Mohon tunggu...
Ary Suarsyah
Ary Suarsyah Mohon Tunggu... Mahasiswa

Cinta Dan Revolusi, Berjuang dengan gembira

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Logika Mana?

18 November 2019   00:35 Diperbarui: 18 November 2019   00:49 0 1 1 Mohon Tunggu...
Logika Mana?
dokpri

Tulisan ini saya buat Untuk mengisi waktu yang sedang kosong saat istirahat selepas kembali dari Ibukota Jakarta sebelum kembali beraktivitas seperti biasa saya sempatkan saja, mungkin tidak terlalu berkesan dan ilmiah, namanya juga pengisi waktu.

Dimulai dari waktu kepulangan saya dari Jakarta, tepatnya dari Surabaya tapikan saya dan rombongan startnya di Jakarta. Dari Surabaya menuju Makassar kami menggunakan transportasi laut yang memakan waktu lebih dari 24 jam, Saat dikapal saya bertemu dengan penumpang lainnya dan setelah proses perkenalan selesai kami mulai berdiskusi lepas, nah saat berdiskusi ia bercerita tentang sebuah pekerjaan yang dianggap remeh di mata masyarakat namun sesungguhnya bisa menjadi pembangkit perekonomian tikat mikro, yaitu bagaimana penelitian dosennya dulu yang menyimpulkan bahwa Penghasilan seorang pengamen lebih besar dari pada penghasilan PNS (khususnya Guru).

Dengan penjelasan yang rasionalnya saya membenarkan hal itu, namun dari sini saya menemukan kejaganggalan, dan kali ini saya tidak terlalu fokus pada perbandingan penghasilan namun saya fokus pada jumlah penghasilan tersebut, karna hal ini cukup menggangu pikiran saya maka dari itu saya ingin  berbagi kepada para pembaca yang budiman. Ada beberapa pekerjaan yang menjadi persoalan, diantaranya sebagai berikut.

1. Pengamen Jalanan.
Seperti yang dikatakan diatas bahwa penghasilan pengamen (Khususnya pengamen jalanan), lebih besar jika dibandingkan dengan penghasilan seorang PNS (Khususnya Guru). Bagaimana bisa demikian? untuk itu mari kita simak penjelasan dari teman diskusi saya dikapal pada waktu itu. 

Kita asumsikan bahwa seorang pengamen jalanan (Selanjutnya saya sebut pengamen) mampu menghasilkan Rp. 2.000,00 setiap sekali lampu merah, sedangkan setiap lampu merah berdurasi 5 menit, jadi dalam satu jam kira berapa kali lampu merah? Jika 60 dibagi 5 hasilnya 12 dikurangi porsi waktu untuk lampu hijau yang juga 5 menit, maka dalam satu jam setidaknya 6 kali lampu merah. Nah, lalu kita asumsikan bahwa pengamen tersebut mulai mengamen dari dari jam 8.00 pagi sampai jam 9.00 malam, kenapa jam 8.00 pagi? Karna jam 8.00 pagi orang-orang mulai beraktivitas jadi jalanan akan sedikit padat.

Lalu dari jam 8.00 s/d 9.00 jika dijumlahkan adalah 13 jam, selanjutnya 13 jam berarti 780 menit. Jika 780 menit kita bagi 5 (durasi setiap lampu merah) hasilnya adalah 156 lalu dibagikan 2 (durasi waktu lampu hijau yang juga 5 menit) maka 78 kali lampu merah dalam sehari. Nah, jika setiap lampu merah pengamen dapat menhasilkan Rp. 2.000,00 maka dalam sehari pengamen tersebut berpenghasilan Rp. 156.000,00 dan dalam 1 bulan (30 hari) mampu menghasilkan 4.680.000,00 itu jika pengamen tersebut hanya menghasilkan Rp. 2.000,00 setiap lampu merah, bagaimana jika lebih? Nah bagaimana sekarang minat jadi pengamen?

2. Tukang Parkir
Selanjutnya yang tidak kalah banyak juga adalah tukang parkir namun kali ini saya fokus pada tukang parkir liar (selanjutnya saya sebut tukang parkir). Terlepas dari segala kontroversinya tukang parkit ternyat juga menjadi profesi yang sangat menjanjikan, menggunakan pendekatan yang sedikit sama dengan pengamen diatas. Mari kita lihat berapa penghasilan yang dapat diperoleh tukang parkir.

dokpri
dokpri
Biasanya ada sedikit perbedaan tarif pada kendaraan bermotor dan mobil, namun disini kita hanya fokus pada kendaraan bermotor saja. Nah jika tukang parkir mampu mendapatkan Rp. 2000 pada setiap kendaraan sedangkan dalam 1 jam tukang parkir mampu menarik tarif minimal pada 5 kendaraan bermotor, Nah jika tukang parkir mulai pada jam 8 pagi sampai jam 9 malam, kita singkat saja 1 Jam 5 kendaraan bermotor, dalam 1 hari kerjaannya 13 jam, jadi 5 dikalikan dengan 13 jam hasilnya adalah 65 kendaraan bermotor, jika setiap kendaraan tarifnya Rp. 2.000,00 maka tukang parkir bisa menghasilkan Rp. 130.000,00 per hari dan dalam 1 bulan (30 hari) ia mampu menghasilkan Rp. 3.900.000,00 nah lagi-lagi itu jika hanya 5 kendaraan bermotor, bagaimana jika lebih dari itu? Belum lagi jika kendaraan mobil juga termasuk dalam hitungan.

Untuk yang ketiga dan seterusnya silahkan pembaca cari dan usulkan sendiri, saya rasa disekitar kita banyak hal-hal seperti itu. Sebenarnya masih banyak lagi jenis-jenis pekerjaan seperti itu, contoh yang saya lihat di kota Makassar ada orang membantu jika ada kendaraan yang hendak putar arah, yang dimana jika jalanan sedang padat maka akan sedikit sulit putar arah tanpa bantuan dari mereka ini. 

Tarifnya sepertinya tergantung keikhlasan namun lebih dominan saya lihat Rp. 2.000,00 untuk setiap mobil yang ingin putar arah. Dan jika dikalkulasikan dengan pendekatan yang sama dengan diatas bukankah hasil nya juga besar? Sebenarnya yang ini juga termasuk tukang parkir.

Selain itu seperti yang sering kita temukan di media, bahwa berhenti merokok mampu membuat seseorang yang menyisihkan biaya rokoknya dalam sehari membuahkan hasil yang memukau dalam waktu setahun. Iya, yang terakhir ini hanya sebagai pelengkap saja bukan termasuk pekerjaan juga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x