Mohon tunggu...
ASEP HAMDHANI
ASEP HAMDHANI Mohon Tunggu... Pekerja Sosial Supervisor PKH

Pekerja Sosial Supervisor Kabupaten Garut

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Dari Garut untuk Indonesia, Pendamping PKH Menginspirasi Negeri untuk Menulis Buku

15 Oktober 2019   23:29 Diperbarui: 16 Oktober 2019   00:07 0 0 0 Mohon Tunggu...
Dari Garut untuk Indonesia, Pendamping PKH Menginspirasi Negeri untuk Menulis Buku
dokpri

Suatu kebanggaan dari Kabupaten Garut, khususnya bagi PPKH Kabupaten GarutProvinsi Jawa Barat memiliki Pendamping yang dapat menuliskan pengalamannya disela-sela
kesibukan beliau melaksanakan tugasnya sebagai pendamping PKH dan Istri serta Ibu dari 2
orang anak kedalam sebuah buku. Cipta Nursari Merdekawati.,S.E.,S.Pd. Salah seorang
Pendamping PKH Kabupaten Garut yang mendampingi Desa Leuwigoong Kecamatan
Leuwigoong dapat menyebarkan virus positif dalam membangun pemberdayaan KPM PKH
dalam bidang Bank Sampah di Kabupaten Garut sehingga dapat memunculkan motivasi serta
inpirasi bagi pendamping PKH lainnya untuk mau memulai dalam membentuk KPM PKH
binaannya menjadi lebih baik.
Lewat Bukunya "Wanita Pemberdaya Perubahan, Menuju KPM Sejahtera. Dari Garut
Untuk Indonesia Bank Sampah Leuwirejeki Meraih Berkah", menjadi sebuah dedikasi yang
tinggi untuk dapat betul-betul menginspirasi Pendamping PKH di seluruh Indonesia untuk
mau memulai melakukan perubahan dalam pemberdayaan mandiri. Tidak perlu cara yang
rumit, tapi bagaimana merubaha jiwa dan kemampuan berjuang KPM PKH dengan cara yang
sederhana yaitu menabung lewat sampah.
Bank Sampah mungkin merupakan hal yang sangat kecil bagi orang lain, bahkan
secara ekonomi dianggap lambat dalam perputaran bisnis. Akan tetapi jika di kelola secara
baik dan serius, hal kecil ini dapat menjadi pengaruh yang sangat besar bagi dunia. Fenomena
sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti
menghasilkan buangan atau sampah. Yang harus kita rubah adalah mindsett cara berpikir
masyarakat, bahwa sampah juga ternyata bermanfaat dalam kehidupan kita jika dapat di
manajemen dengan baik. Dalam jangka 3 tahun Bank Sampah Leuwirejeki dapat berjalan
tanpa pendamping PKH turun secara tekhnis, disinilah ketekunan dan komitmen kita dilatih
untuk bisa berorganisasi dengan baik. Banyak hal yang dapat kita bangun secara
berkesinambungan, banyak mimpi yang ingin saya rancang agar Bank Sampah ini bisa
berkembang.
Salah satunya adalah mengawali ini hanya dengan hal yang sederhana yaitu
menabung dengan sampah, setelah mengarah kepada kemandirian dan perubahan pola fikir
masyarakat maka kita sebagai pendamping yang mendampingi program pemberdayaan mulai
mengarah kepada pengembangan. Keberhasilan kemandirian KPM PKH ini merupakan

kerjasama semua pihak, bukan hanya pendamping memiliki keinginan yang besar, akan tetapi
perubahan cara pikir KPM PKH yang menginginkan kehidupan yang lebih baik. Berubah
menjadi pribadi yang lebih mandiri, dan berpikir bahwa mereka bukanlah masyarakat pra
sejahtera yang akan terus berada pada garis kemiskinan mereka.
Ketika Bank Sampah ini sudah sangat terasa manfaatnya bagi para KPM PKH, maka
perlu dilakukan pengembangan baik arahnya untuk membangun koperasi ataupun output
dalam pengembangan pemberdayaan, karena jika perilaku sudah dapat berubah dengan baik.
Maka KPM akan lebih mudah diarahkan dan dapat berjuang dengan kemampuan dirinya
sendiri. Sehingga kematangan cara berpikirnya akan bisa mengarah kepada keyakinan diri
bahwa dia mampu untuk lebih produktif.
"Bukan berarti kita menjadikan mereka sebagai pemulung, akan tetapi kita mengedukasi
kepada para KPM PKH bagaimana kita dapat memilah sampah rumah tangga dengan baik
sehingga selain lingkungan kita bersih. Kita juga mendapatkan manfaat dari sampah rumah
tangga yang kita pilah", menurut Cipta ini adalah suatu konsep agar lingkungan menjadi lebih
bersih, sehat dan langkah pencegahan agar masyarakat tidak membuang sampah
sembarangan, baik ke kebun-kebun yang ada ataupun ke saluran-saluran air pembuangan.
Seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara serentak.
Sekecil apapun keberhasilan ini perlu di apresiasi oleh pemerintah baik daerah ataupun
skala Jawa Barat serta Nasional karena penanganan sampah saat ini sedang menjadi
konsentrasi Nasional, bukan lagi bantuan berupa uang nontunai, akan tetapi harapan kami
Bank Sampah yang kami dirikan ini dapat mewujudkan impian-impian jangka panjang yang
sudah direncanakan, memiliki teknologi yang lebih tepat dalam mengembangkan Bank
Sampah serta memberikan harga yang lebih layak untuk mensejahterakan KPM PKH.
"Saya membuat buku ini, karena saya kesulitan menjawab satu persatu para pendamping
PKH di seluruh Indonesia yang tertarik akan postingan-postingan saya di media sosial. Buku
ini bukanlah buku teori tentang apa itu sampah. Akan tetapi buku ini menceritakan
bagaimana kita sebagai seorang Pendamping PKH mau mulai melangkah untuk melakukan
sebuah perubahan. Pemberdayaannya bisa apa saja sesuai dengan kemampuan dan
kapasitasnya masing-masing. Tapi yang lebih penting bagaimana kita bisa menanamkan
harapan para KPM PKH menjadi harapan atau impian bersama. Jika KPM PKH sudah
memiliki tujuan bersama maka akan lebih terarah dan dapat bekerjasama dan memiliki
mental berjuang untuk memiliki kehidupan yang lebih baik",Ujar Cipta.

"Saya belum bisa memberikan yang terbaik kepada KPM PKH saya, akan tetapi mereka
begitu luar biasa memberikan banyak motivasi terhadap diri saya untuk bisa memberi lebih.
Saat ini saya sedang melakukan pengembangan pemberdayaan, bagi saya Bank Sampah
Leuwirejeki merupakan awal perubahan perilaku. Harapan saya dalam jangka panjang,
adalah membangun pra koperasi yang kedepannya dapat mendirikan unit-unit usaha Baru.
Sehingga ketika 1 orang mendirikan unit usaha maka dapat membuka lapangan kerja baru.
Salah satunya adalah pengembangan Bank Sampah dengan teknologi yang lebih tepat, dan
juga membuka kursus-kursus keterampilan bagi ibu-ibu KPM PKH sesuai dengan
kemampuan mereka. Seperti menjahit, membuat kue, dan juga kemampuan lainnya. akan
tetapi sejujurnya kami terkendala dengan dana-dana pelatihan dan tidak tahu harus kemana
kami bekerjasama".
Alhamdulillah permintaan buku "Wanita Pemberdaya Perubahan, Menuju KPM
Sejahtera. Dari Garut Untuk Indonesia Bank Sampah Leuwirejeki Meraih Berkah", sudah
banyak dipesan oleh rekan-rekan seprovesi dari seluruh Indonesia. Namun karena Cipta
masih mencetak buku tersebut sendiri sehingga jumlahnya pencetakannya masih terbatas.
"biaya pencetakan untuk buku ini sebesar Rp. 500.000,- , untuk sekali cetak sehingga
baru beberapa buku saja yang bisa saya buat. Sedangkan permintaan bukunya sudah banyak
dan sudah dikirim ke beberapa Provinsi seperti Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan,
Kalimantan Barat, Jawa Timur, Palembang, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara. Dan bahkan
begitu antusias sehingga rekan-rekan rela mengeluarkan ongkos kirim yang lebih mahal dari
bukunya. Mungkin jika buku ini bisa dicetak lebih banyak, cost pengiriman juga lebih kecil.
Saya juga pendamping jadi saya juga merasakan dan mempertimbangkan ketika membeli
buku, semoga bukunya tidak mengecewakan dan dapat lebih bisa disempurnakan dengan
saran dan kritik yang membangun ketika rekan-rekan membaca bukunya".
Semoga bermanfaat, MAJU BERSAMA SUKSES BERJAMAAH. PASTI BISA.
Menuju KPM Sejahtera, Sehat dan Cerdas

KONTEN MENARIK LAINNYA
x