Asep Dani
Asep Dani Mahasiswa, Guru

Mahasiswa Fakultas Sains Terapan Unsur, Cianjur

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Putri Anggrek

28 Agustus 2017   14:35 Diperbarui: 28 Agustus 2017   14:46 304 3 1

Kerajaan Dos terkenal sangat kejam. Raja Baazi mempunyai peraturan yang membuat rakyatnya tidak menyukainya. Walaupun begitu Raja Baazi dikagumi oleh kerajaan tetangga karena, gaya kepemimpinanya dan peraturannya yang membuat ditakuti banyak orang.

Raja Baazi mempunya tiga orang putri yang cantik jelita yaitu, Putri Mawar, Putri Melati dan Putri Anggrek.

Ketiga Putri Raja tersebut didapati dari dua orang istri yaitu, Ratu Cane dan Ratu Maria.

Ratu Cane terkenal sangat kejam dan tidak mau kalah dari Ratu Maria. Dia ingin menguasai seluruh harta Raja Baazi yang melimpah ruah.

Suatu ketika, Ratu Cane menemui penyihir untuk membuat lumpuh Sang Raja, agar dia bisa mengusir Ratu Maria dan Putri Anggrek dari Istana.

Rencana tersebut telah tersusun dengan rapi oleh Sang Ratu. Ketika Raja Baazi telah beristirahat dari segala aktifitasnya, Ratu Cane menghampiri sembari membawa secangkir teh dan makanan kesukaan Raja.

"Tuanku, hamba membawakan teh dan makanan kesukaan, Tuan," ujar Ratu Cane.

"Terima kasih permaisuriku," ucap Raja Baazi.

"Apakah Tuanku mau hamba suapi?" tanya Ratu Cane

"Iya, Permaisuriku. kebetulan hari ini aku kurang nafsu akan makanan. Mungkin ketika permaisuri menyuapiku selera makan akan kembali lagi," ujar Raja Baazi.

"Baik, Tuanku."

Ratu Cane menyuapi Raja Baazi dengan perlaahan.

"Akhirnya engkau akan lumpuh dan kerajaan ini menjadi milikku." Ungkapnya dalam hati.

Raja Baazi hanya tersenyum ketika di suapi oleh istrinya Ratu Cane.

Malam pun menjelang, Raja Baazi tertidur dengan nyenyaknya tanpa dia sadari.

Ratu Maria dan Putri Anggrek mendapatkan perlakuan tidak baik dari Ratu Cane.

"Kalian berdua harus pergi dari sini karena, sekarang kerajaan ini milikku," teriak Ratu Cane dan kedua putrinya.

"Tidak mungkin!" Ratu maria kaget mendengar ucapan Ratu Cane.

"Lihat saja, sebentar lagi Kerajaan Dos akan aku kuasai, Ratu Maria," ujar Ratu Cane.

"Aku juga berhak mendapatkan separuh dari kerajaan ini," ucap Ratu Maria tidak mau kalah.

"Tidak bisa! Kerajaan ini harus menjadi milikku." Teriak Ratu Cane, sembari mendorong Ratu Maria.

Ratu Cane dan kedua putrinya pergi meninggalkan Ratu Maria yang tergeletak di lantai.

"Ibunda, sebaiknya kita diam saja. Adinda tidak mau kalau Ibunda terluka," Putri Anggrek berusaha menghibur Ratu Maria.

"Tidak apa-apa, Anakku."

Keduanya lekas pergi menuju kamar untuk beristirahat.

Keesokan harinya,

Suasana di Istana menjadi ricuh karena sang Raja tiba-tiba tidak bisa berjalan.

"Baginda Raja, kenapa bisa begini?" tanya Ratu Maria penasaran.

Raja Baazi hanya terdiam, mulutnya terkunci hanya bisa mengedipkan mata saja.

Tabib ahli pun didatangkan untuk menyembuhkan sang Raja.

Sudah dua minggu berlalu, keadaan Raja Baazi tidak membaik. Semua rakyat menjadi gelisah karena pemimpinnya sakit.

Putri Anggrek pun mengurung diri dan menangis karena tidak kuat melihat Ayahnya sakit parah.

"Dewa, tolong sembuhkan Ayahku Raja Baazi ..., aku tidak mau kehilangan dia, Dewa." Ungkap Putri Anggrek sembari menangis.

Putri Mawar dan Putri Melati hanya tertawa ketika tahu bahwa Ayahnya Raja Baazi tidak bisa bergerak.

"Ibunda, sekarang kita bisa menguasai kerajaan in," ucap Putri Mawar.

"Iya, Ibunda. Kita bebas untuk melakukan apapun di kerajaan ini," ujar Putri Melati.

"Sabar dulu, sayang. Kita buat Putri Anggrek dan Ibunya itu pergi dari istana ini."

Ketiganya tertawa sembari membuat rencana untuk menguasai dan mengusir Putri Anggrek beserta ibunya dari istana.

...

Keadaan Raja Baazi semakin memburuk, seorang tabib berbicara pada Ratu Maria bahwa ada satu obat yang dapat menyembuhkan Raja Baazi. Namun, obat itu hanya ada di tengah-tengah air terjun.

Ratu Maria begitu gelisah dan bingung untuk mencari obat tersebut.

Akhirnya Ratu menceritakan pada Putri Anggrek bahwa ada obat yang bisa menyembuhkan Raja Baazi.

Putri Anggrek pun menyanggupinya dan pergi ketika malam tiba agar tidak di ketahui oleh Ratu Cane dan kedua putrinya.

...

Putri Anggrek sudah dua hari meninggalkan kerajaan untuk mencari obat buat kesembuhan Raja Baazi.

Sepeninggalan Putri Anggrek, Ratu Cane mengurung Ratu Maria di ruang bawah tanah. Hal itu dilakukan karena Ratu Maria memergoki Ratu Cane yang sedang mencampurkan obat dalam makanannya Raja Baazi.

"Ternyata kau adalah seorang iblis, Ratu Cane," teriak Ratu Maria.

"Ha-ha-ha-ha ..., kau akan mati di dalam sel ini, Ratu Maria. Karena, putrimu itu sudah tidak sayang lagi," ucap Ratu Cane.

"Karma akan datang kepadamu, Ratu Cane," ujar Ratu Maria dengan nada kesal.

"Apa? Karma? Tidak ada karma bagiku, Ratu Maria." Teriak Ratu Cane sembari pergi meninggalkan Ratu Maria.

Seminggu sudah berlalu, Putri Anggrek belum juga pulang membawa obat. Raja Baazi pun keadaanya semakin memburuk. Hanya kedipan mata yang dilakukan Raja Baazi, ketika diperlakukan tidak pantas oleh istri dan kedua anaknya.

"Kalian akan mendapatkan balasannya ketika aku sudah sembuh." Hati kecil Raja Baazi berbicara.

Walaupun mulut dan tubuh tidak berdaya, namun telinga dapat mendengar semua ucapan Ratu Cane.

Putri Anggrek pun sampai pada sebuah air terjun yang di sebutkan oleh tabib tersebut. Namun, ketika hendak menyebrang kakinya terpleset dan terbawa hanyut.

Perasaan Ratu Maria tidak enak, dia takut bahwa Putrinya itu terjadi sesuatu.

"Dewa, selamatkanlah putriku! Agar aku bisa bertemunya." Ucapnya dalam hati.

Mata Putri Anggrek perlahan lahan terbuka, ketika ada sesuatu yang menyentuh keningnya. Terlihat sosok pria tampan sedang memandanginya.

Putri Anggrek pun terkejut dan cepat-cepat bangun lalu menjauh.

"Kau apakan aku?" tanya Putri Anggrek.

"Maaf nona, aku tidak apa-apakan engkau. Tadi aku lihat kau terhanyut di sungai," jawab pria tampan tersebut.

"Maaf tuan, aku sudah berburuk sangka padamu, sekali lagi aku minta maaf!" ucap Putri Anggrek.

"Tidak apa-apa, Nona." Jawab Pria tampan tersebut.

Akhirnya Putri Anggrek menceritakan kejadian pada pria tampan tersebut yang bernama Pangeran Arzo.

Pangeran Arzo pun membantu Putri Anggrek agar bisa menyembuhkan Raja Baazi.

"Kalau boleh tahu tanaman seperti apakah yang dijadikan obat?" tanya Pangeran Arzo.

Putri Anggrek pun pergi ke arah air terjun yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Dan dia menunjukan sebuah bunga di tengah-tengah derasnya air yang mengalir.

"Putri, apakah kau tidak salah? Itukan obat untuk menangkal sihir dan menyembuhkan dari ilmu hitam," taya Pangeran Arzo.

"Apa? Aku tidak tahu, Pangeran. Soalnya ada seorang tabib yang memberitahukku tentang obat ini," jawab Putri Anggrek kaget.

"Yasudah, kebetulan aku tahu cara menggunakan bunga itu. Karena, dahulu aku juga terkena ilmu hitam," ucap Pangeran Arzo.

"Terima kasih, Pangeran," ujar Putri Anggrek.

"Ayo kita pergi, sebelum Raja Baazi semakin parah dan meninggal."

Putri Anggrek dan Pangeran Arzo pergi ke Kerajaan Dos untuk menyembuhkan Raja Baazi dari Ilmu hitam.

Sementara itu, Ratu Cane menggantikan posisi Raja Baazi sebagai pemimpin Kerajaan Dos.

Rakyat pun tersiksa dan banyak yang tidak menyekuai kepemimpina Ratu Cane. Penyihir Nelus pun menemani Ratu Cane agar tidak berani menentang titahnya.

Putri Anggrek dan Pangeran Arzo akhirnya tiba, setelah menempuh perjalanan selama dua hari.

Mereka berdua melihat Kerajaan Dos semakin kacau, dan mendengar bahwa yang berkuasa adalah Ratu Cane.

Akhirnya Putri Anggrek membuat rencana untuk masuk ke istana, sementara Pangeran Arzo mengelabui dengan menemui Ratu Cane.

Keduanya masuk ke istana dengan jalan yang berbeda.

Putri Anggrek berhasil masuk ke kamar Raja Baazi dan memberikan ramuan yang dibuat oleh Pangeran Arzo.

Sementara itu, Pangeran Arzo berbibicara dengan Ratu Cane dan menanyakan Putri Anggrek.

Karena tidak tahan, akhirnya Ratu Cane naik pitam dan menyuruh penyihir untuk merubah Pangeran Arzo menjadi hewan.

Namun, Pangeran Arzo pun dengan cepat menghindar dan mengambil cermin untuk memantulkan sihir tersebut.

Dan Ratu Cane beserta kedua Putrinya berubah menjadi binatang yang menjijikan karena ulahnya. Sebelum penyihir itu pergi, Pangeran Arzo menyemburkan air bunga yang telah diberi mantra untuk mengembalikan wujud asli sang penyihir.

Akhirnya, Raja Baazi pun telah sembuh dan cepat ke ruang singgasana untuk melihat keributan yang terjadi.

Raja Baazi pun terkaget, ketika melihat istri dan kedua putrinya berubah wujud.

"Ini balasan buat kalian karena berusaha mebunuhku dan menyakiti istri dan putriku." Ucap Raja Baazi.

Putri Anggrek pun membebaskan Ibunda tercinta yang dikurung.

Akhirnya, Pangeran Arzo dan Putri Anggrek pun menikah. Kedua kerajaan yaitu Dos dan Arzo menyatu.

Keadaan rakyat kembali makmur, dan tidak ada lagi kericuhan atau siksaan. Ratu Cane dan kedua putrinya diusir dari istana.