Mohon tunggu...
Aryadi Noersaid
Aryadi Noersaid Mohon Tunggu... entrepreneur and writer

Lelaki yang bercita-cita menginspirasi dunia dengan tulisan sederhana.

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Lelaki Pemikat Punai (10)

3 Januari 2021   18:46 Diperbarui: 3 Januari 2021   20:06 150 1 0 Mohon Tunggu...

Lekas kubuang pikiran buruk itu termasuk pikiran tentang betapa mengagumkan kecantikankannya. Tak pantas menghakimi seseorang dari apa yang ia alami tanpa tahu bagaimana isi hati dan kepribadiannya, lagi pula siapa orangnya yang bisa memilih lahir dari rahim dan benih siapa.

"Hmmm...nasibmu tidak beda dengan nasibku," cetusku. Kalimat itu cukup untuk membuatnya sedikit terkejut.

"Maksudmu? apa yang kamu lakukan dikantor polisi ini?" gadis itu balik bertanya masih dalam senggukan tangis yang ditahannya.

"Oh iya, namaku Fatur. Siapa namamu?" kusodorkan tanganku yang kotor oleh debu. Kutepuk kedua telapak tangan mengusir debu-debu yang menempel diatasnya.

"Namaku, Niken," balasnya.

"Sudahlah, aku tak ingin bercerita tentang apa yang kualami."

"Kamu juga kehilangan seseorang?" tanyanya yang kubalas dengan anggukan. Niken perlahan menegakkan tubuhnya yang semula bersandar pada pohon Mahoni.

"Aku kesini untuk bertanya tentang hasil penyelidikan?" kini aku yang menyandarkan tubuh ke batang pohon Mahoni yang kokoh. Urat pohon  berulir terasa memijit urat-urat punggungku  yang mungkin lelah karena mengayuh sepeda dengan kuatnya tadi pagi.

"Siapa? ibu atau bapakmu yang terbunuh?"

"Bapakku. Entah oleh siapa. Tak ada titik terang siapa yang melakukannya. Aku tak meyakini itu dilakukan oleh pencuri biasa,"

"Kapan kejadiannhya?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x