Ceritaramlan

Target sebagai Alarm

16 Mei 2018   23:26 Diperbarui: 16 Mei 2018   23:28 256 0 0

Ada yang bilang, hidup itu mengalir saja "Sak Titahe" , tentunya hal ini sah-sah saja. Akan tetapi bila ingin mencapai suatu level, saya kira dengan menetapkan target akan lebih cepat sampai.

Pasalnya, dengan menerapkan target kepada diri sendiri seakan memberikan sinyal alarm untuk selalu menepati target yang sudah dicanangkan. Berbeda dengan yang tanpa target, jika tidak memiliki kemauan dan motivasi diri yang hebat, perkembangannya akan lambat.

Misal target hafalan, bagi yang memiliki target, ia akan selalu diingatkan dengan target sekian, sehari harus sudah hafal sekian, sebulan sekian dan seterusnya. Sementara yang tidak memiliki target, cenderung menghafalkan semaunya, tergantung mood pada dirinya.

Begitu pula target di bulan Ramadan, bila tidak dikasih target, bisa-bisa bulan Ramadan akan terlewat begitu saja.

Di dalam bulan yang penuh berkah ini, banyak sekali amalan yang dianjurkan. Selain amalan wajib tentunya ada amalan sunnah yang sangat ditekankan Kanjeng Nabi untuk dilaksanakan di bulan Ramadan. Antara lain adalah membaca Alquran.

Nah, terkadang membaca Alquran dianggap sepele, tidak ditarget dan sering menunda. Walhasil, Bulan Ramadan sudah usai, satu khataman pun tak selesai. Padahal, pahala yang didapatkan dari membaca Alqur'an ini sangat luar biasa, apalagi dibacanya saat bulan ramadan, pahalanya tentu berlipat-lipat.

Selain membaca Alquran, hal yang paling dinanti di dalam bulan Ramadan adalah malam lailatul qodar. Bagaimana tidak, beramal kebaikan di malam tersebut pahalanya dilipatkan seribu bulan. Kalo dikalkulasi bisa mencapai 80 tahun lebih. Coba bayangkan Dua raka'at shalat sunnah di malam tersebut bisa dihitung layaknya shalat sunnah 2000 malam.

Menariknya, malam yang penuh berkah ini sengaja disembunyikan oleh Allah Swt, supaya apa? Supaya umat manusia bersungguh-sungguh dalam beribadah di seluruh malam di bulan ramadan ini.

Kendati demikian sebagian Ulama mengatakan bahwa, Lailatul Qodar seringkali hadir di malam-malam ganjil sepertiga akhir bulan Ramadan. Walhasil umat Islam pun ketika malam-malam ganjil berbondong-bondong meningkatkan diri dalam beribadah. Namun ternyata tidak semua, faktanya pasar-pasar, mal-mal lebih menggoda daripada mengencangkan pinggangnya untuk beribadah. Tak percaya? Cek saja lusa yah.

Kembali ke target di bulan Ramadan, tentunya membuat target tak usah muluk-muluk, ukurlah sesuai dengan kemampuan Anda. Jika di bulan-bulan sebelumnya tak setrengginas dalam membaca Alquran, tak usahlah menarget layaknya Imam Syafi'i, khatam sehari dua kali. Satu bulan khatam sudah bagus.

Namun, jika Anda sudah sering khatam dalam bulan-bulan sebelumnya, jangan malah kendor di bulan Ramadan, tapi perlu ditingkatkan. Misal, jika Anda biasa satukali khatam dalam sebulan. Khusus Ramdan tingkatkan menjadi lima kali. Dan seterusnya.

Tentunya target-target ini tidak hanya dalam membaca Alqur'an saja. Bisa dikembangkan dalam shalat sunnah, shodaqoh dan amal baik lainnya.

Allah saja melipat gandakan pahala di bulan Ramadan, sudah selayaknya direspon dengan melipatkan amal perbuatan juga bukan?

Akhir kalam, semoga kita dimampukan dalam mengarungi bulan Ramadan ini dengan melaksanakan kebaikan. Dan tentunya amal tersebut diterima oleh-Nya, sehingga kelak memperoleh kemenangan dan dikumpulkan dengan orang yang kita cintai.

Tabik.