Mohon tunggu...
Amiruddin Saddam
Amiruddin Saddam Mohon Tunggu... Programmer - Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Budi Luhur

Tech Enthusiast, Content Writer and Learner Something New

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

TikTok Shop: Fenomena Media Sosial Bermuka Dua

21 September 2023   21:30 Diperbarui: 21 September 2023   21:44 184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
gambar seseorang sedang membuka aplikasi media sosial (sumber: pexels.com/cottonbro studio)

Akhir-akhir ini ramai dibicarakan mengenai ancaman pelarangan media sosial untuk menawarkan layanan jual beli barang di platform yang sama. Fenomena media sosial bermuka dua ini sebenarnya bukan merupakan hal baru. Sebelum ini, ada beberapa media sosial yang menawarkan layanan jual beli barang di platform mereka.

Apa itu Fenomena Media Sosial Bermuka Dua ?

Fenomena media sosial bermuka dua adalah fenomena dimana aplikasi media sosial memiliki layanan yang tidak hanya dapat sebagai media untuk berkomunikasi dan menjalin pertemanan saja, akan tetapi dapat sebagai media jual beli untuk penggunanya ataupun layanan lainnya seperti streaming dan lain sebagainya.

Salah satu media sosial yang bermuka dua adalah TikTok. Selain sebagai media sosial, TikTok juga bisa sebagai media untuk mendapatkan penghasilan bagi para pedagang menggunakan layanan TikTok Shop

TikTok Shop merupakan salah satu layanan yang memungkinkan pengguna TikTok untuk menjual dan membeli produk langsung dari aplikasi. TikTok Shop membuat pembelanjaan lebih mudah karena pengguna dapat melihat produk dan berbelanja tanpa meninggalkan aplikasi TikTok. Ini mengurangi hambatan antara melihat konten dan melakukan pembelian.

Apa Dampak yang Dirasakan oleh Pengguna Media Sosial Bermuka Dua ?

Pengguna Media Sosial Bermuka Dua Seperti TikTok dapat merasakan dampak positif dan negatif. Dampak positif yang dapat dirasakan oleh pengguna adalah pengguna dapat memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk yang dijual dan juga membeli produk yang diinginkan dengan mudah. Selain itu, pengguna juga dapat dengan mudah mendapatkan ulasan produk yang akan dibeli dari pengguna lainnya.

Akan tetapi, dengan adanya media sosial bermuka dua ini, dapat memberikan dampak negatif kepada penggunanya salah satunya adalah ketergantungan terhadap media sosial sehingga dapat menyebabkan pengguna enggan untuk bersosialisasi di dunia nyata. Jika tidak berhati-hati, pengguna dapat tertipu dengan produk yang dijual. Bahkan pengguna juga bisa terjerat pinjaman online hanya untuk membeli barang-barang yang dijual di media sosial.

Selain itu, dengan adanya media sosial bermuka dua dapat menyebabkan masalah dalam jual beli produk, pengguna yang menjual barang-barang mereka harus dapat bersaing dengan para influencer ataupun artis-artis yang memasarkan produk mereka atau produk orang lain yang menggunakan jasa mereka. 

Follower merupakan salah satu faktor yang menyebabkan para pedagang kesulitan untuk menjual produk mereka. Semakin tinggi follower sang influencer ataupun artis, maka semakin banyak juga potensi pembeli. Sedangkan untuk penjual yang baru memasarkan produk di media sosial akan kesulitan karena follower mereka tidak sebanyak para influencer ataupun artis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun