Asep Rizal
Asep Rizal profesional

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya ,,amiin yaa robb,,!!

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Disinyalir Caleg Laki-laki Potensial Akan Terganjal Kehadiran Caleg Perempuan

22 Juli 2018   20:04 Diperbarui: 22 Juli 2018   20:01 295 0 0
Disinyalir Caleg Laki-laki Potensial Akan Terganjal Kehadiran Caleg Perempuan
dokpri

Semua Partai Politik Peserta Pemilu di Indonesia Wajib Mewakilkan 30%-Calon Anggota Legislatifnya Untuk Perwakilan Perempuan, hal itu  merupakan Gebrakan Baru Perpolitikan di Indonesia begitulah telaah Penulis menyebutkan bahwa Mereka kini Telah Didaftarkan oleh Berbagai Partai yang ikut Menjadi Peserta Pemilu 2019 yang akan datang.

Memasuki awal 2018, diskusi mengenai pemilihan umum (pemilu) Indonesia yang digelar tahun depan mulai mengemuka. Selain isu calon presiden, tak kalah penting adalah calon-calon legislator yang akan menjadi representasi rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat, dan keterwakilan perempuan dalam lembaga tersebut.

Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif tidak hanya penting dari aspek perimbangan antara laki-laki dan perempuan. Populasi Indonesia separuhnya berjenis kelamin perempuan.

Namun lebih dari itu, kehadiran anggota parlemen perempuan diharapkan bisa menjamin kepentingan kaum perempuan menjadi salah satu prioritas kebijakan, di antaranya terkait dengan isu pengentasan kemiskinan, pemerataan pendidikan, dan layanan kesehatan.

*Catatan:

Angka keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Saat pemilu pertama kali digelar pada 1955, jumlah kursi perempuan hanya 5,06%, dan angka ini terus bertambah secara bertahap hingga mencapai 11,4% pada 1997 (KPU 2014).

Di sini Penulis akan Melihat dari sisi lain tentang Kehadiran Caleg Perempuan tersebut, yang dirasa Kwantitas dan Kwalitasnya Akan Menjegal Independensi Caleg Laki-laki pada Khususnya bagi Partai-partai Besar yang telah Hampir Menempatkan Ilmu Politik menjadi Bagian dari Ideolegi untuk Kehidupan mereka.

Kehadiran Caleg Perempuan yang dirasa  Belum 100% Menjadi Jaminan "Bagus"  Bagi Partai-partai Politik guna Meraup Suara Terbanyak pada Pemilihan Umum mendatang memicu Penulis untuk Menyampaikan Hal ini , walaupun penulispun menyimpulkan bahwa persoalan  Caleg Perempuan Kali Ini telah Hampir Tuntas ditempatkan di Partai-partai Peserta Pemilu yang akan dilaksanakan pada Tahun 2019 yang akan datang.

Partai-partai Besar yang Wibawanya telah membumi dibumi Pertiwi ini telah melahirkan Generasi-generasi Terbaiknya dan Merekapun telah Berkiprah Untuk Republik Indonesia kita tercinta ini dengan Tatanan Nilai Plus -Minus dari Karaketiristik Personalnya  mereka  ketika mereka telah dipercaya sebagai Wakil Rakyat.

Dari telaah penulis menyimpulkan Bahwa Golongan Politisi Laki-laki tetap  Mendomimasi Hitungan Lebih | Claster| dari  Para Caleg Perempuan yang Mungkin Merekapun |Para Caleg Perempuan| masih Mengalami Kendala ketika mereka Akan Mensosialisasi dirinya sendiri dihadapan Publiknya sendiri sekalipun.

Kehadiran Caleg Perempuan di Partai-partai Besarpun sebetulnya telah Menjadi Batu Sandungan Bagi Sebuah Keharusan yang kini telah Menjadi Aturan Baku pihak KPU RI tersebut.

Alasannya Karena Para Caleg Laki-laki yang Potensial Sekalipun Akan Mengalami Pencoretan di Tahapan DCT |Daftar Calon Tetap| Untuk Para Bacaleg Partai karena Demi memenuhi Kuota Caleg Perempuan yang diharuskan 30% Dari Kehadiran Caleg Laki-laki di Partai Politik.

Disini ,telaah Penulis menyimpulkan bahwa Kehadiran Caleg Perempuan tersebut  seharusnya Telah Memacu Diri Guna Menjadi Bagian yang Crusial Bagi Keberadaan Partai-partai Besar atau Partai -partai Baru sekalipun  misalnya  , yang pada  intinya Mereka |Caleg Perempuan| tersebut Bukan Hanya Sekedar  Menjadi Caleg Pelengkap saja Guna memenuhi Kuota Kursi |30%| di  DPR RI,DPRD Provinsi atau di DPRD Kab/Kota  pada saatnya nanti.

Asep Muhammad Rizal.