Mohon tunggu...
Adjat R. Sudradjat
Adjat R. Sudradjat Mohon Tunggu... Penulis - Panggil saya Kang Adjat saja

Setiap tulisan akan menemukan takdirnya sendiri - Pramudya Ananta Toer

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Andaikan Gagal Mempertahankan Gelar Juara AFF U-23, Shin Tae-yong Harus Dipecat?

16 Januari 2022   06:39 Diperbarui: 16 Januari 2022   06:39 56677 39 11
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (REUTERS)

Muncul rumor, bahwa pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, harus dipecat apabila Timnas Indonesia U-23 gagal mempertahankan gelar juara turnamen piala AFF U-23 di Kamboja nanti.

Bisa jadi hal tersebut merujuk pada kebiasaan para pendukung sepak bola di Indonesia, yang sudah terbiasa menuntut supaya memecat pelatih yang telah gagal membawa timnya menjadi juara. Ditambah lagi selalu menelan kekalahan dalam setiap pertandingan.

Sehingga suka maupun tidak, jajaran pengurus pun tak berdaya. Akhirnya menuruti tuntutan para pendukungnya. 

Untuk kemudian, pengurus mencari pelatih baru. Tapi ternyata setali tiga uang dengan pelatih yang telah dipecatnya. Tidak berprestasi sesuai dengan ekspektasi.

Maka muncul kembali tuntutan untuk memecatnya. Dari para pendukungnya, tentu saja.

Begitu terus. Padahal pelatih tersebut baru seumur jagung melatih tim kesayangan mereka, atau paling lama satu tahun.

Dan, padahal pelatih itu pun sebelumnya memiliki rekam jejak yang tidak disangsikan lagi. Memiliki keprigelan yang mumpuni. Setiap tim yang ditangani selalu berprestasi. Malahan setelah dipecat pun, dan kemudian melatih tim lain, ternyata mampu membawa timnya menjadi juara dalam setiap pertandingan yang dilakoni.

Sementara tim sepak bola kesayangan para pendukung yang selalu menuntut untuk mengganti pelatihnya yang tidak mempersembahkan gelar juara itu pun, justru semakin terpuruk saja. 

Kebiasaan pecat-memecat pelatih sepak bola di Indonesia, bisa jadi sudah merupakan suatu tradisi. Sehingga suka maupun tidak, sudah menjadi budaya di dalam olahraga sepak bola.

Hal itu bermula dari pemahaman bahwa tujuan utama dari suatu pertandingan adalah untuk mendapatkan kemenangan. Sedangkan proses, atau pun filosofi untuk mencapai tujuan tersebut, belum sepenuhnya terpikirkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan