Arwan inspiratifnews
Arwan inspiratifnews Mahasiswa

Idealisme adalah Kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda. (Tan Malaka -Bapak republik yang terlupakan)

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Aktivis Dakwah Gayo Lues: OPM Wajib Ditindaklanjuti, Hukum Jangan Terkena Najis Mukhalazah

7 Desember 2018   00:08 Diperbarui: 7 Desember 2018   00:12 239 0 0
Aktivis Dakwah Gayo Lues: OPM Wajib Ditindaklanjuti, Hukum Jangan Terkena Najis Mukhalazah
dokpri

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut Organisasi Papua Merdeka(OPM) sebagai dalang pembunuhan 31 pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. (Red.Cnn nasional Indonesia)

Berdasarkan Data dari lihat kepolisian, 31 orang tewas dibunuh pihak yang dilabeli kepolisian sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (CNN nasional Indonesia-Red) 

Pembantaian karyawan dalam pembangunan jembatan itu, berbagai pihak menilai bahwa itu cerminan dari Sikap durhaka nya OPM terhadap NKRI, tak lain dan tak bukan, karna keinginan nya semakin menggebu untuk pisahkan diri dari bagian NKRI (Separatisme).

 Menanggapi Hal itu, Pihak dari mahasiswa juga ikut bersuara yang mendukung tegakknya hukum dan keadilan.
Salah satunya pendapat dari seorang mahasiswa hukum universitas Malikussaleh, yang aktif dibagian dakwah.

"Sungguh memprihatinkan kejadian yang menimpaku saudara kita dipapua sana, TNI dan Polri wajib bertindak tegas terhadap perlakuan OPM tersebut" tanggap Samsul Bahri, Aktivis Dakwah asal Gayo Lues Aceh (06/12/2018)

Pihak nya juga menambah kan, pelaku yang diduga dari OPM wajib ditindaklanjuti dengan tegas dan impas, penegakan hukum dan keadilan .

"OPM wajib ditindaklanjuti, dan kita dukung pemerintah dan aparat mampu mengatasi hal semacam ini, karna kami dari aktivis dakwah tak ridho ini dibiarkan, hukum tetaplah tegas, tanpa terkena Najis Mukhalazah" Tambah Samsul

Ia juga berharap pada seluruh mahasiswa, apalagi yang bergerak dalam bidang dakwah Agar selalu mendoakan yang terbaik untuk NKRI.

"NKRI Telah final jadi negara kita, tetap kesatuan nya kita jaga dengan erat, maka tak hanya aparat, kita pun selaku mahasiswa bergerak menjaga keutuhan NKRI, bentuk nasionalis kita" pungkasnya.

Akhir pendapatnya, ia katakan bahwa kita terlalu cinta NKRI, maka dari itu baik OPM maupun lainnya yang ingin merusak NKRI maka dia harus ditindak.