Mohon tunggu...
Arta Mevia Sari
Arta Mevia Sari Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswi Universitas Bengkulu

Artaa

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Naiknya Harga Kelapa Sawit Menyebabkan Terjadinya Inflasi

2 Desember 2021   07:56 Diperbarui: 2 Desember 2021   08:01 270 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Kelapa Sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri sebagai bahan baku penghasil minyak yang termasuk dalam keluarga Arecaceae yang terdiri dari dua spesies yaitu kelapa sawit Afrika (Elaeis guineensis) dan kelapa sawit Amerika (Elaeis oleifera).

Salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia adalah kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penting penghasil minyak makanan, minyak industri maupun bahan bakar nabati (biodiesel). Kelapa sawit memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Sebagai salah satu komoditas ekspor pertanian terbesar Indonesia, membuat kelapa sawit mempunyai peran penting sebagai sumber penghasil devisa maupun pajak yang besar. Dalam proses produksi maupun pengolahan industri, perkebunan kelapa sawit juga mampu menciptakan kesempatan dan lapangan pekerjaan khususnya bagi masyarakat pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2020, tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) sebagian besar perkebunan di Indonesia didominasi oleh tanaman kelapa sawit. Jumlah tanaman kelapa sawit mencapai 8,9 juta hektar, naik hampir 300 ribu hektar dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 8,6 juta hektar. Tanaman perkebunan adalah tanaman semusim atau tanaman tahunan yang jenis dan tujuan pengelolaannya ditetapkan untuk usaha perkebunan.

Dari data yang di dapat pada tahun 2018, luas areal perkebunan kelapa sawit tercacat mencapai 14.326.350 hektar. Dari luasan tersebut, sebagian besar diusahakan oleh perusahaan besar swasta (PBS) yaitu sebesar 55,09% atau seluas 7.892.706 hektar luas areal kelapa tahun 2018 mencapai 3.417.951 hektar, dari luasan tersebut sekitar 99% atau seluas 3.385.085 hektar. Perkebunan Rakyat (PR) menempati posisi kedua dalam kontribusinya terhadap total luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia yaitu seluas 5.818.888 hektar atau 40,62% sedangkan sebagian kecil diusahakan oleh Perkebunan Besar Negara (PBN) yaitu 614.756 hektar atau 4,29%.

Kelapa sawit menghasilkan Minyak Kelapa Sawit Mentah/Crude Palm Oil (CPO) yaitu minyak yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit dan Minyak Inti Kelapa Sawit/Palm Kernel Oil (PKO) yaitu minyak yang dihasilkan dari pengolahan inti/kernel kelapa sawit.

Kelapa sawit sebagai penghasil minyak masak, minyak industri, dan bahan bakar. Kegunaan minyak sawit antara lain sebagai bahan baku minyak goreng, bahan baku campuran bahan bakar, bahan pembuatan berbagai makanan (oleo-margarine untuk mentega, es krim, cokelat), bahan pembuatan kosmetik (Pomade rambut, lotion dan cream kulit, pasta gigi, sabun, sampo, dll).

Pada 2021 ini, harga kelapa sawit meningkat drastis. Beberapa tahun belakangan ini, seperti pada masa pandemi saat ini harga kelapa sawit terus meningkat drastis yang akan menyebabkan terjadinya inflasi. Tingginya harga kelapa sawit menyebabkan harga minyak goreng di pasaran juga ikut meningkat. Harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit diprediksi terus melonjak seiring dengan peningkatan permintaan global. Pada saat masa pandemi sekarang ini harga kelapa sawit meningkat sehingga menyebabkan harga minyak goreng ikut meningkat dan beberapa bahan pokok di pasaran juga meningkat antara lain minyak goreng curah dan kemasan, cabai-cabaian, dan telur ayam.

 Pada 2021, harga patokan CPO telah menembus Rp 1.250 per metrik ton dan diproyeksikan bakal lebih tinggi pada 2022. Kenaikan harga itu nantinya bakal ditentukan oleh menurunnya pasokan CPO di tengah meningkatnya permintaan global atas komoditas.

Kenaikan harga kelapa sawit menjadi penyebab utama meningkatnya harga minyak goreng di dalam negeri pada saat ini. Harga minyak goreng di pasaran saat ini tembus hingga harga Rp 16.000 per liter.

Meski demikian, dengan meningkatnya harga kelapa sawit, Indonesia dapat memanfaatkan momentum kenaikan harga CPO untuk mengerek ekspor. Produk CPO sejauh ini tercatat menjadi kontributor terbesar ekspor komoditas dari Indonesia yang nilainya mencapai US$ 27 miliar pada 2020. Sedangkan pada Oktober 2021, Indonesia berhasil telah menjual US$ 3,36 miliar CPO ke luar negeri.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ekonomi Selengkapnya
Lihat Ekonomi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan