Mohon tunggu...
Aryanto Husain
Aryanto Husain Mohon Tunggu... Freelancer - photo of mine

Saya seorang penulis lepas yang senang menulis apa saja. Tulisan saya dari sudut pandang sistim dan ekonomi perilaku. Ini memungkinkan saya melihat hal secara komprehensif dan irasional.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Orkestrasi Sang Penjabat Gubernur

12 Mei 2022   13:22 Diperbarui: 14 Mei 2022   17:27 903
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Beranda medsos saya yang beberapa hari ini penuh dengan tebakan siapa para Penjabat Gubernur, kembali senyap. Terjawab sudah siapa saja para Penjabat yang menggantikan para Gubernur yang berakhir masa jabatannya sebelum 15 Mei 2022.

Kamis, 12 Mei 2022, Mendagri akhirnya melantik para Penjabat Gubernur di Jakarta.

Mendagri mengambil sumpah jabatan Al Muktabar sebagai Penjabat Gubernur Banten, Ridwan Djamaluddin sebagai Penjabat Gubernur Babel, Akmal Malik sebagai Penjabat Gubernur Sulbar, Hamka Hendra Nur menjadi Penjabat Gubernur Gorontalo, dan Paulus Waterpauw sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat.

Publik sekarang bertanya apa yang akan dilakukan para Penjabat itu dalam masa kurang lebih dua tahun.

Masa waktu ini memang cukup lama bagi Kepala Daerah yang tidak dipilih dalam Pilkada, namun relatif pendek untuk memenuhi seluruh harapan dan keinginan masyarakat.

Ibarat bermain musik, para PJ. Gubernur memainkan Orkestra, tidak lagi sekedar bermain Band. Keduanya memang sama. Memainkan alat musik secara bersama-sama.

Bedanya Orkestra dipimpin oleh seorang konduktor yang mengarahkan pertunjukan dengan gerakan tangannya. Para pemain diatur sesuai dengan hierarki dalam orkestra mengikuti gerak tangan Kepala Sekolah yang bertanggung jawab untuk memimpin.

Jika Band hanya dimainkan tidak lebih dari 10 orang, sebuah orkestra dapat memiliki lebih dari seratus musisi yang bermain bersama.

PJ. Gubernur akan memainkan sebuah orkestrasi pemerintahan yang jauh lebih kompleks dari dunia mereka sebelumnya. Semua kepentingan berarah ketangannya. Mulai dari kebijakan eksekutif, kepentingan politik hingga aspirasi masyarakat.

Seperti orkestra, banyak cara dan sensasi untuk memuaskan stakeholder di daerah. PJ. Gubernur bisa mengikuti passion para komposer dunia yang menawarkan sensasi berbeda kepada penontonnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun