Mohon tunggu...
Aryanti DestyRamadhani
Aryanti DestyRamadhani Mohon Tunggu... Mahasiswa poltekkes Jogja

Opini

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Bahasa yang Memprihatinkan Moral Bangsa

15 September 2020   12:35 Diperbarui: 15 September 2020   12:44 46 4 0 Mohon Tunggu...

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahasa berperan penting sangat penting. Oleh karena itu bahasa merupakan simbol yang dihasilkan oleh alat ucap yang biasa digunakan oleh sesama masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktivitas masyarakat menggunakan bahasa, baik berbahasa lisan maupun secara tertulis dan bahasa tubuh. 

 Dewasa ini, bahasa yang digunakan semakin memprihatinkan moral bangsa. Adanya muncul bahasa bahasa baru yang semustinya tidak digunakan untuk berkomunikasi. Baik itu bahasa gaul, bahasa asing, maupun bahasa plesetan. Bahasa tersebutlah merupakan akar dari permasalahan dalam moral bangsa dalam berkomunikasi dengan orang lain.

 Akhir-akhir ini kata 'anjay' lagi viral di dunia maya, disebabkan konten Youtube dalam opini Lutfi Agizal S.Psi yang menyatakan bahwa 'anjay' adalah kata kasar, yang kata dasarnya adalah 'anjing', yang menurut beliau itu sangat kasar sekali. Hal ini perlu dibahas dikarenakan perlunya dedikasi untuk generasi yang berbahasa yang baik, kalau tidak dimulai sekarang ingin sampai kapan generasi ini akan terus menggunakan bahasa yang tidak baku. 

 Masalah ini sampai ke Komnas Perlindungan Anak (Arist Merdeka Sirait) turun tangan untuk membahas penggunaan kata 'anjay' ini. Pak Arist Merdeka S meminta penggunaan kata 'anjay' dihentikan sekarang juga. Komnas PA menilai kata 'anjay' yang sedang populer dikalangan anak-anak maupun jajaran artis yang dapat berpotensi dipidana. 

 "Ini adalah salah satu bentuk kekerasan atau bullying yang dapat dipidana, baik digunakan dengan cara dan bentuk candaan. Namun jika unsur dan definisi kekerasan terpenuhi seseuai dengan ketentuan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, tindakan itu adalah kekerasan verbal. Lebih baik jangan menggunakan kata 'anjay'. Ayo kita hentikan sekarang juga," kata ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait dalam kutipan Detik news Sabtu (29/8)

Bahasa yang tidak patut bisa dikatakan netral berdasarkan situasi, kondisi, dan domilisi bahasa tersebut dilontarkan. Jadi, tidak serta merta-kata dengan makna dicap kasar atau tidak, melainkan kita lihat dulu di mana, kapan, siapa, dan siapa kata terssebut diucapkan. Tapi kebanyakkan orang masih menyalahgunakan dan mengabaikannya. Hal ini perlu adanya wadah untuk mengatasinya, yaitu bisa dalam lingkup keluarga.

 Pemakaian kata 'anjay' di kalangan anak muda biasanya ada di situasi santai, bahkan saat hangout bersama teman. Walaupun maksud tidak bermakna mencaci apalagi menghina. Itu sudah merusak moral anak bangsa.

Semakin sering kata itu terus digunakan hingga di salahgunakan dapat memicu kecanduan dalam mengatakan kata 'anjay' dan akan sulit untuk di atasi. 

Bahkan sudah seperti bahasa sehari-hari dalam mengungkapkan terkejut, gembira, kecewa maupun emosi yang seharusnya kata tersebut bisa di ganti dengan kata yang lebih baik seperti, mengungkapkan gembira atau syukur dengan mengucapkan Alhamdulillah, mengungkapkan kecewa dengan mengucapkan Innalillahi, dan sebagainnya. Dengan itu, bisa menjadi solusi dalam memprihatinkan moral bangsa ini dalam berbahasa, dan itu lebih baik yang akan menjadikan generasi yang beraklakul kharimah dan moral yang mulia.

 Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia, lembaga pemerintah, lembaga swasta,para pejabat negara, politisi, entertaiment, mahasiswa, peserta didik serta pendidik utnuk mencintai, melestarikan serta menggunakan bahasa yang resmi negara, bahasa Indonesia, maupun publik.

 Utamakan bahasa negara dalam segala hal. Jangan memerdulikan kata menjadi diri kalian rendah , tidak gaul, tapi jadilah pelopor anak bangsa yang mempengaruhi dunia dalam berbahasa baik yaitu bahasa Indonesia. Mari mengharumkan nama bangsa Indonesia. Siapa lagi yang pdeuli selain warga negara ini. Cintai dan lestarikan bahasa indonesi sejak dini agar anak cucu kita mengerti arti penting persatuan dan kesatuan bahasa. Jayalah negeriku, lestarikan bahasaku! 

VIDEO PILIHAN