Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mari Ramai-ramai Pelajari Ilmu Hoax

1 Agustus 2019   08:28 Diperbarui: 1 Agustus 2019   08:39 0 0 0 Mohon Tunggu...
Mari Ramai-ramai Pelajari Ilmu Hoax
Dokpri

Kompasiana.com 01/08/2019

Kemarin hari ,hoax dan iseu hoax sangat booming menyangkut dikait-kait kannya sebuah "Hoax" dengan Pemilihan  Presiden dan imbas Hoax-nya itu Kental menjalar menggerus suara Partai Politik dimana Koalisi Partai yang Di Kotak-kotakan dengan Nama Koalisi Partai Pendukung seorang Calon Presiden itu misalnya.

Imbas Hoax menurut saya sangat Dahsyat efeknya karena Hoax dan Kebohongan sebuah Kabar sangat kentara sekali efeknya kepada Para Netizen yang Pro Hoax dan Sangat membuat "Darah Bergejolak" kepada Lawannya yang membuat Komentar-komentar Negatif dan cendrung sadis ketika saya telaah lebih jauh lagi.

Saya berkesimpulan bahwa "Hoax yang direncanakan akan Dahsyat efeknya" kepada Khalayak dan Rencana Para Pemrakarsa  Hoax pun berhasil menyebar Kebohongan.

Dan anehnya lagi Hoax-pun punya Masa tertentu yang saya telaah "Tidak hanya kena kepada Orang-orang terkategori  Orang dengan sebutan Kelompok Bodoh atau Tolol ,hoax-pun ternyata  kena dan dipercaya oleh Orang-orang terkategori  Orang  pintar.

Saya Pun  berkesimpulan "Ingin mencari Ilmu Hoax yang akan di Kolaborasikan dengan Kabar Baik" karena menurut saya bahwa Hoax dan Kabar Bohong itu pun dipercaya Publik ketika Rencananya tertata sedemikian Rupa.

Saya lebih sadis lagi menyimpulkan sebuah pertanyaan  "Mengapa Hukum hanya di kena  kan pada Para Pekerja Hoax saja ,tidak kepada Pemercaya Hoax dan mereka pun  Menyebarkan Khabar  Hoax menjadi Khabar  seakan- akan baik ?".

Karena telaah saya hingga menyimpulkan bahwa "Katagori Kabar Baik" hampir dapat di Kalahkan oleh Kabar Hoax ? 

Mengapa demikian?:

Saya pun berkesimpulan bahwa "Ilmu Sebar Hoax harus dipelajari oleh para Pegiat Pengobar Kebenaran",oleh karena alasan bahwa Hampir mengalahkannya  Kabar Hoax kepada Kabar benar menurut tata kelola Sistem  Informasi dan Idealismenya  Kabar Jurnalistik misalnya yang hingga Zaman ini berputar Kabar Jurnalis  lah yang hanya bisa dipercaya Publik menurut Tata Kelola Informasi dunia.....

Misalnya ,,,

Wassalam ,Semoga Bermanfaat ,,,

Asep Muhammad Rizal