Mohon tunggu...
Asep Rizal
Asep Rizal Mohon Tunggu... Penulis

baik-baik sehat selalu dan banyak rezeky,tidak punya utang lahir maupun bathin,kaya raya Jaya Abadi Selamanya.

Selanjutnya

Tutup

Catatan Artikel Utama

Pemudik dan Dinamikanya

27 Juli 2014   06:55 Diperbarui: 18 Juni 2015   05:04 183 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pemudik dan Dinamikanya
1406392980881182691

[caption id="attachment_335260" align="aligncenter" width="605" caption="pemudik "][/caption]

Ribuan pemudik telah sampai di Singaparna, Tasikmalaya pada pukul 22;50 Wib malam Minggu ini, “saya baik bus tadi sekitar pukul 2 Sore sampai ke sini jam segini,” ucap seorang warga pemudik yang berasal dari Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya .

Macet langganan tahunan telah tidak menarik lagi terberitakan (barangkali) karena macet tahunan yang dimaksudnya  ya,,ini kejadiannya ,,,!  Ketika semua berbicara tentang mudik yang dilakukan oleh warga kabupaten setempat, telah penuhlah lembaran Koran dan telah sesak pula pemberitaan tentang tulisan para pemudik di berbagai majalah, koran lokal, media mingguan dan berita online yang kini bertebaran dan dengan berbagai dinamika “bidikan” para media telah menyiarkan hal ini .




[caption id="attachment_335262" align="aligncenter" width="576" caption="para pengojek malam "]

14063931112095060773
14063931112095060773
[/caption]

Namun, ada catatan yang tercecer di sini, keberadaan tukang ojek malam di wilayah Kota Singaparna (Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya) kini mereka menuai panen yang dinantikan para ojeker, para pengojek malam yang suka malang-melintang di wilayah titik Terminal Singaparna kini memperoleh penghasilan berlebih (barangkali), penulis sempat berbincang “sederhana” dengan pengojek malam barusan, “ ya,,Alhamdulillah lah, mungkin ini rezeky yang ditunggu,” katanya.

[caption id="attachment_335263" align="aligncenter" width="576" caption="para pemudik "]
1406393251589625506
1406393251589625506
[/caption]

Kalau biasanya (hari-hari biasa) ongkos jarak sekitar 7-8 Km itu tarifnya Rp 7.000-10.000,-, kini mungkin bisa kelipatan tarifnya, hal tersebut telah tidak bisa dihindari lagi oleh para pengguna jasa ojek malam di Singaparna, karena mereka telah tahu sama tahu (TST) karena telah mafhum adanya, tapi hal ini tidak akan berarti apa-apa bagi yang membawa rezeki yang berlebih bagi para urban mania yang memang mereka pergi meninggalkan kampung halamannya untuk cari sekarungan duit (misalnya).

Nah, bagi para pemudik yang punya ongkos pas-pasan hal ini akan jadi masalah dan kendala yang perlu dilukiskan dengan kata-kata, seperti pantauan penulis barusan ketika mampir sekedar untuk melihat keberadaan membludaknya dan terantarkannya para perindu sanak dan keluarganya” ke wilayah kampung halammnya, “saya warga kabupaten pangandaran, cuma saya tadi berburu mobil yang ke arah tasikmalaya untuk nantinya di sambung ke tempat tujuan saya di pangandaran, cuma barusan saya di turunkan di sini (Singparana)karena tadi sewaktu naik dari terminal kampung rambutan (Jakarta) ceritanya asal naik dan nyampai ke Tasikmalaya dan tidak sempat negosiasi karena perburuan angkutan bus di terminal kampungrambutan yang capek dan melelahkan , naik apa lagi ya, kalau dari sini?” ujar pak ujang mencoba memecah kebingungannya mendapatkan kendaraan yang akan membawanya ke wilayah Kota Tasikmalaya guna nanti mendapat kendaraan sambungan ke wilayah pangandaran di kota tasikmalaya.

Penulis sempat memberikan solusi agar tidak “tertipu” oleh tawaran tukang ojek yang berjanji akan mengantarakan ke terminal tipe A di Kota Tasikmalaya dengan tawaran ongkos yang maha sangat mahal, “ayoo Rp.100.000,- saya antar ke sana, tapi bisa nego lah,” ucap tukang ojek yang menwarkan jasanya.

[caption id="attachment_335265" align="aligncenter" width="526" caption="pemudik turun dari Bus antar kota "]
1406393501881865348
1406393501881865348
[/caption]

Dan penulis mencoba mengalihkan perhatian tukang ojek dengan mensiasati agar pemudik warga pangandaran itu secepatnya naik ke bus antar kota yang berhenti menurunkan penumpang di depan si pemudik tadi. “Alhamdulillah,,dia bisa naik bus itu,,!“ gumam hatiku .

Malam ini bukanlah puncak para pemudik untuk pulang kampung , mungkin besok mereka akan menuntaskan, keramaian langganan pada H-1 lebaran Idul Ditri tahun ini, mudah-mudahan kita berharap para pemudik diberi ketabahan dalam perjalanan yang melelahkan mereka , dan sampai ke depan para penunggunya yaitu “keluarganya tercinta” di kampung halamannya, walaupun tarif ongkos pada saat (masa-masa) begini memanglah tarifnya aneh dan sangat aneh sekali “saya telah habis Rp 350.000,- untuk sampai ke Singaparna ini dan belum ongkos menyampaikan ke tempat tujuan, ya itung-itung piknik tahunan lah,'" ucap seorang pemudik yang membawa 2 orang anak dan istrinya tercinta untuk pulang ke wilayah kecamatan sukarame kabupaten setempat.

Asep Rizal

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x