Mohon tunggu...
Arum Sekar Tanjung
Arum Sekar Tanjung Mohon Tunggu... Mahasiswa - Saya adalah mahasiswi universitas Muhammadiyah Malang jurusan psikologi

Nama saya Rizki Arum Sekar Tanjung sering di panggil ayum , hobi saya bernyanyi dan cita cita saya menjadi seorang psikolog

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Sehat

Mental Health Awareness

19 September 2022   18:30 Diperbarui: 19 September 2022   18:38 42 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Indonesia Sehat. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 450 juta orang di seluruh dunia memiliki gangguan mental. Di Amerika Serikat, statistik penyakit mental juga mengkhawatirkan. Diperkirakan 50% orang Amerika akan menderita penyakit mental dalam hidup mereka,2 dan satu di empat orang Amerika akan melawan penyakit mental dalam waktu tertentu tahun.3 Kehadiran penyakit mental yang mengejutkan di Amerika Serikat dan populasi lainnya menunjukkan bahwa ada kemungkinan besar mengalami gangguan mental secara pribadi penyakit atau mengetahui seseorang dengan penyakit mental. Pendekatan kunci untuk mengatasi penyakit mental meliputi: penggunaan terapi perilaku yang efektif dan obat-obatan. Misalnya, psikoterapi, keluarga, kognitif-perilaku, terapi elektrokonvulsif, dan obat-obatan telah efektif dalam mengobati penyakit mental.4 Meskipun tersedia pengobatan yang efektif, penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit mental cenderung mencari pengobatan dan bahwa lebih dari 60% orang yang hidup dengan penyakit mental tidak menerima pengobatan.

Kesehatan mental merupakan suatu hal yang penting dari kesehatan. Kesehatan mental yang baik akan menjadikan orang - orang untuk menyadari potensi mereka, mengatasi tekanan kehidupan yang normal, bekerja secara produktif, dan dapat berkontribusi dengan prilaku yang benar. Berdasarkan kajian data Riskesdas 2013 diketahui prevalensi gangguan mental berat pada penduduk Indonesia 1,7%, terbanyak di Yogyakarta, Aceh, Sulawesi Selatan. Adapun gangguan mental emosional dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan sekitar 6%. Hingga saat ini, masih terdapat stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan mental di Indonesia, sehingga mengalami penanganan serta perlakuan salah seperti pemasungan. Oleh karena itu perlakuan yang sangat optimal sangat dibutuhkan pada saat ini, keluarga dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Kesehatan mental dapat ditingkatkan dengan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif. Paradigma dalam gerakan kesehatan mental yang lebih mengedepankan pada aspek pencegahan serta peran komunitas untuk membantu optimalisasi fungsi mental individu. 

Di Indonesia, berdasarkan Data Riskesdas tahun 2007, diketahui bahwa prevalensi gangguan mental emosional seperti gangguan kecemasan dan depresi sebesar 11,6% dari populasi orang dewasa. Berarti dengan jumlah populasi orang dewasa Indonesia lebih kurang 150.000.000 ada 1.740.000 orang saat ini mengalami gangguan mental emosional (Depkes, 2007). Data yang ada mengatakan bahwa penderita gangguan kesehatan mental di Indonesia tidaklah sedikit sehingga sudah seharusnya hal tersebut menjadi sebuah perhatian dengan tersedianya penanganan atau pengobatan yang tepat. Di berbagai pelosok Indonesia masih ditemui cara penanganan yang tidak tepat bagi para penderita gangguan kesehatan mental. Penderita dianggap sebagai makhluk aneh yang dapat mengancam keselamatan seseorang untuk itu penderita layak diasingkan oleh masyarakat. Hal ini sangat mengecawakan karena dapat mengurangi kemungkinan untuk seorang penderita pulih.

Kesehatan mental yang baik untuk individu merupakan kondisi dimana individu terbebas dari segala jenis gangguan jiwa, dan kondisi dimana individu dapat berfungsi secara normal dalam menjalankan hidupnya khususnya dalam menyesuaikan diri untuk menghadapi masalah-masalah yang mungkin ditemui sepanjang hidupnya. Menurut WHO, kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.

Proses diri merupakan perjalanan seumur hidup yang melelahkan, perlu kita sadari, bukan orang lain lah yang bertanggung jawab atas proses diri kita, melainkan diri kita sendiri, tetapi perlu dipahami juga bahwa kita mempunyai limit kita masing masing, begitu pula orang lain. Banyaknya distraksi sosial yang tinggi membuat diri kita kesusahan untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan primer kita sehari-hari, dan yang paling penting yaitu proses dan kesehatan mental kita.

Daftar Pustaka 

Putri Adisty Wismani , Wibhawa Budhi , & Gutama Arie Surya , 2014. KESEHATAN MENTAL MASYARAKAT INDONESIA (PENGETAHUAN, DAN KETERBUKAAN MASYARAKAT TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN MENTAL), vol 2 , no 2 hal 147- 300

Dumilah Ayuningtyas1 , Misnaniarti, 21Marisa Rayhani1 , 2018. ANALYSIS OF MENTAL HEALTH SITUATION ON COMMUNITY IN INDONESIA AND THE INTERVENTION STRATEGIES , vol. 9 , no 1 , hal 1-10

 Benita A. Bamgbade , PharmD, H. Ford Kentya , DrPH, Jamie C. Barner, PhD, 2015. Impact of a Mental Illness Stigma Awareness Intervention on Pharmacy Student Attitudes and Knowledge, vol 80 (5)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Sehat Selengkapnya
Lihat Indonesia Sehat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan