Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Bahaya! Pendidikan Mahal di Tasikmalaya "Terjadi Chaos Darurat Ahklaq"

11 Juni 2019   08:37 Diperbarui: 11 Juni 2019   08:43 0 0 0 Mohon Tunggu...
Bahaya! Pendidikan Mahal di Tasikmalaya "Terjadi Chaos  Darurat Ahklaq"
Dokpri

Tasikmalaya,11/06/2019:

"Pendidikan sekolah-sekolah formal mahal,ahlaq orang-orang muda telah tidak terkontrol ditengah-tengah orang sedang lebaran idul fitri 1440.H  ada kabar bahwa ada  yang berantem sambil mabuk oplosan hingga berakhir pembunuhan ,wajah Kabupaten Tasukmalaya tercemar dengan ditangkapnya orang-orang Korup dari mulai Pejabat teratas hingga ditangkapnya para Kepala Desa yang terbukti Korupsi di Penjarakan ,saya ingin tanya pantaskah Wilayah yang punya ribuan Pondok Pesantren ini menyandang predikat Kota Santri? Atau mereka telah lupa apa yang menjadi jati diri mereka,,!" Iwan Singadinata |54|  salah seorang seniman music warga Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya sempat memberikan komentar ketika dia tengah bercengkrama dengan saya pada senin kemarin.

Lalu saya sempatkan bertanya kepada dia "Siapa sebetulnya yang harus bertanggung jawab?" Lembaga pendidikan,Pemerintahan Daerah ataukah Keluarga Masing-masing Personal warga Tasikmalaya ataukah Pemerintahan Pusat Jakarta?.

"Semuanya,kita semua harus bertanggung jawab dengan mengembalikan Adat Budaya kita yang Nyunda |Sunda| dan jangan lupakan Agama Kita yang harus menjadi patokan Benar menurut aturan tata negara yang baik,dan utamanya Hukum harus benar-benar ditegakan,itu Minuman Alkohol Oplosan ,Distributor Alat Mabuk ,Bir,Arak jangan gentayangan bisnis di Tasikmalaya,,!" Iwan -pun merancu dengan tapak tangannnya tak diam.

Kembali ke Pertanyaan ,"Kenapa Sekolah-sekolah Formal di Pertanyakan kemahalan Uang Masuknya?" Dia lantas menjawab "Sekolah yang memahalkan biaya akan menciptakan Chaosnya pendidikan Ahlaq Orang Tasikmalaya ,mereka |Para Pemangku Kebijakan| Di Arena pendidikan Formal akan berusaha menghancurkan tatanan Aroma Saling Asah saling Asuh saling Pihapekeun diri dina Kabeneran,,!" Pungkasnya.

Asep Muhammad Rizal.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x