Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Oprasi Pasar Murah "Gagal!" Warga Tasikmalaya Kembalikan Beras Kepihak Panitia

11 Maret 2015   23:48 Diperbarui: 17 Juni 2015   09:47 41
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_372529" align="aligncenter" width="538" caption="Beras itu tidak laku karena kwalitas beras rendah (didalam kresek)*docpri"][/caption]

Oprasi Pasar Murah (OPM) yang dijanjikan Pihak Dinas Koperindag  Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat  yang bekerjasama dengan pihak Devre Bulog Wilayah Priangan Timur sempat dibuktikan dengan awal tidakannya yang dilakukan di Kecamatan Singaparna.

“Bupati (H.Uu R Ullum) tadi sempat pidato disini,!” begitulah penjelasan pihak Kecamatan setempat kepada Penulis Hari Rabu Siang (11/03) dikantornya.

Namun terkabarkan Warga sempat banyak warga yang  “Mengembalikan” Beras yang dijual Rp.7.500,-perkilonya tersebut kepihak Penyelenggara Acara OPM yang membawa Beras diatas Mobil Picup yang ditaruh dihalaman Kantor Kecamatan setempat.

Pasal tentang banyak warga pembeli Beras OPM yang  Mengembalikan Berasnya Kepada panitia Penyelenggara itu  tersebut terkuak media  , salah seorang warga Bojongkoneng  Singaparna yang nama dan identitasnya tidak ingin disebutkan  sempat  menjelaskan alasannya ,” Beras itu laksana Beras Raskin saja , selain kusam warnanya , beras tersebutpun Nampak terlihat seperti ditumbuk (Remuk/Bubuk) , saya telah gembira tadinya  dan sempat  berencana membeli beras Oprasi Pasar itu dengan jumlah kiloan yang banyak  ,dan kamipun sempat  bangga Kepada Pemerintah Kabupaten yang melakukan OPM Karena bisa menekan harga Beras lebih murah kedepannya yang kini masih seharga Rp.12.000 sampai Rp.11.500,-perkilonya , tapi setelah beras itu dibeli dan dibuka dirumah , saya merasa kecewa dengan kwalitasnya , sayapun mengembalikan beras itu dan meminta kembali uang pembelian itu kepada panitia OPM di-Kantor Kecamatan!” Ungkapnya.

Kejadian tersebutpun sempat diklarifikasi Penulis kepada Pihak Penyelenggara OPM dan berhasil mendapatkan penjelasan dari  Asep Lili yang mengaku Pihak Wakil  Devre Bulog Wilayah Priatim untuk OPM diwilayah Kecamatan Singaparna ,” Ya,,tadi ada warga yang mengembalikan Beras OPM kepihak kami , saya akan jelaskan bahwa Standard Untuk Oprasi Pasar bagi pemerintah itu adalah Jenis Beras yang Kelas Medium!” Ucapnya Singkat.

[caption id="attachment_372530" align="aligncenter" width="470" caption="Beras itu ternyata berkwalitas jelek! "]

14260922361538041967
14260922361538041967
[/caption]

Penulispun sempat menemui  H.Uus Usman  Camat  Setempat diruangan kantornya , dia sempat menyampaikan himbauannya ,” Untuk Beras yang akan dijual pada OPM , saya himbau jangan yang berkwalitas Jelek lah ,,kasihan pada Warga masyarakat mereka telah gembira dengan kegiatan ini , namun kali ini sayapun ikut Kecewa dengan kejadian dikembalikannya Beras oleh Warga yang membeli pada Acara OPM diwilayah Kecamatan kami ini!” Jelasnya.

Sampai siang menjelang sore , beras yang dibawa oleh Pihak Devre Bulog kehalaman Kantor Kecamatan Singaparna dengan menggunakan Mobil Bak (Picup) itu Nampak tidak laku seluruhnya , beberapa puluh Bungkus (kantong kresek) berisi Beras  Nampak masih belum laku.

Penulis sempat mendapatkan penjelasan singkat dari panitia OPM Untuk Lokasi Kecamatan setempat “Kami bawa 1,835 Kilogram (1 Ton 835 Kg-pen) dengan rincian persatu kantong plastiknya berisi  5 Kg Beras , jumlah yang kami bawa 400 Kantong Kresek , yang terjual oleh kami tingal segitu “ Ucap Perwakilan Devre Bulog Priangan Timur sambil menunjuk gundukan Plastik Keresek berisi beras diatas Mobil Picup tersebut.

*Singaparna Kabupaten Tasikmalaya,Kompasiana(11/03/2015).

Asep Rizal.

Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun