Mohon tunggu...
Adjat R. Sudradjat
Adjat R. Sudradjat Mohon Tunggu... Penulis

Orang biasa. Tinggal di desa. Masih sedang belajar mengeja aksara.

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana Pilihan

Tol Langit, Pilihan Satu-satunya untuk Mudik

16 Mei 2020   22:03 Diperbarui: 16 Mei 2020   22:14 49 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tol Langit, Pilihan Satu-satunya untuk Mudik
Ilustrasi (Sumber: Pexels/Ivan Samkov)

Tradisi mudik tahunan menjelang hari raya Iedul Fitri yang identik dengan kesibukan mempersiapkan barang bawaan, dan perjalanan yang melelahkan, tampaknya sekarang ini hanyalah tinggal kenangan yang tak mudah untuk dilupakan.

Betapa tidak. Pandemi Coronavirus Diseases 2019, atawa COVID-19, dan lebih dikenal lagi dengan sebutan virus corona, telah menjungkirbalikkan semua. Termasuk budaya mudik yang selama ini begitu kental dalam kehidupan bangsa +62 ini.

Jangankan mudik, hanya untuk berkomunikasi dengan tetangga dekat rumah saja, selain harus tetap menjaga jarak aman (Phisycal distancing), tidak boleh lupa pula untuk memproteksi diri masing-masing dengan menggunakan pengaman berupa masker penutup mulut dan hidung demi keamanan semuanya.

Hanya saja mungkin di balik itu pun ada hikmahnya juga. Anggaran yang dengan susah payah ditabung selama sebelas bulan, dengan cara menyisihkannya dari kebutuhan hidup keseharian, yang sedianya digunakan untuk bekal mudik, termasuk bagi-bagi rejeki sanak-saudara di kampung halaman, sekarang ini bisa dialihkan untuk bekal hidup keluarga di rumah saja.

Demikian juga urusan tiket kereta api, atawa bis, atawa juga kapal, maupun pesawat, tak akan membuat pusing kepala lagi. Malahan boleh jadi kendaraan - roda dua, atawa roda empat - paling anyar yang semula akan dibeli untuk dipamerkan kepada orang kampung pun, termasuk belanja seabreg oleh-oleh, sudah dihapus dari daptar perencanaan anggaran.

Hal seperti itu kiranya dirasakan semua orang memang.

Begitupun keluarga, maupun tetangga di kampung halaman. Walaupun di dalam hati masing-masing berharap terjadi suatu keajaiban, lenyapnya virus corona jelang mudik lebaran kali ini, pada akhirnya bisa memakluminya. Lantaran di kampung pun merasakan keadaan yang tidak jauh berbeda.  Situasi dan kondisi akibat virus penyakit yang berasal dari kota Wuhan, di provinsi Hubei, RRT ini memang  sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.

Hanya saja untunglah dalam situasi dan kondisi yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk mudik sekarang ini, ternyata Tuhan yang mahakuasa masih saja memberikan jalan lain untuk bisa bersilaturahmi dengan sanak-saudara nun di kampung halaman. Meskipun dengan cara, dan budaya yang tidak biasanya juga.

Lantaran semuanya berkat perkembangan jaman juga. Dan hari ini bukan lagi jamannya kuda gigit besi. Melainkan jaman milenial, atawa era industri 4.0 yang serba canggih, dan sungguh mencengangkan bagi mereka yang dianggap ketinggalan jaman.

Seiring dengan itu, apa boleh buat, semua orang dituntut untuk dapat berlari demi mengikuti jaman yang berubah sedemikian cepatnya. Sehingga untuk berkomunikasi pun sudah tidak harus langsung bertatap muka dalam jarak dekat saja. Dan hanya dengan sebuah benda dalam genggaman tangan, setiap orang dapat berbicara langsung dengan sanak-keluarganya yang jauh terpisah di belahan dunia sana sekalipun. Bahkan tidak hanya berkirim pesan pendek, sebagaimana yng dikenal dengan istilah Short Message Service (SMS), dan bertukar suara belaka, namun dengan cara bertukar gambar diri masing-masing pun sudah dapat dilakukannya pula.

Ya, dengan benda yang disebut smartphone, atawa telepon genggam pintar, atawa ahli bahasa Indonesia mengalihbahasakannya dengan sebutan gawai, bisa jadi menjadi pilihan satu-satunya untuk melakukan silaturahmi, iya silaturahmi itu merupakan substansi dari mudik, yakni bertemu dengan sanak-saudara yang lama tidak bertemu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN