ditunjuk oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai Bank atau lembaga keuangan lainnya  yang ikut andil sebagai penyalur "Reward" Pemerintah bagi Warga miskin yang sekarang program penanganan kemiskinan itu  telah semuanya di Kartu ATM-kan tersebut  seharusnya "harus pula" secepatnya mengambil kesimpulan dengan sekasama &  Profesional yakni mereka harus  secepatnya  Meng-Update data Miskin Baru yang diajukan oleh Pemerintahan Daerah setempat (Kota/Kabupaten) ke pihak Kementrian Terkait dan Lembaga-lembaga terkaitnya lainnya dalam hal ajuan data miskin  baru (Data News)".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x