Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bulog Tidak Berhak Mengklaim Pengadaan Beras BPNT, Pegiat: Baca Pedum!

14 Juli 2019   09:43 Diperbarui: 14 Juli 2019   09:58 0 0 0 Mohon Tunggu...
Bulog Tidak Berhak Mengklaim Pengadaan Beras  BPNT, Pegiat: Baca Pedum!
dokpri

Upaya "Kepala Bulog" Budi Waseso (Buas) dalam memberikan pernyataannya tentang Claim akan dikembalikannya Program Bantuan Pangan Non Tunai |BPNT| disemua wilayah Nusantara telah mengundang reaksi Negatif khusunya bagi Pelaksana Tugas di Barisan Koordinator BPNT untuk tingkat Kecamatan diwilayah Jawa Barat.

dokpri
dokpri
Dilansir dari sebuah Situs Berita Online bahwa Kepala Bulog Nasional memberikan pemaparan sepihak yang menimbulkan kegerahan para Suplier Swasta khusus penyedia Beras pada Program BPNT yang khusus telah berkiprah diwilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

dokpri
dokpri
salah seorang Penyuplai Beras (Suplier) yang nama dan identitasnya tidak ingin disebutkan media mengatakan bahwa  "Para Suplier beras kini resah karena mereka tidak yakin bahwa Bulog akan bertindak arif dalam Penyelenggaraan BPNT yang kini telah dirasa warga Kelompok  Penerima Manfaat |KPM| bahwa beras yang telah mereka Konsumsi 7 Bulan berjalannya Program BPNT Khusunya diwilayah Kabupaten Tasikmalaya dirasa layak untuk dimakan , bahkan para Penerima Manfaat |KPM| ada yang berani menyatakan bahwa Sebetulnya Bulog-lah yang mengacaukan Program Raskin dan Rastra pada Program tahun-tahun yang lalu ketika Program Penanganan Kemiskinan itu digulirkan waktu pertama kalinya,,!" Ucapnya.

Dalam bahasan yang sama seorang Pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan |TKSK| disebuah Wilayah Kecamatan di Kabupaten Ciamis Jawa Barat pernah berbincang lebih dalam lagi dengan penulis "Ini tentang BPNT bukan lagi Persoalan Raskin dan Rastra  saya kira System regulasi Penerapan Aturan yang sekarang diterapkan sekarang ini yakni Para Suplier non bulog |Pengusaha Beras Swasta| mereka Jelas Berkompetisi yakni menghadirkan Beras kedalam Program BPNT dengan Bagus sesuai Takaran Aturan Pedoman Umum BPNT dan saya kira jangan lagi dirubah ini mah,  telah bagus dan synergis antara Tatalaksana Kerja dengan Idealis Program BPNT, yang saya kira bahwa  semuanya cepat tertangani dengan baik ,lagian keterlibatan Pengusaha Pribumi bisa di Sinkronkan dengan Program ini sambil melihat peluang lebih cerdas lagi kedepannya antara Pihak Pegiat Desa ,Karangtaruna,Pengusaha Pribumi ,Bumdes yang telah mempersiapkan Lembaganya lebih cermat dan hebat lagi kedepannya,,!"Tuturnya panjang lebar.

dokpri
dokpri
Polemik ini menurut para pegiat yang memantau langsung kegiatan BPNT Khusunya diwilayah Jawa Barat dipicu adanya Isue bahwa Beras Bulog menumpuk tak tersalurkan di Gudang-gudang Divre Bulog disemua wilayah Jawa Barat.

"Salah sendiri ,mengapa bulog tidak berani berspekulasi dengan cepat ketika Pertama kali Ptogram Bantuan Pangan Non Tunai digulirkan? Lalu sayapun ingin bertanya ,apakah dengan hanya Alasan Beras saja  Bulog untuk  Program BPNT dan mengclaim bisa menyalurkan dengan baik dan saya kira sangat mengada-ada pernyataan Kepala Bulog bahwa bulog tidak bisa maksimal bekerja?,,Lalu , sebagai Bagian Lembaga BUMN resmi milik Pemerintah Urusan Pangan itu  hanya Incaran pada  Beras saja? Padahal semua Unsure pangan yang bisa di Prakarsai bukan hanya Beras saja kan ada ,Jagung,Talas,Umbi-umbian ,Kacang-kacangan dan sebagainya ,hal itupun  harus pula menjadi Priotitas Bulog bukan? dan saya kira perlu  di sikapi sebagai bagian yang harus dikelola Progresif dan Profesional oleh Bulog sendiri,saya katakan  saja ya ,sudahlah Program BPNT ini oleh Pihak  Swasta saja karena para Suplier swasta khusus bidang pengadaan Beras mereka telah menyelenggarakannya dengan baik dan sesuai aturan Pedoman Umum BPNT itu sendiri yang dibuat bagus sedemikian Rupa,mereka telah berkompetisi dan synergis dengan para Petani di Daerah ,,!" Hal tersebut dikatakan Iwan Singadinata salahsatu Pemantau BPNT diwilyah Kabupapaten Tasikmalaya.

dokpri
dokpri
Hal senadapun sempat dikatakan oleh para Petugas di Lapangan yang mendampingi  Program BPNT , salah seorang Ketua TKSK menyebutkan bahwa "Para pengusaha Beras  Swasta (Non Bulog)  itu telah baik menyelenggarakan Program pendistribusian beras pada BPNT  ini ,kitapun telah sejalan dengan pihak Team Koordinasi Pihak Kecamatan dari Mulai Polsek,Pendamping PKH dan KPM (Kelompok Penerima Manfaat) telah pula Puas dengan Beras yang didapatkan dari Program ini,sayapun menyangsikan Bulog kedepan apabila Mereka akan meng-akuisisi Program BPNT langsung  oleh Mereka ,karena saya melihat Track Record Bulog pada Program Raskin dan Rastra-pun hampir Gagal disebut sebagai Penyuplai yang  baik pada Waktu yang lalu,,!" Ucapnya.

"Tinggal memperbaiki System lagi , Pengusaha Swasta penyedia Beras BPNT Khususnya lebih meningkatkan lagi Kerjasama dengan Dinas Sosial terkait program BPNT  dan semua pihak Team Koordinasi Kabupaten/Kota disemua wilayah di Indonesia ,  saya kira Program BPNT ini akan sukses kena kepada Idealisnya Program yakni Penanganan Kemiskinan dengan Tanpa Mengesampingkan para penyelenggara Program ini dengan Lingkungan sekitaran Wilayah Kecamatan dan bisa melibatkan langsung pihak Pengusaha Lokal yang bisa mengangkat Harkat dan Martabat para Petani disemua Wilayah Program BPNT tersebut,,!" Pungkasnya.

Asep Muhammad Rizal.