Mohon tunggu...
Asep Bahtiar Pandeglang
Asep Bahtiar Pandeglang Mohon Tunggu... Wiraswasta - bahtiar.net

Baca buku

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengenal Riwayat KH Otong Nawawi Pandeglang Banten

16 Agustus 2022   06:29 Diperbarui: 16 Agustus 2022   06:45 3203
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gus Dur Abuya Otong Aki fuad, dokpri

Sekilas Kampung Bulakan

Bulakan adalah sebuah desa yang berada di sekitar perut gunung Pulosari, berjarak sekitar 10 KM dari jalan raya Provinsi, Bulakan pada jaman baheula merupakan desa yang terkenal dan sangat masyhur di Kecamatan Saketi. Disamping kampungnya memang indah juga menjadi tempat berkumpulnya para kiai dan para jawara.

Dari jaman dulu, Bulakan memang terkenal sebagai tempat berkumpulnya para pemuda yang terus melakukan perjuangan melawan penjajah Belanda. Sehingga para pejabat manapun tidak ada yang berani memasuki kawasan Bulakan jika tidak menggunakan adat sopan santun. Maka tidak heran jika sampai sekarang, orang-orang Bulakan terkenal mewarisi keberanian dan kejawaraan walaupun mereka tidak dididik ilmu kanuragan oleh para leluhurnya.

Pada jaman penjajahan belanda, tidak ada desa yang ramai seperti sekarang, semua desa menjadi kosong karena semua kampung menjadi pos-pos penjagaan para tentara Indonesia, Kampung hanya diisi oleh para pejuang yang siap mati di medan perang. sedangkan para penghuni desa melarikan diri menjauhi medan perang, diantara mereka ada yang pergi ke puncak gunung dekat kawah atau bersembunyi di dalam guha.

Pada saat itu Desa yang menjadi pusat perkumpulan para jawara, Kiai dan Tabib di kawasan Saketi adalah Bulakan. Jika ada tentara atau pemuda yang tertembek oleh Belanda, mereka tidak dilarikan ke Rumah Sakit tapi dibawa langsung ke Desa Bulakan. Sebab hanya dengan tiupan semburan air dan dedaunan, luka-luka tersebut langsung hilang dengan seketika. Pos-pos Penjagaan tentara untuk wilayah Saketi pada saat itu di pimpin oleh Ki Sajong yang mempunyai pos penjagaan besar di Desa Majeug, sedangkan di Bulakan di pimpin oleh Kiai Marzuq.

Sekilas Lurah Hasan

Lurah Hasan mempunyai anak 7 yang pertama adalah Haji Rohana Sodong ke 2 haji emeng Sodong ke 3 haji Encuk Hasanah Ciandur ke 4 Abah Enjen ke 5 Bu Ucun ke 6 tidak diketahui namanya  ke 7 Kiai Mamad.

Hasan, selain menjabat sebagai Lurah juga seorang mentor yang mendirikan sekolah agama ketika awal-awal berdirinya Nahdlotul Ulama di Kecamatan Saketi. Bahkan bisa disebut sesepuh kampung sekaligus donator yang mendirikan mesjid Bulakan. Hasan juga terkenal sebagai pelindung masyarakat, termasuk yang mengurus urusan rakyat dan segala kebutuhannya, dia termasuk tokoh besar terutama di kecamatan Saketi, disegani dan ditakuti ilmu kanuragannya

Asal Muasal Kejawaraan Lurah Hasan

Suatu hari, Hasan muda mendapat ancaman dari seseorang bahwa ia akan di bunuh. Kakaknya kemudian menyuruhnya untuk melarikan diri dengan bekal Rp 6 perak. Hasan muda kemudian berguru ilmu kanuragan kepada para jawara-jawara kidul. Selain bisa membelah kelapa dengan satu jari, juga pernah di tes dengan menjatuhkan diri dari atas jurang, sedangkan di bawah jurang sudah dipasangi banyak bambu-bambu runcing. Tidak ada jawara Banten yang mampu di Tes ilmu seperti ini, hanya Hasan muda yang berani dan tidak terjadi apa-apa pada tubuhnya, berawal dari sanalah, nama Hasan muda terkenal menjadi jawara ke seantero Banten.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun