Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Warga Salawu Penghasil Anyaman Nyiru Terbanyak Se-Asia Tenggara

3 Oktober 2015   20:04 Diperbarui: 3 Oktober 2015   20:04 0 4 1 Mohon Tunggu...

[caption caption="Anyaman Nyiru Salawu Ketika bandar menunggu mobil penarik barang (docpri)"][/caption]

Defenisi Nyiru ;

Nyiru adalah sebuah alat penjemur barang atau makanan basah, atau sebuah alat untuk menyiangi makanan panganan olahan atau sebuah barang kerajinan anyaman bambu yang dibuat bulat ,berukuran sedikit besar dari Sair Bambu yang biasa dipakai oleh Ibu-ibu atau dimanfaatkan sebagai bagian untuk menjemur barang (sebahagian) industry makanan olahan dimanapun berada dengan cara dianyam menggunakan tangan manusia (Handmade) dengan sebuah proses atau tata-cara yang telah disepakati oleh para Ahkli yang terampil dan menguasai ilmu tentang anyaman-anyaman yang berbahan baku dari Bambu dengan sebuah tata-cara unik khas-nya Warga Indonesia.

Berbagai nama yang diterapkan terhadap barang sejenis tersebut bagi suku sunda dinamakan Nyiru , dalam hal ini penulis terbatas sekali mengungkapkan tentang “Nama” Nyiru didaerah /suku lainnya diseluruh tatar Nusantara , dan pada “hal “ itupun , penulis mencoba meminta keterangan lebih lanjutnya lagi kepada Kawan dan sejawat untuk sudi menyebutkan nama barang yang dimaksudkan itu sesuai dengan bahasa Daerahnya masing-masing (Kawan dan sejawat ) penulis dimanapun berada dan mendiami bumi Indonesia kita ini, karena penulis menimbang bahwa Nama Nyiru itu akan berbeda “nama-nya” ketika barang tersebut berada ditanah kepulauan yang lainnya diseluruh Bumi Nusantara kita tercinta.

*****************************************

Barang yang disebutkan Nyiru itu biasa terlihat dipanggul oleh tukang dagang keliling yang sering terlihat oleh penulis ketika sedang melakukan aktifitas , mereka (para pedagang keliling ) yang memanggul nyiru itu sering terlihat berkeliling disekitaran wilayah ibu kota Kabupaten Tasikmalaya (Singaparna) Jawa Barat menawarkan barang sejenis kepada para Ibu-ibu Rumah Tangga dikota setempat.

Selidik-punya selidik penulis berkesimpulan bahwa mereka (para pedagang) nyiru itu kebanyakan berasal dari daerah wilayah Kecamatan Salawu Kabupaten setempat , seketika itu juga penulis pernah mendapatkan keterangan sederhananya dari mereka (para pedagang keliling tersebut) bahwa “Barang sejenis itu suka dibuat disekitar wilayah Desa Jahiang Kecamatan Salawu , dan warga pembuat nyiru itupun telah ada disana dari sekitar tahun 80-han ketika mereka ber-produksi “ untuk lebih lanjutnya lagi penulispun melakukan lawatan kewilayah tempatnya para pembuat anyaman bambu tersebut dalam lawatan “Ketidak sengajaannya” ketika penulis sendiri sedang melakukan sebuah aktifitas.

Benar juga adanya bahwa disekitaran wilayah Desa Jahiang Kecamatan Salawu yang bertetanggaan dengan Desa Sukasari Kecamatan Puspahiang sebahagian warganya adalah Produsen (Pemroduksi) anyaman bamboo jenis “Nyiru” tersebut, dan merekapun telah membangun sebuah komitment-nya dengan para Pedagang (Bandar) dan para pengusaha dikota-kota besar , seperti pengusaha yang ada dikota Bandung ,Jakarta dan pengusaha yang ada diwilayah Kota Tasikmalaya ,Ciamis,Banjar dan lainnya.

Dalam hal kaitan “Bisnis Nyiru” yang dikaitkan dengan Bisnis Anyaman Bambu yang lainnya para pengusaha disana telah membangun sebuah jaringan bisnis yang terkatakan “Bisnis Traditional” , hal itu sempat terkuak sendiri oleh penulis ketika siang tadi (Sabtu 03/10) melakukan kunjungan (lawatan ketidak sengajaan)-nya tersebut , “Saya bayar hasil anyaman para perajin itu dengan cara ukuran bayaran *Kodian (*Per-20 Buah Nyiru) , dan untuk jenis Nyiru ada juga yang saya bayar dengan harga satuan , tergantung kualitas barang yang mereka buat !” Ucapan tersebut terlontar dari Kang Beben (48) salah seorang yang mengaku Bandar Nyiru dari Singaparna.

Dan Kang Beben-pun menjelaskan bahwa dia telah lama berhubungan bisnis dengan para Tukang Nyiru berkualitas Tinggi tersebut “Tergantung pesanan saja , saya suka mengantarkan barang (Nyiru) itu ke-kota Bandung dan Jakarta , ya,,kadang-kadang seminggu sekali , namun kadang pula sebulan sekali , ya,,bagaimana kebutuhan para pemesan saja dipasaran,,!” ucapnya.

[caption caption="Anyaman Nyiru Salawu Ketika bandar menunggu mobil penarik barang (docpri)"]

[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x