Asep Rizal
Asep Rizal profesional

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya ,,amiin yaa robb,,!!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mayat Bayi Warga Sukarame Ditahan Pihak RS Bersalin Respati Singaparna

13 September 2018   07:15 Diperbarui: 13 September 2018   08:08 596 0 0

"Ujang Tengah emberikan Keterangannya Kepada Para Media"

Singaparna Kabupaten Tasikmalaya ,13/09/2018:

Malang nasib warga Desa Sukarame Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya "Mayat Bayinya ditahan di Rumah Sakit Bersalin Respati Singaparna,,!" itulah Keterangan Salahseorang Warga Desa setempat kepada Penulis dan Beberapa Awak Media yang Kemarin langsung Bertemu dengan Bapaknya Bayi yang kini telah pergi ke Alam Baqa tersebut.

Simak Cerita Ini Dulu:

Sebut saja Namanya Ujang Warga sebuah Kampung di Desa Sukarame ,Ceritanya  dua Tahun Yang Lalu Ujang Pergi Bekerja Ke Wilayah Daerah Kabupaten Purwakarta Jawa Barat untuk Bekerja sebagai Buruh disana.

Lama dia melanglang Hidup dalam Pengembaraan "Usaha"  Guna Memperoleh Kehidupan yang baik ,Pada Sekitar Tahun 2017 yang lalu Ujangpun Bertemu Jodoh disana ,Seorang Perempuan Sederhana Warga Purwakarta kita sebut saja Namanya Nyai |22|.

Saking Cinta "Nyambung" dan  Sambut Cintanya dengan baik Maka Perkawinan Ujang dan Nyai Hanya Selang cerita Sebulan Telah Berbuah Nyata ,Yakni Nyai Langsung Hamil mengandung Anak Hasil Cinta Kasih Mereka yang Telah Sah dicatat di KUA Wilayah Daerah Purwakarta tersebut.

Hari-haripun Berlanjut ,Perkawinan Yang Bahagia itu terkabarkan Berjalan dengan Sebagaimana Mestinya hingga Merekapun Lupa Memikirkan "Tempat ,Persiapan Persalinan Anak Mereka Dimana dan Bagaimana?".

Hingga Menginjak Usia Kandungannya Jatuh "Ke-Bulan Alaeun" |Bulan Kelahiran Ke-9| sang Jambang Bayi itu Maka Ujang dan Nyaipun Berembuk Bahwa Kelahiran Anaknya akan dilakukan di Kampungnya Ujang yakni di Wilayah Desa Sukarame Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Saking Sibuknya Ujang dan Nyai-pun Lupa bahwa Mereka mesti Mempersiapkan Surat-surat Penting yang harus dibuat dulu  Dari tempat mereka Tinggal selama ini Yaitu dibuat dari Pemerintahan Kampunnya Nyai di Purwakarta misalnya seperti Surat-surat Keringanan Biaya Untuk Biaya Persalinannya Untuk Bayi Mereka kelak.

Singkat Cerita , Nyaipun dibawa Ujang Ke Sukarame  Pada Pass Bulan Alaeun |Bulan Kandungan Ke sembilannya-pen| sekitar Akhir Bulan Agustus 2018 yang lalu.

Ketika Pass Nyai Merasa Bahwa Bayinya Telah Ingin Keluar ,Maka Ujang dan Keluarganyapun Langsung Membawanya Ke Rumah Bersalin  Seorang Bidan Desa setempat , Namun Bidan Desa yang menangani Kelahiran Bayinya Nyai dan Ujang tersebut Tidak Bisa Menanganinya Dengan Baik karena Bayinya Tidak Cepat Keluar dari Rahimnya Nyai.

Kepanikanpun terjadi dan Bidan Desa Sukarame Memutuskan bahwa Nyai Semestinya dirujuk ke Sebuah Rumah Sakit Persalinan Swasta yakni Ke RS Persalinan Respati  yang Merupakan Rumah Sakit Persalinan Terdekat dari Rumahnya Mereka di Sukarame tersebut.

Persalinan Bayipun Terkabarkan Tidak Semulus Yang diharapkan , Nyaipun Begitu Susah Mengeluarkan Bayi dari Rahimnya , dan Ketika Bayinya telah Keluar Dokter yang Menanganinya Memutuskan Bahwa "Bayinya Nyai dan Ujang, mesti dilakukan Perwatan Intensif dan Extra hingga Bayinya nyai dan ujang dinyatakan Baik sehat  nantinya,,!" Begitulah Obrolan Ujang ketika disampaikan kepada para Awak Media Kemarin |12/09/2018|.

Namun malang , Sang Jabang Bayi Pasangan Ujang dan Nyai  tersebut tidak bisa Terawat dengan Baik oleh Dokter mereka di RS Bersalin Respati tersebut "Dan Bayi saya dinyatakan Meninggal Dunia ,,!"Ujang sempat menyeka Air Matanya ketika Dia Bercerita.

Nyai dan Ujang hanya bisa Pasrah Akan Taqdir TuhanNya itu dan diapun Berniat Bergegas Akan Meninggalkan Tempat Persalinan RS Respati tesebut ,dan diapun Sempat Meminta " Catatan BON Biaya Persalinan Anaknya Mereka Yang Kini Telah Menjadi Mayat Tersebut".

Namun ,Ujang dan Nyai Sempat Tercengang karena dia Melihat Angka BON biaya Persalinannya  tersebut "Rp.17.000.000,-Yang harus saya Bayar , sementara saya tidak punya uang , dan sayapun melakukan Negosiasi dengan Pihak Bendahara RS RESPATI itu dan Biaya itupun sempat Berkurang menjadi Rp.12,Juta rupiah, dan Saking Paniknya maka saya meutuskan Untuk Tidak melanjutkan Negosiasi lagi ,hanya saja Saya Sempat Memijam Uang Rp.5,Juta dari pihak Keluarga saya dan sayapun langsung Membayarkannya Sebagai Uang Panjar,Ke Pihak Rumah Sakit Respati ,,!" Jelas Ujang.

Negosiasi Harga BON Pembayaran Biaya  Bersalinpun Ternyata tidak Berjalan dengan Mulus , Pihak Rumah Sakit Respati Memutuskan Bahwa "Silahkan Saya Bersama Istri Saya Pulang ,Hanya Saja Mayat Bayi Tidak Boleh Dibawa menunggu Uang BON RS ini Dibayar oleh Saya ,,!" Tutur Ujang Kembali.

Ujangpun Kini Bingung, karena Tetap Mayat Bayi itu  Ditahan oleh Pihak Rumah Sakit Persalinan Swasta itu.

Dan Ujangpun sempat Bergumam "Saya Mungkin Tidak Akan Mampu Untuk Membayar Sisa BON RS Respati itu ,lalu saya minta tolong kemana?" Ujangpun Menatap Kosong ketepian Harapannya ketika penulispun hanya bisa Mengusap Dada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2