Mohon tunggu...
Arum Prabarini
Arum Prabarini Mohon Tunggu... Hai, salam kenal. Saya blogger baru yang ingin menulis dan berkomentar dengan bijak di media sosial.

Cuma mahasiswa biasa yang tidak ingin menjadi sarjana kertas. Membahas apa yang penting dan tidak penting untuk dibahas dalam prespektif anak muda.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Pameran UMKM DIY yang Seharusnya Mampu Menarik Minat Mahasiswa

29 Februari 2020   23:29 Diperbarui: 29 Februari 2020   23:31 40 0 0 Mohon Tunggu...

Jika kalian berpikir bahwa anak milenial hanya mau mengunjungi pameran yang berada di mall saja, kalian salah besar. Sebenarnya generasi milenial selalu tertarik dengan acara-acara segala rupa terutama untuk mengisi waktu di hari weekend. Hari ini saya dan seorang teman mengunjungi pameran produk UMKM yang diselenggarakan di Alun-alun Sewandanan. Saya mengetahui acara ini melalui media sosial instagram @plutjogja dan @diskopukm.diy.

Acara ini hanya berlangsung dua hari saja, yaitu tanggal 28-29 Februari 2020 pukul 07.00-17.00. Setahu saya, acara ini adalah penyelenggaraan ketiga di tahun ini setelah sebelumnya telah dilakasanakan pada akhir Januari dan awal Februari lalu.

Di sana, berjajar sekitar 40-an stand yang rata-rata merupakan UMKM binaan PLUT Jogja. Semua stand memamerkan produk lokal asli Yogyakarta yang dibuat sendiri atau kita sebut homemade. Yang disediakan beragam, mulai dari jajanan jadul, minuman tradisional, tas, baju, batik, aksesoris hingga mainan jadul.

Kami berangkat sekitar pukul 12.00, siang ini sangat panas tapi juga gerimis. Bingung ya? Iya, panas terik ditambah tetesan hujan yang saya pikir akan semakin deras karena biasanya Yogyakarta selalu diguyur hujan saat siang hari.

Sampai di lokasi ternyata tidak jadi hujan, syukurlah. Di tengah stand, terdapat panggung besar yang saya pikir bakal ada pertunjukan seni tapi sayang sekali bukan. Kami langsung saja berkeliling stand melihat produk mereka yang unik.

Produk Rajut

dokpri
dokpri
Kami mampir ke salah satu stand yang menjual berbagai produk rajut buatan tangan sendiri. kebetulan yang dipajang dan eyecatching adalah tas. Disana terdapat tas berbagai model dan  ukuran yang cantik-cantik. Keren deh pokoknya, apalagi ada tottebag. Saya kasih tahu ya, hampir semua mahasiswi di kampus saya kalau kuliah pakai tottebag.

Selain simpel, muat banyak barang juga murah. Kebetulan disini harga tas termasuk murah dan terjangkau untuk kalangan mahasiswi. Mulai dari yang kecil-sling bag seharga Rp.25.000 hingga ukuran besar Rp.45.000. Ini murah, karena sesuai dengan kualitas produknya, sekali lagi produk rajut buatan tangan. Saya akhirnya membeli tas kecil saja sesuai kebutuhan.

Selain tas, ada juga flatshoes rajut, pouchmini untuk tempat makeup dan sarung tangan. Sebenarnya ingin sekali beli flatshoes-nya, tapi karena ini musim penghujan saya pikir tidak cocok dan eman-eman. Iya dong, kalau kehujanan susah keringnya dan nggak nyaman juga pakai sepatu basah. Rasanya ingin comot ini itu karena produknya lucu-lucu. Tapi teman saya mengingatkan untuk hemat. Kebetulan kami adalah mahasiswi ekonomi, jadi memegang prinsip membeli barang yang dibutuhkan.

Setelah terbeli satu produk kami lanjut keliling lagi. Tempatnya tidak luas dan rumit. Stand yang disediakan berukuran 3x3 berwarna hijau dan bertuliskan Dinas Koperasi dan UKM DIY. Banyak produk menarik yang menggoda untuk dibeli. Disalah satu stand ada yang menjual mainan jadul. Jadi ingat masa kecil, main gasing bambu yang suaranya bising sekali.

Bagi kalian yang hanya tahu gasing plastik, cobalah beli ketika kalian mengunjungi Jogja. Selain bunyinya yang nyaring, gasingnya kuat dan awet kok, kalau diadu juga nggak mudah rusak. Adalagi mainan yang mengeluarkan bunyi,  saya menyebutnya sempritan. Jujur saya tidak tahu nama-nama mainan tersebut yang benar, tapi pernah memainkannya kok.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN