Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Di Negeri Ini Caleg Pintar 10 Ribu Konsep akan Gagal Ketika Tak Melakukan Serangan Fajar

22 April 2019   06:55 Diperbarui: 22 April 2019   07:06 0 1 1 Mohon Tunggu...
Di Negeri Ini Caleg Pintar 10 Ribu Konsep akan Gagal Ketika Tak Melakukan Serangan Fajar
Dokpri

Tasikmalaya ,22/04/2019:

"Di Indonesia itu ceritera caleg itu beragam, ada yang telah melakukan kampanye dengan benar menurut aturan AD/ART partai dan mengikuti Alur Aturan Bawaslu ,Mengikuti peraturan KPU ,hingga mengikuti idealis bahasa Agama yang mengharuskan setiap insan jangan menerima suap dan melakukan suap dengan ancaman sebengis keberadaan Neraka-pun bisa kalah |Gagal| seketika ketika seorang Caleg yang mendepak hal aturan tersebut pada Malam hari H-pencoblosan tidak melakukan istilah Gerakan Serangan Fazar,,!" 

Seseorang tokoh politik central di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat  pernah mengatakan hal itu kepada saya pada sebuah pertemuan.

"Dan lucunya , sekarang hal itu terjadi ,lalu Dagelan-dagelan istilah serangan Fazar itupun hanya jadi Lelucon para Kelas Bawahan dan menjadi hal lumrah dan hampir dikatakan Halal oleh pelaku serangan Fazar itu sendiri.

Siapakah Pelaku Serangan Fazar ? Mereka adalah Pemberi dan Penerima ,dari mulai Team Sukses Caleg dan Warga Konsetwent Partai peserta pemilu ,hingga pihak  KPU,  Bawaslu dan Polisi sendiri tidak bisa melakukan tindakan hukum bagi pelaku Serangan Fazar yang dilakukan oleh Caleg pintar yang bergerak memanfaatkan kelemahan sebuah Nama partai dari keberhasilan intrik elite  politik yang memanfaatkan Medsos untuk menggerus suara lawannya yang dilakukan Masive diatas |Elite| yang berimbas kebawah buah dari boomingnya berita hoax.

Caleg pintar yang memanfaatkan Moment itupun bergerak Masive pada "Subuh Bersejarah"  bagi Hidupnya bak Pasukan Komarudin yang berhasil Memimpin serangan Fazar dengan Sandi "Janur Kuning" yang berhasil mengusir Pasukan Penjajah Belanda ketika  itu. 

Mereka |Caleg Pintar| melakukan Politik Uangnya walau hanya uang recehan |Rp.20 ribuan| untuk sekedar beli bakso semangkuk yang diberikan sembunyi kepada Konsetwent Miskin dan pengangguran untuk bekal uang jajan ketika mereka menunggu Giliran melakukan pencoblosan di TPS-TPS nya masing-masing,,!" hal itupun saya dengar dari seseorang yang saya anggap senior dalam urusan dunia perpolitikan partai di wilayah Kabuapten lain ketika saya sempat bersua disebuah tempat.

Sayapun menilai ungkapan tokoh-tokoh diatas tadi dengan upaya mebolak-balikan fikiran dibawah alam sadar saya sebagai manusia Indonesia yang menginginkan Pemilu Indonesia itu lebih baik lagi kedepannya.

Hanya,sayapun mulai sadar bahwa hal itu tidak akan mudah dilakukan di Negri yang belum memenuhi Kriteria Negri yang kaya raya.

Istilah Kaya Raya menurut saya itupun saya Golongkan saja criyerianya ,adalah Rakyat  yang cukup sandang cukup papan,dan cukup pangan ,sayapun menyimpulkan bahwa disini perlu adanya perubahan besar untuk pola penanganan hukum yang jelas bagi pelaku Many Politik |Pemberi dan penerima| diarena Perang Amplop murahan itu.

Caleg Jujur ,Pintar penuh Konsep 100% hebatpun belum tentu Lolos menjadi Anggota DPRD Kota/Kabupaten  ,DPRD Provinsi ,DPD RI , DPR RI ,hanya ketika pada Malam Crusial itu mereka tidak melakukan Serangan Fajar.

Murahan dan hina didengar hal tersebut bila saya menyimpulkan kata-kata itu dengan secara cepat ,namun menurut saya bahwa hal itu terus terjadi hingga detik berakhir tulisan yang saya tuangkan ini.

Asep Muhammad Rizal

KONTEN MENARIK LAINNYA
x