Ary Surya
Ary Surya Peg Swasta

Ikhlasin aja deh

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

"Tomb Raider 2018", Sisi Unggul Feminim

1 April 2018   21:57 Diperbarui: 1 April 2018   22:31 352 0 0

Jika membandingkan Jolie dengan Vikander dalam memainkan peran Lara Croft mungkin tidak adil. Karena visualisasi yang ditampilkan Jolie pada dua Tomb Raider sebelumnya kesan yang saya rasakan sangat "Jolie", Anda tahu kan? 

Vikander pada Tomb Raider kali ini. saya melihatnya ia ingin menampilkan sisi Lara Croft lain. Sang sutradara film ini juga telah berhasil menepis imaji Lara Croft nya Jolie pada penonton, sehingga pada menit ke 15, Jolie tergantikan oleh Vikander.

Sebut saja James Bond, Ethan Hunt atau Jack Reacher atau sebut saja jagoan-jagoan fiksi lainnya, lewatkejantanan mereka dengan Lara Croft versi kali ini. 

Bagaimana tidak, Croft kali ini sangat luar bisa jantannya. Kemampuan fisik, taktis, strategi, ketangkasan, intelegensi dan sebagainya ditampilkan secara 'sempurna'.

Alur ceritanya sendiri, khas Hollywood, Anda tahu kan? Jika membicarakan ceritanya, ah, biasa saja. Tak ada yang signifikan menarik ataupun keluar dari kotak.

Menonton film ini, saya sepertinya bukanlah seorang lelaki. Adegan demi adegan dieksploitasi pada Lara, halangan rintangan, pemecahan masalah dalam waktu singkat dan seterusnya seterusnya.

Bagi negara Indonesia, April merupakan bulan emansipasi, hari kebangkitan kaum feminim. Habis gelap terbitlah terang.

Lagi, tidak mungkin membandingkan fiksi dengan sebuah realita. Namun, Lara Croft kali ini benar-benar memperlihatkan sisi unggul feminimismenya. Sebuah tontonan yang layak menjadi inspirasi kaum hawa, dengan segala kekurangan film Tomb Raider 2018. Sangat layak untuk ditonton.

Selamat Hari Kartini 2018.